Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Dinilai Lamban Tangani Covid, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ultimatum Pemeritah Kota Medan

Oleh : Admin | on Sabtu, 26 September 2020 23:56

Dinilai Lamban Tangani Covid, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ultimatum Pemeritah Kota Medan
DOWNLOAD APP sumutkota.com

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Manardo mengultimatum pemerintah Kota Medan yang belum mampu menekan angka penyebaran virus.

Perihal ini dikatakannya setelah melihat data jumlah warga positif terpapar virus Corona, terbanyak berasal dari Kota Medan, yaitu mencapai 50 persen.

Dikatakannya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara harus dapat cepat menekan penularan tersebut.

"Medan itu kasusnya hampir 6.000, lebih setengah dari total kasus. Bila ini bisa ditekan maka penurunannya akan sangat signifikan. Ini tidak mudah, butuh kerja sama semua pihak dan kesadaran kolektif masyarakat, tetapi saya yakin Sumut mampu untuk itu," ujar Doni yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, saat berkunjung ke Rumah Dinas Gubernur Sumut, di Jalan Sudirman, Kota Medan, Jumat (26/9/2020) malam.

Satgas Covid-19 Tingkatkan Razia di Lokasi Hiburan Malam hingga Dini Hari,Sanksi Tegas Pelanggar

Menurutnya, penyebab sulitnya penanganan Covid-19 adalah masih banyaknya masyarakat yang tidak khawatir terhadap virus yang hingga kini belum ada vaksinnya. Mereka beranggapan tidak mungkin terpapar Covid-19, bahkan sebagian tidak percaya adanya Covid-19.

Berdasarkan survei yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 pada 5 provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), kelompok yang percaya tidak akan tertular Covid-19 cukup tinggi. Yang tidak khawatir dengan Covid-19 di Provinsi DKI mencapai 4,4 persen, Jabar 5 persen, Jateng 4,8 persen, Jatim 4,5 persen dan Kalsel 3 persen. Sedangkan yang merasa tidak berisiko terpapar wabah ini di DKI 30 persen, Jabar 16,7 persen, Jateng 18,3 persen, Jatim 4,5 persen dan Kalsel 14,9 persen.

Menurut Doni, persepsi ini sangat menentukan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan membuat semakin sulitnya mengendalikan penyebaran Covid-19.

Satgas Covid-19 Kota Medan Sosialisasikan Protokol Kesehatan di Tempat Hiburan Malam

"Saya rasa di Sumut tidak berbeda jauh dari 5 daerah tersebut. Padahal saat ini satu-satunya obat adalah protokol kesehatan. Kelompok dengan persepsi seperti ini sudah tentu abai dengan protokol kesehatan, padahal mereka sangat rentan terpapar dan menyebarkan Covid-19," kata Doni, yang disaksikan oleh Forkompinda Sumut.

Tidak sedikit dari dua kelompok tersebut berasal dari usia produktif, dimana di Sumut usia produktif (31-45 tahun) paling tinggi kasusnya. Dari 9.749 kasus konfirmasi positif (per 24 September) sebanyak 31,87 persen merupakan usia produktif, sedangkan kasus meninggal berada di usia lanjut 46-59 tahun (36,61 persen) dan 60 tahun keatas (41,77 persen).

Kematian Pasien Covid-19 Didominasi Warga Berusia di Atas 45 Tahun, Satgas Covid-19 Beri Imbauan Ini

"Tingkat kesembuhan tertinggi Sumut itu ada di usia produktif yakni 32,47 persen, tetapi rata-rata yang menjadi penyebar juga di usia ini, mereka masih sangat aktif dan mobilitasnya tinggi. Bila kelompok ini tidak disiplin protokol kesehatan, dia sangat mungkin menjadi penyebar dan imbasnya pada usia lanjut, apalagi OTG juga banyak terdapat di usia produktif," tambah Doni.

Sementara itu, Doni Manardo yang datang bersama Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dan beberapa anggotanya juga memberikan bantuan kepada Sumut. Antara lain 2 unit ventilator, 200.000 lembar masker kain, 30.000 masker non-medis, 20.000 masker KN95, 2.000 face shield, 50 hazmat dan 10 jerigen hand sanitizer (5 liter). (wen/SUMUTkota.com)



Dinilai Lamban Tangani Covid, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ultimatum Pemeritah Kota Medan | Bang Naga | on Sabtu, 26 September 2020 23:56 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Dinilai Lamban Tangani Covid, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ultimatum Pemeritah Kota Medan
Description: Penyebab sulitnya penanganan Covid-19 adalah masih banyaknya masyarakat yang tidak khawatir terhadap virus yang hingga kini belum ada vaksinnya.
Alamat: https://sumutkota.com/tribun/2020/09/26/dinilai-lamban-tangani-covid-ketua-satgas-penanganan-covid-19-ultimatum-pemeritah-kota-medan.html
Artikel Terkait

Sosok WNA Baik Hati Rawat Ruri, TKW Cantik di Malaysia Meninggal, Ungkap Permintaan ke Jokowi

Sosok WNA Baik Hati Rawat Ruri, TKW Cantik di Malaysia Meninggal, Ungkap Permintaan ke Jokowi


Sumutkota.comMomen saat majikannya hamil tua, dimanfaatkan Ruri Alfath Mujaida bersama tiga TKW yang bekerja pada majikan yang sama untuk kabur. ... Read More →

Hasil Timnas U-19 Indonesia Vs Hajduk Split - Garuda Muda Pesta Gol, Jack Brown Nyekor Lagi

Hasil Timnas U-19 Indonesia Vs Hajduk Split - Garuda Muda Pesta Gol, Jack Brown Nyekor Lagi


Sumutkota.comTimnas U-19 pesta gol ke gawang Hajduk Split pada laga uji coba. Skuat Garuda Muda menang dengan skor 4-0. ... Read More →

Virus Corona Makin Gawat, WHO Keluarkan Peringatan, Penyebaran Covid-19 Masuk Fase Mengkhawatirkan

Virus Corona Makin Gawat, WHO Keluarkan Peringatan, Penyebaran Covid-19 Masuk Fase Mengkhawatirkan


Sumutkota.comDengan peningkatan kasus virus corona, maka jumlah orang yang membutuhkan tempat tidur di rumahsakit dan perawatan intensif juga meningkat. ... Read More →

Kabar Terkini Angely Emitasari, Mantan Penyanyi Dangdut Jadi Kepala Desa, Dulu Bergaji Rp 200 Juta

Kabar Terkini Angely Emitasari, Mantan Penyanyi Dangdut Jadi Kepala Desa, Dulu Bergaji Rp 200 Juta


Sumutkota.comPada 15 September 2019 lalu, Angely Emitasari menang dalam Pilkades Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame Lamongan, Jawa Timur ... Read More →

Kisah Serda Faisal Husein, Anak Yatim Jadi Prajurit Kopassus, Mimpinya Nyata Bertemu Jenderal Andika

Kisah Serda Faisal Husein, Anak Yatim Jadi Prajurit Kopassus, Mimpinya Nyata Bertemu Jenderal Andika


Sumutkota.comSerda Faisal Husein, anak yatim yang bertekad kuat menjadi prajurit Kopassus berawal dari wasiat ayahnya untuk menjadi tentara. ... Read More →

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds