Tenaga Kesehatan di Asahan Lakukan Aksi Jahit Mulut, Minta Kejelasan Soal Status dan Gaji ke Bupati

Sedang Trending 2 bulan yang lalu 26

Sumutkota.com: Tenaga Kesehatan di Asahan Lakukan Aksi Jahit Mulut, Minta Kejelasan Soal Status dan Gaji ke Bupati, ASAHAN - Lima orang tenaga kerja sukarela (TKS) kesehatan di Kabupaten Asahan nekat melakukan aktivitas menjahit mulut di depan kantor Bupati Asahan, Selasa (27/9/2022).

Aksi tersebut dilakukan berbarengan dengan aktivitas unjuk rasa 300 orang tenaga kerja sukarela (TKS) yang  mempertanyakan status dan kepastian tentang nasib mereka.

Dalam orasinya, para tenaga kerja sukarela ini menuntut Pemkab Asahan untuk memberikan kebijakan kepada Dinas Kesehatan agar mengeluarkan status ataupun insentif agar para TKS tersebut dapat mencalonkan diri ke PPPK.

Baca juga: Unit PPA Satreskrim Polres Asahan Kunjungi Rumah Korban Persetubuhan Terhadap Anak

"Kami di sini ada yang sudah mengabdi kepada masyarakat sejak 16 tahun lalu, paling rendah di sini lima tahun. Namun kami tak mempunyai kepastian, hanya surat tugas yang kami terima dan tak ada kepastian seperti slip gaji dan uang gaji itupun sendiri kami tak punya," kata Roihan Marpaung, salah seorang peserta aksi.

Para peserta unras menganggap, Bupati Asahan saat ini tak berpihak kepada tenaga kesehatan yang sudah berjibaku melawan penyakit.

"Masa covid-19 kemarin, kami turun langsung meskipun kami tak tau berapa gaji kami pak. Kami turun melawan penyakit. Bapak-bapak sekalian yang ada di gedung putih yang katanya suci ini dapat melalui video zoom. Kami, tak dapat pak. Kami tak dapat menyuntikan vaksin secara virtual, kami tak dapat mengontrol pasien secara visual," ujarnya sembari menggunakan pengeras suara.

Ia mengatakan, para tenaga medis yang diperdayakan tak mempunyai kepastian terhadap insentif kerja dan gaji. Agar dapat dapat mendaftarkan diri ke PPPK Asahan.

"Gaji kami mengabdi kepada Kabupaten ini selama 16 tahun, hanya di berikan Rp 100 ribu tiba Rp 300 Ribu saja perbulan. Untuk minyak kami saja tetap kurang bapak. Tolong buka mata hati kalian agar dapat memandang kami pak. Slip gaji kami tak ada, kami tak dapat daftar PPPK," jelasnya.

Baca juga: 7 Remaja Bersenjata Golok dan Buat Ancaman di Medsos Diamankan Jatanras Satreskrim Polres Asahan

Diketahui, aktivitas tersebut dilakukan oleh 300 tenaga kerja sukarela kesehatan yang ada di seluruh puskesmas di Kabupaten Asahan.

Seluruh TKS tersebut menggeruduk kantor dinas Bupati Asahan dengan asa agar mendapatkan kejelasan dan slip gaji agar menjadi bukti untuk mendaftarkan diri ke PPPK.

(cr2/Sumutkota.com)

Saksikan Video Tenaga Kesehatan di Asahan Lakukan Aksi Jahit Mulut, Minta Kejelasan Soal Status dan Gaji ke Bupati Selengkapnya di bawah ini:
Please Subscribe our channel