Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Pemprov DKI Belum Siapkan Skema New Normal di Sekolah | Din Syamsuddin Sebut 3 Syarat Pemakzulan Presiden, Apa Saja? | Iran Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19, Kenapa? | Hasil Liga Jerman: Cologne Vs Leipzig 2-4, Timo Werner Cetak Gol | Jadwal Liga Italia: FIGC Bicara Peluang Laga Dihadiri Penonton | New Normal Salat di Masjid, Ini Protokol DMI | Sutan Zico Nikmati Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19 | Filipina Aktif Pasca Pelonggaran Lockdown Corona, seperti Apa? | Nurhadi dan Jejak Perkara di Mahkamah Agung | Anies Baswedan Libatkan Pakar Bahas Masa Transisi New Normal | Penumpang Sepi, Wings Air Belum akan Terbang ke Aceh | Proyek Konstruksi Mangkrak, Kinerja BUMN Karya Diprediksi Melorot | Kenormalan Baru, DMI Perbolehkan Buka Masjid Kembali | Pengedar yang Suplai Ganja untuk Dwi Sasono Masih Diburu Polisi | Menpan RB Meminta ASN Beradaptasi dengan New Normal dalam Bekerja | Berinvestasi di Era New Normal, Instrumen Apa yang Cocok? | Akhir Pelarian Nurhadi dan Cerita Uang Diguyur di Kloset | New Normal, Wagub DKI Ingatkan Warga Tak Euforia Keluar Rumah | Kata BMKG, Cuaca Jakarta Cerah Sepanjang Hari Ini | Investor Mulai Optimistis, Bursa Saham Eropa Menguat | Nurhadi Tertangkap, KPK: Bukti Bahwa Kami Terus Bekerja | Dikabarkan PHK Sejumlah Pilot, Ini Penjelasan Bos Garuda | Tangkap Nurhadi dan Menantunya, KPK Gandeng Polri | Pengemudi Ojek Online Batalkan Rencana Demo di Depan Istana | KPK Tangkap Nurhadi Eks Sekretaris MA | Ade Armando Jelaskan Postingan Muhammadiyah Gulirkan Pemakzulan | Din Syamsuddin Bicara Tiga Syarat Pemakzulan Presiden | Lockdown, Restoran Ini Gulung Tikar Setelah 84 Tahun Beroperasi | Duel Panas Toyota Fortuner Vs Mitsubishi Pajero Sport | 5 Zodiak yang Terlahir jadi Orang Kaya, Pandai Cari Uang | Denny Indrayana: Secara Politik Jokowi Sulit Dimakzulkan | Ditarik Terawan ke Kemenkes, Dekan FK UPN: Saya Tak Tahu Kenapa | Kantor Polisi di Kalimantan Selatan Diserang, Satu Personel Tewas | Polisi New York Berlutut untuk Solidaritas kepada George Floyd | TNI Tanggapi Cuitan Veronica Koman soal Pemberitaan Media | Gaya Zaskia Gotik saat Menikah secara Negara, Gamis Dusty Pink | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Alasan BMKG Pakai Jurnal Belum Peer Review Soal Corona dan Iklim | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 5 April 2020 14:02 WIB

Alasan BMKG Pakai Jurnal Belum Peer Review Soal Corona dan Iklim | Berita Tempo Hari Ini

Seorang personil Palang Merah Indonesia, mengenakan pakaian pelindung, menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan di daerah pemukiman padat penduduk rumah susun, di tengah penyebaran wabah Virus Corona di Jakarta, 4 April 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis kajian berjudul "Pengaruh Cuaca dan Iklim Terhadap Pandemi Covid-19". Salah satu temuannya, BMKG menyebut virus Corona tidak cocok dengan iklim tropis yang memiliki suhu dan kelembaban tinggi.

Dalam rilis tersebut BMKG mengutip sejumlah penelitian. Namun, di antara literatur tersebut ada yang belum berstatus final (peer-reviewed) seperti penelitian dari Miguel B. Araujo dan Babak Naimi serta Dong Chen Jr dan kawan-kawan. Hal ini bisa diketahui dari laman medrxiv.org.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan alasan pihaknya menggunakan sejumlah literatur ilmiah yang belum final (peer-reviewed) saat menganalisis hubungan antara kondisi iklim Indonesia dan penyebaran virus Corona.

Dwikorita beralasan pandemi Corona ini baru dimulai dan belum berakhir. "Maka tentu saja belum ada literatur yang peer reviewed. Karena peer review process itu biasanya memakan waktu lama, beberapa bulan dan bahkan tahun," katanya saat dihubungi Tempo, Ahad, 5 April 2020.

Adapun analisis yang dilakukan BMKG, menurut Dwikorita, didasari oleh temuan yang tersedia. Meski kajian yang BMKG gunakan belum final, namun dalam ranah sains hal itu bisa direvisi dan suatu kondisi yang lumrah. "Harapannya ini dapat digunakan sebagai kontribusi dalam menentukan arah kebijakan pemerintah," katanya.

Dwikorita menjelaskan tujuan literatur-literatur ini untuk menyumbang pemikiran atau hasil riset yang belum selesai. "Meskipun literatur-literatur ini analisisnya parsial, barangkali ini yang memang mungkin dilakukan dalam waktu yang singkat ini, untuk mendapatkan respon saintifik dari komunitas saintifik at large dan menyumbang pemikiran dalam moment atau urgensi yang tidak biasa ini," ucap dia.

Sebagai perbandingan, kata Dwikorita, kesimpulan yang BMKG tulis terkait hubungan iklim tropis dengan virus Corona selaras dengan penelitian dari Eriko Kudo dkk yang sudah final atau peer-reviewed dengan judul: "Low ambient humidity impairs barrier function and innate resistance against influenza infection".



Alasan BMKG Pakai Jurnal Belum Peer Review Soal Corona dan Iklim | Bang Naga | on Minggu, 5 April 2020 14:02 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Alasan BMKG Pakai Jurnal Belum Peer Review Soal Corona dan Iklim
Description: BMKG merilis kajian soal hubungan iklim dengan Corona. Namun, ada beberapa literatur yang belum peer reviewed atau final sebagai dasar.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1328060/alasan-bmkg-pakai-jurnal-belum-peer-review-soal-corona-dan-iklim.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» UNDP, WHO, IOM Kirim Ventilator untuk Indonesia Tangani Covid
» Kasus Corona Melonjak, Filipina Tetap Cabut Lockdown Manila
» KPK Terima 58 Laporan Gratifikasi Lebaran, Total Rp62,8 Juta
» RK: Jangan Tergoda Ideologi Agama yang Buat Terbelah
» Kasus George Floyd, Beyonce Sebut Putus Asa dengan Rasisme AS
» New Normal, Hiburan Malam di Batam Wajib Patuh Protokol Covid
» Hasil Autopsi George Floyd Mengarah kepada Tindak Pembunuhan

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds