Wamenag Minta Guru Perkuat Moderasi Beragama

Sedang Trending 21 jam yang lalu 28

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi meminta guru dan tenaga pendidik untuk memperkuat moderasi beragama dan menjauhi politisasi agama.

"Terus perkuat moderasi beragama dan sukseskan tahun toleransi. Jauhi politisasi agama. Hindari perpecahan, terlebih dengan membawa-bawa ajaran agama. Hadirkan agama sebagai rahmat bagi semesta," ujar Zainut saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2022 di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Zainut berpesan agar menjadikan agama sebagai sumber inspirasi untuk memuliakan harkat kemanusiaan, meneguhkan komitmen kebangsaan, toleran, dan antikekerasan.

Dalam peringatan HGN2022, Kementerian Agama berkomitmen untuk lanjut meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru. Kementerian Agama tengah memperjuangkan adanya skema penambahan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui jalur pembiayaan LPDP.

"Alhamdulillah, tahun ini ada penambahan signifikan, mencapai 11.200 kuota PPG Guru. Kami berkomitmen agar jumlah ini lanjut bertambah pada tahun mendatang," kata Zainut.

Upaya peningkatan kompetensi, kata Wamenag, juga lanjut dilakukan dengan memberi beasiswa pendidikan, serta memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi para guru.

Kementerian Agama telah bermitra dengan Bank Dunia dalam peningkatan kompetensi ini, melalui program Madrasah Reform (MEQR) dengan sasaran bisa menjangkau lebih 300 ribu guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.

"Terkait peningkatan kesejahteraan, kami perjuangkan pemenuhan tunjangan profesi guru (TPG), pemberian insentif guru, pengangkatan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), penataan dan pendistribusian guru, serta program strategis lainnya," kata dia.

Wamenag juga berpesan agar guru lanjut menjadi pribadi pembelajar, karena mengajar ialah bagian dari belajar. Saat guru mengajar, pada hakikatnya dia juga sedang belajar.

Guru juga didorong untuk lanjut berinovasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Menurut dia, paradigma belajar dan mengajar harus dapat merespons sesuai perkembangan dan kebutuhan zaman.

"Ini menjadi tantangan guru untuk dapat meresponsnya," kata dia.

Saksikan Video Wamenag Minta Guru Perkuat Moderasi Beragama Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel