Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Tak Hirau Namanya Diungkit Syahrini, Luna Maya: Saya Fokus Konten | Bermain Warna dengan Anak, Ini Tips Tetap Kreatif | Samsung Galaxy A21s Rilis di Indonesia Sore Ini, Harganya? | Hari Keenam BIN Gelar Rapid Test di Surabaya: 136 Reaktif | Persyaratan Terbang Menggerus Volume Penumpang Pesawat | 6 Efek Lari pada Tubuh, Kekuatan Sendi Hingga Kepadatan Tulang | Kabar Baik, Pasien Sembuh Corona Kota Bogor Jadi 49 Orang | Detik-detik Penangkapan Nurhadi: Buntuti Sang Istri-Jebol Pagar | Korupsi Jiwasraya Rp 16,8 T, Cuci Uang di Kasino dan Beli Pinisi | Sempat Koma, Bayi 5 Bulan Sembuh dari Virus Corona | Persiapan New Normal, Pekerja Event di 11 Daerah Dapat Pelatihan | PSBB Usai, Ini Boleh dan Tak Boleh di Rumah Ibadah di Kota Depok | Gempa di NTB dan Daerah Lain, Ini Catatan BMKG | Ini Dugaan Peran Tin Zuraida, Istri Nurhadi | Luhut Akui Banyak Pengusaha Bingung Soal Protokol New Normal | 735 Orang Ikut Rapid Test di Stadion Serang, Hasilnya: 2 Reaktif | Yamaha XMax Edisi Roma untuk Membantu Biaya Penanganan Covid-19 | Azriel Terluka, Aurel Hermansyah Kuatkan Hati Adiknya | Halima Aden Rilis Masker Hijab untuk Pekerja Rumah Sakit | Hadapi New Normal, Ini Inovasi yang Dilakukan Rumah Sakit Swasta | Jadwal Arsenal Jika Liga Inggris Kembali Bergulir, Berat | Pemerintah Blokir Internet Papua, Hakim: Tak Ada Good Governance | Putusan PTUN soal Blokir Internet di Papua, Ini Kata Menkominfo | Tertular Corona, Dokter di Wuhan Alami Perubahan Warna Kulit | Menjelang New Normal, Keuskupan Agung Jakarta Bersiap Buka Gereja | Luhut Perkirakan Pintu untuk Turis Asing Dibuka Mulai September | Ada Nama BG dalam Percakapan Rahasia Nurhadi Minta Perlindungan | Penerapan New Normal, Operator Angkutan Usulkan Kenaikan Tarif | Pesaing Kawasaki Ninja ZX-25R buatan Honda Meluncur September? | Lokasi Sumber Gempa 6,0 M di NTB Beda dari Potensi Megathrust | Perjalanan Sidang Gugatan Pemblokiran Internet Papua | 7 Kiat Menjalani Hidup dengan Kesadaran Lingkungan saat Pandemi | Manchester United Disebut Bakal Lepas Jesse Lingard ke AC Milan | New Normal Olahraga: KONI Minta Pelatih Siapkan Program Baru | BMKG: Katulampa dan Istana Masuk Kategori Sebaran Hujan Lebat | Jeritan Hati Azriel Hermansyah Respons Sindiran Raul Lemos? | Manchester United Diyakini Bisa Salip Chelsea di Akhir Musim | Pengembang Kawasan Industri Brebes Targetkan Pembangunan di 2021 | Hasil Bundesliga: Werder Bremen Vs Eintracht Frankfrut 0-3 | Hari Ini PSBB Jakarta Berakhir, PSBL Diterapkan di 3 Area Tambora | Tiga Hal yang Membuat Fadli Zon Cemas atas Kebijakan New Normal | Mobnas Vietnam VinFast Siap Garap Pasar Amerika, Hadapi Tesla | Cerita Nurhadi dan Tas LV yang akan Diantar ke Ruang Kapolda | Jadwal MotoGP: Dimulai 19 Juli, Balapan di Luar Eropa Tersisa 4 | Sri Mulyani Hanya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 1 Persen | Ekonomi Turun, Calo Pekerja Seks Komersial di Jepang Meresahkan | Kepanasan Bikin Sakit Kepala dan Mimisan pada Anak? Ini Alasannya | Liga Inggris, Tottenham Hotspur Pastikan 1 Kasus Positif Covid-19 | Karyawan Tempat Hiburan di Bekasi Wajib Rapid Test | Jharna Bhagwani Gunakan Makeup untuk Sampaikan Pesan Inspiratif | La Liga: Kehadiran Penonton di Stadion Masih Dipertimbangkan | New Normal Basket NBA: Hanya 22 Tim Ikuti Lanjutan Kompetisi | Deretan Daftar Regulasi yang Dikeluarkan Pemprov DKI selama PSBB | Tolak Program Iuran Wajib Tapera, Apindo: Kami Keberatan | Tes Kelima Covid-19, Tottenham Umumkan Satu Orang Positif | Ini Alasan Pemerintah Sempat Blokir Internet Papua | Jika Liga 1 Lanjut, PSS Sleman Syaratkan Ini | Peserta Tapera yang Bisa Punya Rumah Upahnya di Bawah Rp 8 Juta | Pelajaran Penting The World of The Married Menurut Shim Eun Woo dan Han Soo Hee | Dinkes DKI Jakarta: 156 Ribu Sampel Telah Dites PCR | Solidaritas George Floyd, 4 Pemain Bundesliga Bebas dari Sanksi | Ini Pertimbangan Hakim Vonis Jokowi Salah Blokir Internet Papua | New Normal, Ini Protokol GoFood untuk Layanan Pesan Antar Makanan | New Normal, Ingat Cara Menggunakan Hand Sanitizer dengan Tepat | Pemerintah Pusat dan DKI Diminta Tak Bertabrakan Soal Covid-19 | Langgar Aturan di Masa Pandemi, 59 Izin Operasi Industri Dicabut | Tyson Fury: Alasan Wilder Ajak Pertandingan Trilogi adalah Uang | Pemerintah Alokasi Anggaran Tambahan Subsidi Bunga KUR Rp 4,9 T | Jokowi Divonis Melanggar Hukum atas Pemblokiran Internet Papua | PSBB Jakarta Berakhir Besok, Pemprov DKI Siapkan Transisi 1 Bulan | Kemendikbud Minta Kampus Tak Lakukan 5 Dosa Pendidikan | Nawawi Pomolango Panggil Novel Baswedan untuk Tangkap Nurhadi | Jaksa Sebut Hasil Korupsi Kasus Jiwasraya Dipakai Bayar Kasino | Raffi Ahmad - Nagita Slavina Pakai Tabung Gas Melon 3 Kilogram? | Per Hari Ini, 382 Pedagang di Pasar Tradisional Positif Corona | YLBHI Anggap Jokowi Tak Mau Tertibkan Buzzer dan Pendukungnya | Penggugat Pemblokiran Internet Papua Minta Pemerintah Minta Maaf | Kisah Brimob Pengawal Nurhadi yang Bergabung ke Satgas Tinombala | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

BNPB Blak-blakan Data Kasus Positif COVID-19 Tidak Sesuai | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 5 April 2020 23:30 WIB

BNPB Blak-blakan Data Kasus Positif COVID-19 Tidak Sesuai | Berita Tempo Hari Ini

Menparekraf Wishnutama secara simbolik menyerahkan fasilitas akomodasi dan transportasi kepada BNPB yang ditunjuk sebagai gugus tugas pencegahan wabah virus corona oleh pemerintah pada Sabtu, 28 Maret 2020.

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo membenarkan jika data kasus positif virus Corona penyebab COVID-19 yang selama ini disajikan Pemerintah Pusat tidak sinkron dengan Pemerintah Daerah. Ia berdalih asupan data dari Kementerian Kesehatan juga terbatas. Namun, Gugus Tugas tetap mengacu pada data Kementerian Kesehatan.

"Kami dapat feeding data dari Kemenkes terbatas jadi kami belum bisa menghasilkan data yang sangat lengkap atau terbuka," katanya dalam diskusi virtual Bersama Melawan Covid-19 seperti yang ditayangkan kanal YouTube Energy Academy Indonesia, Minggu 5 April 2020.

Agus menjelaskan, BNPB kini membangun aplikasi Lawan COVID-19 yang nantinya digunakan untuk menampung data terkait kasus positif. Harapannya, bisa menghasilkan data yang lebih sesuai dengan kenyataan di lapangan.

"Kami kerahkan banyak tenaga baik dari BNPB, BPBD, termasuk militer dan polisi untuk entry data di seluruh Indonesia dan nanti connect ke aplikasi," ujarnya.

Agus mengamini pula jika data antara pemerintah pusat dan daerah terkait COVID-19 tidak sinkron. Tapi ia mengaku tidak tahu pangkal masalahnya.

Menurut Agus, BNPB bekerja di belakang layar mencatat semua laporan terkait kasus penyakit virus corona 2019 itu dari seluruh daerah. Namun mereka tidak bisa mempublikasikannya karena bukan juru bicara pemerintah.

"Kami punya data dua-duanya. BNPB kumpulkan data dari daerah dan Kemenkes, kami sandingkan. Tapi karena jubirnya Pak Yuri, jadi apa yang disampaikan Pak Yuri itu yang kami publikasikan," katanya menuturkan.

Penggagas Kawal COVID-19, Ainun Najib, mendesak pemerintah terbuka soal data kasus positif. Menurut dia, dengan data yang terbuka akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Ainun berpendapat kasus positif COVID-19 di Indonesia jauh lebih besar daripada yang dilaporkan pemerintah. Ia khawatir data yang ditutupi akan membuat masyarakat menjadi lengah. "Jangan-jangan masyarakat menyangka (wabah Corona) sudah landai," ucap dia.

Catatan: Kalimat pertama paragraf awal tulisan ini telah diubah pada Senin, 6 April 2020 Pukul 08.45 WIB. Mulanya, tertulis "...data kasus positif yang disajikan pemerintah tidak sesuai kenyataan..." yang benar "data kasus positif Pemerintah Pusat tidak sinkron dengan Pemerintah Daerah". 



BNPB Blak-blakan Data Kasus Positif COVID-19 Tidak Sesuai | Bang Naga | on Minggu, 5 April 2020 23:30 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: BNPB Blak-blakan Data Kasus Positif COVID-19 Tidak Sesuai
Description: BNPB menyatakan bekerja di belakang layar mencatat semua laporan terkait kasus COVID-19 dari seluruh daerah
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1328220/bnpb-blak-blakan-data-kasus-positif-covid-19-tidak-sesuai.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Jejak Pencucian Uang Benny Tjokro Terkait Korupsi Jiwasraya
» Jelang Liga Inggris Mulai, Satu Positif Corona di Tottenham
» Daftar Kasino Tempat Terdakwa Jiwasraya Diduga Cuci Uang
» Urusan Perut Ojol, Sekat Plastik atau Geruduk Balai Kota
» Respons Demo AS, PM Inggris Sebut Tak Menoleransi Rasisme
» Aceh Godok Prosedur Pemeriksaan Covid-19 Gratis Untuk Warga
» FOTO: Gaya Baru 'New Normal' Makan di Restoran

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds