Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2018
Riset Knalpot Akrapovic Menggunakan Robot Pintar | BPBD: Gempa 6,7 SR Manggarai Barat Tak Timbulkan Kerusakan | Pengadilan India Putuskan Mengemis Bukan Tindak Kriminal | Kenaikan Gaji PNS di 2019, Indef: Terlalu Populis | Musdah Mulia: Saya Bukan Aktivis Partai, Termasuk PDIP | Pencopotan Bendera di Kalibata City, Anies Baswedan: Itu Fatal | Ingin Tiket Mitsubishi Xpander Tons of Real Happiness, Caranya.. | Lomba HUT RI ke 73, Tulus Jago Lomba Ini | Beroleh Tambahan Remisi 2 Bulan, Ahok Bisa Bebas Januari 2019 | 8 Designer yang Punya Andil di Asian Games 2018 | Perayaan Hari Kemerdekaan di Pelosok yang Bikin Trinity Menangis | HUT RI Ke 73, Beragam Menikmati Agustusan di Akhir Pekan di Ancol | Hujan Lebat, Vietnam Terancam Banjir Bandang dan Tanah Longsor | Jersey Prancis dengan Dua Bintang Dirilis, Suporter Rela Antri | MUI Rehabilitasi Lingkungan dan Keluarga Kerajaan Ubur ubur | Transfer Liga Italia Ditutup: Gervinho Gabung Parma | Jadwal Liga Inggris Malam Nanti, Ada Chelsea Vs Arsenal | Pembukaan Asian Games 2018: Begini Bocoran Pertunjukannya | Waktu Paling Tepat Menikmati Teh | Pembukaan Asian Games: Penonton Diminta Datang Pukul 15.00 | Luis Milla: Beto dan Lilipaly Pemain Penting Timnas U-23 | Pelatih Laos Sebut Timnas U-23 Indonesia Terkuat di Grup A | Bola Asian Games: Malaysia Tekuk Korea Selatan, Ini Rahasianya | Respons Musdah Mulia yang Dituding Mau Hapus Mata Pelajaran Agama | Gempa NTT Dirasakan di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat | 4 Safari Politik Cawapres Sandiaga Uno, Bertemu Siapa Saja? | Gempa 6,7 SR Guncang NTT, BNPB: Tidak Berpotensi Tsunami | HUT RI Ke 73,Titiek Soeharto: Pemerintah Fokus Petani dan Nelayan | Kembalikan Uang Korupsi Kasus Berhenti, Profil Wakapolri Ari Dono | Sambut Ajakan Erdogan, Warga Turki Rusak iPhone dan Buang Cola | Utang Jatuh Tempo di 2019 Rp 409 T, Sri Mulyani: Agak Berat | Kabareskrim Ari Dono Jadi Wakapolri | Tampil di Televisi, Nella Kharisma Susul Kesuksesan Via Vallen? | Gaji PNS 2019 Dinaikkan, Sri Mulyani: Karena Sudah Lama Tak Naik | Rupiah Diproyeksi Rp 14.400 di 2019 , Sri Mulyani Sebut Trump ... | Mabes Polri: Siang Ini Ada Sertijab Wakapolri | Klasemen Asian Games 2018: Timnas U-23 Indonesia Vs Laos 3-0 | Menkeu Turki Enggan Pinjam IMF, Lira Menguat | Riset Knalpot Akrapovic Menggunakan Robot Pintar | BPBD: Gempa 6,7 SR Manggarai Barat Tak Timbulkan Kerusakan | Pengadilan India Putuskan Mengemis Bukan Tindak Kriminal | Kenaikan Gaji PNS di 2019, Indef: Terlalu Populis | Musdah Mulia: Saya Bukan Aktivis Partai, Termasuk PDIP | Pencopotan Bendera di Kalibata City, Anies Baswedan: Itu Fatal | Ingin Tiket Mitsubishi Xpander Tons of Real Happiness, Caranya.. | Lomba HUT RI ke 73, Tulus Jago Lomba Ini | Beroleh Tambahan Remisi 2 Bulan, Ahok Bisa Bebas Januari 2019 | 8 Designer yang Punya Andil di Asian Games 2018 |
Home cnn jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini info gadget dairi  

Kyai Ma'ruf Sebagai Jalan Tengah Politik Ruwet. Sandiaga? | Berita Medan Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 10 Agustus 2018 17:26 | Alamat URL:

Kyai Ma'ruf Sebagai Jalan Tengah Politik Ruwet. Sandiaga? | Berita Medan Hari Ini

SEBELUM Pemilihan Umum Presiden 2014, wakil presiden tidak pernah berada pada posisi yang benar-benar strategis. Di era Orde Baru, wakil presiden malah lebih sering jadi pelengkap saja, pengganti presiden jika berhalangan, untuk sekadar menggunting pita.

Sejak 2014, kecenderungan bergeser jauh. Posisi wakil presiden menguat  dan makin strategis di edisi 2019. Bahkan nama-nama bakal calon wakil presiden untuk mendampingi dua bakal calon presiden yang namanya sudah muncul sejak jauh hari, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, baru betul-betul terang di malam terakhir jelang penghujung waktu pendaftaran.

Jokowi menggaet KH Ma'ruf Amin, Rois Am Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sedangkan Prabowo menggandeng Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Gubernur Jakarta.
Pilihan-pilihan yang sedikit banyak membikin kening berkerut. Kenapa Kyai Ma'ruf? Kenapa Sandiaga?

Nama Kyai Ma'ruf memang masuk dalam daftar kandidat bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Jokowi. Bahkan tatkala daftar ini dikerucutkan seturut sinyal dari orang-orang dekat Jokowi yang bilang kandidat tersebut memiliki nama dengan huruf awal 'M', beliau tetap masuk, bersama Moeldoko, TGH Zainul Mahdi (Tuan Guru Bajang), Muhaimin Iskandar, dan Mahfud MD.

Namun dibanding keempat nama lain, nama Kyai Ma'ruf yang paling jarang disebut. Dari sisi elektabilitas, beliau juga tertinggal. Mahfud berada di peringkat pertama, disusul Muhaimin, Tuan Guru Bajang, dan Moeldoko. Posisi ini bertahan sampai hari Kamis, 9 Agustus 2018. Hal yang kemudian memunculkan asumsi bahwa Mahfud MD yang akan diajak Jokowi mendampinginya bertarung di Pemilu 2019.

Kita tahu akhirnya Kyai Ma'ruf yang dipilih. Kembali pada pertanyaan di atas, kenapa? Bukankah dari sisi elektabilitas dan popularitas beliau kalah dibandingkan Mahfud dan ketiga 'M' yang lain?

Begitulah elektabilitas dan popularitas kali ini harus bertekuk lutut pada kepentingan lain yang sifatnya lebih strategis. Setidak-tidaknya dari kacamata para petinggi partai politik anggota koalisi kandidat petahana. Pemilu 2019 masih belum berlangsung, mereka sudah memandang satu langkah ke depan, yakni ke Pemilu 2024, dan dibanding empat 'M' yang lain, Kyai Ma'ruf yang dinilai paling tidak punya kepentingan dan ambisi untuk periode lima tahun ke depan.

Kyai juga dipandang sebagai figur yang paling netral. Figur yang relatif bisa diterima oleh semua partai. Tidak demikian Mahfud, Moeldoko, terlebih-lebih Muhaimin dan Tuan Guru Bajang. Memilih satu di antara mereka potensial memunculkan perpecahan koalisi. Selentingan beredar, setidaknya tiga partai koalisi Jokowi tetap bersikukuh menolak Mahfud hingga pertemuan terakhir para pimpinan partai, Kamis malam. Apabila Jokowi bersikeras memilih Mahfud, maka tidak tertutup kemungkinan satu, dua, atau bahkan ketiganya keluar dari koalisi.

Sungguh ruwet bagi Jokowi. Di satu sisi dia barangkali melihat Mahfud sebagai figur yang paling pas untuk dirinya dan program-programnya sebagai presiden di periode kedua. Namun penolakan partai terhadap Mahfud juga tak boleh dipandang enteng. Satu partai keluar, dua partai keluar, apalagi sampai tiga partai keluar, adalah potensi untuk terbentuknya poros baru. Hitung-hitungan peluangpun akan berantakan dan mesti diulang. Jalan buntu, pada akhirnya membuat Jokowi tidak punya pilihan kecuali menerima Kyai Ma'ruf.

Pertanyaannya, apakah Kyai Ma'ruf sekadar menjadi penyelamat perpecahan koalisi? Syukurnya tidak begitu. Rekam jejak Kyai Ma'ruf sebagai orang alim dan pandai agama yang diakui dan dihormati di seluruh negeri, setidaknya akan meredam isu-isu terkait agama, dalam hal ini anti ulama dan --lebih gawat lagi-- anti Islam, yang sering dicecarkan kepada Jokowi dan pemerintahannya. Mungkin tidak hilang sama sekali. Ahli goreng-menggoreng isu agama yang pemikirannya serba lihai dan canggih itu pasti menemukan celah ntuk menyerang. Sekarang saja sudah mulai muncul. Namun paling tidak, secara umum, frekuensi dan jumlahnya bakal menurun, tak sedahsyat pada 2014.

Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo  dan Ma'ruf Amin saat berfoto bersama seusai menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018).
Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin saat berfoto bersama seusai menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). (SUMUTkota.comNEWS/JEPRIMA)


Kyai Ma'ruf Sebagai Jalan Tengah Politik Ruwet. Sandiaga? | Bang Naga | on Jumat, 10 Agustus 2018 17:26 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kyai Ma'ruf Sebagai Jalan Tengah Politik Ruwet. Sandiaga?
Description: Sejak 2014, kecenderungan bergeser jauh. Posisi wakil presiden menguat dan makin strategis di edisi 2019.
Alamat: https://sumutkota.com/tribun/2018/08/10/kyai-maruf-sebagai-jalan-tengah-politik-ruwet-sandiaga.html
Artikel Terkait
Berita Terkait:

Ngopi Sore

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest News

» Haters'>'Keluarga Cemara' Juga Punya Haters
» 4 Lokasi Kuliner Enak Rayakan Kemerdekaan Indonesia
» Hadapi Tahun Politik, Bareskrim Berjanji Tetap Netral
» KBRI Mesir Rayakan HUT RI ke-73 dengan Angklung, Lagu Papua
» Beto Janji Timnas Indonesia Akan Lebih Baik Lawan Hong Kong
» Jalan Sudirman-Thamrin Steril dari Metromini dan Kopaja
» Asian Games, Sandiaga Minta Para Jubir Tak Komentar Negatif

Karir

Android APK

Kursus Menjahit Murah DI Medan
Kursus Menjahit Murah DI Medan
Kursus Menjahit Murah DI Medan

Teka Teki Silang (Game TTS) APK
Teka Teki Silang (Game TTS) APK
Teka Teki Silang (Game TTS) APK

TV Online Indonesia Android .apk
TV Online Indonesia Android .apk
9 Juni 2018
TV Online Indonesia Android .apk

Radio Batak android.apk
Radio Batak android.apk
9 Juni 2018
Radio Batak android.apk

Radio Dangdut android.apk
Radio Dangdut android.apk
9 Juni 2018
Radio Dangdut android.apk


KESEHATAN

Selengkapnya >>

Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


olah raga bisnis otomotif gaya hidup kuliner properti tekno hotel travel medan karir TV Video Entertainment Kurs BITCOIN Pasang Iklan
© 2017 - 2018 sumutkota.com | Pers | V.DB: | All Right Reserved



Page loads : seconds