Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Presiden Brescia: Saya Akan Bersyukur dengan Kepergian Balotelli | Berita Chelsea, N'Golo Kante Akhirnya Latihan Lagi | Flash Sale Lebaran, Toyota Kijang Innova Didiskon Rp 70 Juta | Perpres TNI Tangani Terorisme, Komnas HAM: Kembali ke Orde Baru | Polisi Periksa 23 Saksi di Kasus OTT Rektor UNJ | Pasangan Tenaga Medis Covid-19 Menikah di Rumah Sakit | Ada PSBB II, Begini Cara Menikmati Kebun Raya Bogor | Air Minum Kemasan Galon Aman Dikonsumsi, Simak Alasan Pakar | AirAsia Jelaskan Soal PHK Karyawan di Tengah Pandemi | Cerita Hamil ke-5 Zaskia Adya Mecca, Kalut dan Nyaris Digugurkan | PT LIB Klaim Kantongi Restu Untuk Lanjutkan Liga 1 dan Liga 2 | Soal New Normal, AHY: Jangan Sampai Pengen Untung Malah Buntung | Masuk Sekolah Medio Juli, Ini Bocoran Protokol Kesehatannya | Lion Air Group Hentikan Penerbangan, Uang Tiket Dikembalikan Penuh | Tak Perlu Jack Grealish, Manchester United Miliki Pemain Ini | PPDB: SMAN 112 Jakarta Siapkan Kuota Bagi Anak Tenaga Medis | Hyundai Siap Hadirkan MPV Baru Pesaing Toyota Avanza | Juni, Kalbe Farma dan Perusahaan Korea Uji Klinis Vaksin Covid-19 | Wahyu Setiawan Juga Didakwa Menerima Suap Gubernur Papua Barat | PT LIB: Kemenpora Sudah Beri Lampu Hijau Liga 1 Dilanjutkan Lagi | Hari Lansia Nasional, Intip Tips Agar Orang Tua tetap Aktif | Ini yang Mau Dipantau Posko TNI-Polisi dalam New Normal di Jakpus | Kemenko Maritim Bahas Pemulihan Ekonomi Biru di Masa New Normal | Kemendikbud Tegaskan Tak akan Geser Tahun Ajaran Baru ke 2021 | Camila Cabello Sempat Putus Asa karena Gangguan Kesehatan Mental | Penemu Sistem Iron Dome Pimpin Tes Massal Covid-19 Israel | Konservasi Setengah Hati | BMKG: Empat Wilayah DKI Jakarta Berpotensi Hujan Siang Ini | BI: Aliran Modal Asing ke SBN Capai Rp 9,12 Triliun pada Mei | Rawinala, Sekolah Tertua di Indonesia Bagi Anak Multi-Disabilitas | Apa Guna Tentara Mengurus Corona | 80 Persen Pabrik Garmen Rumahkan Buruh, Dilema PHK Menghadang | Produksi Mitsubishi Menurun Signifikan, Ekspor Malah Naik | New Normal, Bupati Tangerang Dahulukan Buka Rumah Ibadah 1 Juni | Ini Isi Dakwaan Wahyu Setiawan, Ada Gratifikasi dari Papua Barat | New Normal Formula 1: Jumlah Personel Tim Balap Dibatasi 80 Orang | Kabar Baik, Jadwal Bola Eropa Satu per Satu Bergulir Kembali | KKP Terbitkan Aturan Penangkapan Benih Lobster | Anies Baswedan Tunjuk Sardjono Jhony Jadi Dirut Transjakarta | TNI-Polisi Bangun Posko Pemantau Pelanggaran New Normal di Jakpus | Penerapan New Normal di Indonesia Dinilai Masih Mentah | Pelonggaran Kuantitatif, BI Gelontorkan Rp 583,5 T Hingga Mei | Netanyahu: Israel Sedang Buat Peta Pencaplokan Lembah Yordan | Gunakan Waktu #dirumahaja untuk Introspeksi Diri, Manfaatnya... | Jadwal Liga Italia: Pemerintah Beri Lampu Hijau, Dimulai 20 Juni | New Normal Olahraga: Timnas Basket Tunggu Lampu Hijau Pemerintah | Ketua PSSI Angkat Dua Purnawirawan Mayjen TNI Sebagai Staf Khusus | Pekan Depan, Nadiem Umumkan Protokol Pembukaan Lagi Sekolah | Formula 1: Ricciardo Nego dengan Ferrari Sebelum ke McLaren | Selain Stres, Ini 5 Penyebab Rambut Rontok selama Isolasi Diri | Jadwal Liga Inggris Mundur, Dimulai Lagi 17 Juni | Pimpinan DPRD DKI Minta Disdik Tak Buru-buru Buka Sekolah | BI Yakin Kurs Rupiah Menguat di Bawah Rp 14 Ribu Per Dolar AS | Hari Ini, Kemenag akan Terbitkan Edaran Pembukaan Rumah Ibadah | Kemenko Maritim Jelaskan Alasan Kedatangan 500 TKA Cina | Burung Merpati Diduga Mata-mata Pakistan Ditangkap di India | Bupati Bogor Minta Milenial Kampanyekan Protokol New Normal | Menteri Tjahjo Perpanjang WFH untuk PNS Sampai 4 Juni | Kementerian PUPR Targetkan Proyek SPAM Djuanda Kelar 2023 | Fachrul Razi Mengaku Dikomplain Karena Rumah Ibadah Masih Ditutup | Produk Indonesia Antre Sertifikasi WHO, Kenali Level Baju Hazmat | Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Luar Bodebek Sampai 12 Juni | KLHK Tangkap Pelaku Penjual Kantong Semar Endemik ke Taiwan | Kejagung Periksa 48 Pejabat dan Staf KONI dalam Kasus Dana Hibah | Muhammadiyah Sebut Pernyataan New Normal Membingungkan Masyarakat | Polisi Mulai Penyelidikan Kasus Ujaran Kebencian Abu Janda | Kata Istana tentang Ruhut Sitompul Jadi Anggota BPIP | PSBB, Intip Harga Tiket Maskapai Penerbangan | Wahyu Setiawan Sembunyikan Uang Gratifikasi di Rekening Sepupu | Kisah Anjing Selamatkan Tuannya dari Ular Berbisa | Remaja 13 Tahun Lulus dengan Empat Gelar Sarjana | Sinarmas AM Tunjuk Hotman Paris untuk Tempuh Jalur Hukum | Deddy Corbuzier Jawab Permintaan Netizen untuk Wawancara Fizi | Dua Mobil Esemka Berstandar Militer Digarap Bersama Pindad | Ribuan Orang Teken Petisi, Minta Nadiem Tunda Tahun Ajaran Baru | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

APPI: Pemain Liga 2 Terima Gaji di Bawah UMR Akibat Pemotongan | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 10 April 2020 05:41 WIB

APPI: Pemain Liga 2 Terima Gaji di Bawah UMR Akibat Pemotongan | Berita Tempo Hari Ini

Logo Liga 2.

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mengungkapkan banyak pemain Liga 1 dan Liga 2 menerima gaji di bawah upah minimum regional (UMR) akibat pemotongan hingga 75 persen setelah kompetisi terhenti akibat pandemi COVID-19.

“Banyak pemain yang seperti itu, terutama di Liga 2. Ada yang masih bergaji Rp5 jutaan yang, kalau dipotong jadi tinggal 25 persen sesuai keputusan PSSI, berarti hanya menerima Rp1,25 juta, di bawah UMR. Itu, kan, tidak pas,” ujar Kuasa Hukum APPI Riza Hufaida di Jakarta, Kamis.

Menurut Riza, kondisi tersebut tentu sangat memberatkan pemain. Apalagi, saat ini Tanah Air tengah menghadapi pandemi yang mengharuskan masyarakat berdiam di rumah.

Belum lagi pada mulai akhir bulan April 2020 umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa dan setelahnya merayakan Hari Raya Idul Fitri pada Mei 2020.

“Inilah yang kami sebut bahwa pemotongan gaji sebesar 25 persen tidak bisa disamaratakan. Untuk pemain di Liga 1, umumnya mereka sudah mendapatkan pembayaran di muka (DP) sebesar 20 persen ketika menandatangani kontrak, lumayan besar dan cukup. Kalau di Liga 2, mereka sebagian besar tidak menggunakan sistem DP,” tutur Riza.

Sebelumnya, PSSI dalam Surat Keputusan (SK) PSSI bernomor SKEP/48/III/2020 mempersilakan klub-klub untuk menggaji pemainnya maksimal 25 persen pada bulan Maret sampai Juni 2020 dari gaji yang tertera di kontrak di tengah jeda kompetisi akibat virus corona.

APPI, lanjut Riza, menyayangkan keluarnya SK tersebut karena bukan produk hasil diskusi dengan pemain atau perwakilannya.

Sebab, jika PSSI menyebut menggaji pemain maksimal 25 persen dari yang ada di kontrak, artinya tidak salah jika klub memberikan pemain penghasilan di bawah itu. Dalam praktiknya, ada yang menggaji pemainnya sebesar 10 persen dari gaji yang tertera di kontrak.

Lagi pula, Riza menegaskan bahwa soal kontrak merupakan persoalan internal klub dan pesepak bola, bukan PSSI.

Untuk itu, APPI terus berupaya menghubungi PSSI untuk berdiskusi secara resmi membicarakan hal tersebut agar SK soal gaji diperbaiki atau diubah.

Riza juga menyebut bahwa pihak klub juga harus diajak ke dalam pertemuan, juga pemangku kepentingan lain seperti BOPI, Kemenpora dan sponsor.

Jika agenda tersebut berjalan, APPI ingin mengajukan beberapa konsep penggajian pemain di tengah libur kompetisi, salah satunya adalah memakai batas atas-bawah gaji.

Atau, tetap dengan pemotongan maksimal 25 persen, tetapi dilihat apakah pengurangan sebesar itu membuat gaji pemain lebih rendah dari UMR atau tidak. Kalau iya, berarti besarannya diganti.

“Ini mungkin masuk area teknis tetapi tetap nanti dikembalikan ke pemain dan klub masing-masing. Nantinya ini dapat berupa koordinasi antara pemain dan klub dan dapat pula menjadi kesepakatan umum,” kata Riza.



APPI: Pemain Liga 2 Terima Gaji di Bawah UMR Akibat Pemotongan | Bang Naga | on Jumat, 10 April 2020 05:41 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: APPI: Pemain Liga 2 Terima Gaji di Bawah UMR Akibat Pemotongan
Description: Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mengungkapkan banyak pemain Liga 1 dan Liga 2 menerima gaji di bawah UMR akibat pemotongan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1329995/appi-pemain-liga-2-terima-gaji-di-bawah-umr-akibat-pemotongan.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» PBB Kutuk Kematian George Floyd di Tangan Polisi AS
» Bob Weighton, Pria Tertua di Dunia Tutup Usia
» ADB Gelontorkan Utang Rp4,4 T untuk Pembangkit Panas Bumi
» Sejumlah Negara Pakai Data Genom Cegah Gelombang II Covid-19
» Jabar PSBB Hingga 12 Juni, Bodebek 'Ikut' DKI Sampai 4 Juni
» Liverpool Bisa Juara Liga Inggris 20-22 Juni
» Kemnaker Sedang Minta Kronologi PHK Buruh Sepatu Nike

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds