Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Ini Isi Dakwaan Wahyu Setiawan, Ada Gratifikasi dari Papua Barat | New Normal Formula 1: Jumlah Personel Tim Balap Dibatasi 80 Orang | Kabar Baik, Jadwal Bola Eropa Satu per Satu Bergulir Kembali | KKP Terbitkan Aturan Penangkapan Benih Lobster | Anies Baswedan Tunjuk Sardjono Jhony Jadi Dirut Transjakarta | TNI-Polisi Bangun Posko Pemantau Pelanggaran New Normal di Jakpus | Penerapan New Normal di Indonesia Dinilai Masih Mentah | Pelonggaran Kuantitatif, BI Gelontorkan Rp 583,5 T Hingga Mei | Netanyahu: Israel Sedang Buat Peta Pencaplokan Lembah Yordan | Gunakan Waktu #dirumahaja untuk Introspeksi Diri, Manfaatnya... | Jadwal Liga Italia: Pemerintah Beri Lampu Hijau, Dimulai 20 Juni | New Normal Olahraga: Timnas Basket Tunggu Lampu Hijau Pemerintah | Ketua PSSI Angkat Dua Purnawirawan Mayjen TNI Sebagai Staf Khusus | Pekan Depan, Nadiem Umumkan Protokol Pembukaan Lagi Sekolah | Formula 1: Ricciardo Nego dengan Ferrari Sebelum ke McLaren | Selain Stres, Ini 5 Penyebab Rambut Rontok selama Isolasi Diri | Jadwal Liga Inggris Mundur, Dimulai Lagi 17 Juni | Pimpinan DPRD DKI Minta Disdik Tak Buru-buru Buka Sekolah | BI Yakin Kurs Rupiah Menguat di Bawah Rp 14 Ribu Per Dolar AS | Hari Ini, Kemenag akan Terbitkan Edaran Pembukaan Rumah Ibadah | Kemenko Maritim Jelaskan Alasan Kedatangan 500 TKA Cina | Burung Merpati Diduga Mata-mata Pakistan Ditangkap di India | Bupati Bogor Minta Milenial Kampanyekan Protokol New Normal | Menteri Tjahjo Perpanjang WFH untuk PNS Sampai 4 Juni | Kementerian PUPR Targetkan Proyek SPAM Djuanda Kelar 2023 | Fachrul Razi Mengaku Dikomplain Karena Rumah Ibadah Masih Ditutup | Produk Indonesia Antre Sertifikasi WHO, Kenali Level Baju Hazmat | Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Luar Bodebek Sampai 12 Juni | KLHK Tangkap Pelaku Penjual Kantong Semar Endemik ke Taiwan | Kejagung Periksa 48 Pejabat dan Staf KONI dalam Kasus Dana Hibah | Muhammadiyah Sebut Pernyataan New Normal Membingungkan Masyarakat | Polisi Mulai Penyelidikan Kasus Ujaran Kebencian Abu Janda | Kata Istana tentang Ruhut Sitompul Jadi Anggota BPIP | PSBB, Intip Harga Tiket Maskapai Penerbangan | Wahyu Setiawan Sembunyikan Uang Gratifikasi di Rekening Sepupu | Kisah Anjing Selamatkan Tuannya dari Ular Berbisa | Remaja 13 Tahun Lulus dengan Empat Gelar Sarjana | Rizal Ramli Minta Jokowi dan Nadiem agar Sekolah Dibuka di 2021 | Sinarmas AM Tunjuk Hotman Paris untuk Tempuh Jalur Hukum | Dua Mobil Esemka Berstandar Militer Digarap Bersama Pindad | Deddy Corbuzier Jawab Permintaan Netizen untuk Wawancara Fizi | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Meledak di Langit, Roket Cina Gagal Orbitkan Satelit Palapa-N1 | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 10 April 2020 08:11 WIB

Meledak di Langit, Roket Cina Gagal Orbitkan Satelit Palapa-N1 | Berita Tempo Hari Ini

Roket Cina gagal antar satelit Indonesia. CGWIC

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Roket Cina pengangkut satelit komunikasi milik Indonesia gagal mencapai orbit dalam peluncuran Kamis malam, 9 April 2020. Ini adalah kegagalan kedua dalam waktu kurang dari satu bulan yang dialami Badan Antariksa Cina.

Roket Long March 3B meluncur dari fasilitas peluncuran satelit di Pulau Xichang di Provinsi Sichuan pada Kamis malam, pukul 7.46 waktu setempat. Roket itu membawa Satelit Palapa-N1 atau yang juga disebut Nusantara Dua, sebuah satelit komunikasi komersial untuk menyediakan layananbroadband dan broadcast  di Indonesia.  

Satelit itu dibangun China Great Wall Industry Corp. (CGWIC) milik perusahaan patungan Indosat Ooredoo dan Pasifik Satelit Nusantara. Satelit berbobot 5.550 kilogram itu sejatinya akan, di antaranya, menggantikan peran Satelit Palapa-D yang saat ini masih mengorbit dan menambah kapasitas PSN yang mengoperasikan satelit Nusantara-1. 

Peluncuran roket awalnya berjalan mulus dengan roket pertama dan kedua dari tiga tingkat roket Long March 3B yang terlihat berfungsi baik. Tapi masalah terjadi pada roket ketiga atau terakhir. Roket itu meledak dan mengirim puing-puingnya kembali ke Bumi beserta muatan satelit. 

Video yang diunggah di media sosial Cina, Weibo, memperlihatkan tahapan awal peluncuran roket itu yang berjalan mulus. Namun video lain dari Guam menunjukkan kejadian yang terlihat seperti kilatan di langit. Pernyataan resmi dari Pertahanan Sipil dan Pertahanan Dalam Negeri Guam menyebut bola api di langit itu sangat mungkin terkait dengan peluncuran roket milik Cina yang gagal. 

Kegagalan peluncuran roket Long March 3B menjadi kegagalan yang kedua dalam waktu kurang dari sebulan. Pada 16 Maret lalu, roket Long March 7A juga gagal menempatkan satelit ke orbit dalam debut peluncuran dari fasilitas pusat peluncuran satelit Wenchang di Pulau Hainan, Cina sebelah selatan. 
 
SPACE | SPACENEWS
 
 


Meledak di Langit, Roket Cina Gagal Orbitkan Satelit Palapa-N1 | Bang Naga | on Jumat, 10 April 2020 08:11 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Meledak di Langit, Roket Cina Gagal Orbitkan Satelit Palapa-N1
Description: Ini adalah kegagalan kedua dalam waktu kurang dari satu bulan yang dialami roket Cina.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1330028/meledak-di-langit-roket-cina-gagal-orbitkan-satelit-palapa-n1.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» IHSG Diramal Melemah pada Akhir Pekan
» Protes Kematian George Floyd hingga Corona Korsel Naik Lagi
» PSBB Jabar di Luar Bodebek Diperpanjang Hingga 12 Juni
» Live Streaming Touch Your Heart Ep. 10 di Trans TV
» FDA Imbau Penerapan Physical Distancing bagi Kucing
» Bos Twitter Respons Kemarahan Trump soal Kicauan Palsu Pemilu
» Hidup Lama Tanpa Makan dan Minum, Praktisi Meditasi Meninggal

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds