Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
7 Jenis Pekerjaan yang Muncul Akibat Pandemi Corona | Wagub DKI: Potensi Penularan Corona Saat New Normal Lebih Tinggi | 3 Pejabat yang Minta New Normal Sekolah Ditunda karena Pandemi | Penasihat Trump Berbeda Soal Demonstrasi Rusuh George Floyd | Ketegangan di AS Meningkat, Harga Emas Diprediksi Kian Melesat | Pemprov DKI Belum Siapkan Skema New Normal di Sekolah | Din Syamsuddin Sebut 3 Syarat Pemakzulan Presiden, Apa Saja? | Iran Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19, Kenapa? | Hasil Liga Jerman: Cologne Vs Leipzig 2-4, Timo Werner Cetak Gol | Jadwal Liga Italia: FIGC Bicara Peluang Laga Dihadiri Penonton | New Normal Salat di Masjid, Ini Protokol DMI | Sutan Zico Nikmati Pemusatan Latihan Virtual Timnas U-19 | Filipina Aktif Pasca Pelonggaran Lockdown Corona, seperti Apa? | Nurhadi dan Jejak Perkara di Mahkamah Agung | Anies Baswedan Libatkan Pakar Bahas Masa Transisi New Normal | Penumpang Sepi, Wings Air Belum akan Terbang ke Aceh | Proyek Konstruksi Mangkrak, Kinerja BUMN Karya Diprediksi Melorot | Kenormalan Baru, DMI Perbolehkan Buka Masjid Kembali | Pengedar yang Suplai Ganja untuk Dwi Sasono Masih Diburu Polisi | Menpan RB Meminta ASN Beradaptasi dengan New Normal dalam Bekerja | Berinvestasi di Era New Normal, Instrumen Apa yang Cocok? | Akhir Pelarian Nurhadi dan Cerita Uang Diguyur di Kloset | New Normal, Wagub DKI Ingatkan Warga Tak Euforia Keluar Rumah | Kata BMKG, Cuaca Jakarta Cerah Sepanjang Hari Ini | Investor Mulai Optimistis, Bursa Saham Eropa Menguat | Nurhadi Tertangkap, KPK: Bukti Bahwa Kami Terus Bekerja | Dikabarkan PHK Sejumlah Pilot, Ini Penjelasan Bos Garuda | Tangkap Nurhadi dan Menantunya, KPK Gandeng Polri | Pengemudi Ojek Online Batalkan Rencana Demo di Depan Istana | KPK Tangkap Nurhadi Eks Sekretaris MA | Ade Armando Jelaskan Postingan Muhammadiyah Gulirkan Pemakzulan | Din Syamsuddin Bicara Tiga Syarat Pemakzulan Presiden | Lockdown, Restoran Ini Gulung Tikar Setelah 84 Tahun Beroperasi | Duel Panas Toyota Fortuner Vs Mitsubishi Pajero Sport | 5 Zodiak yang Terlahir jadi Orang Kaya, Pandai Cari Uang | Denny Indrayana: Secara Politik Jokowi Sulit Dimakzulkan | Ditarik Terawan ke Kemenkes, Dekan FK UPN: Saya Tak Tahu Kenapa | Kantor Polisi di Kalimantan Selatan Diserang, Satu Personel Tewas | Polisi New York Berlutut untuk Solidaritas kepada George Floyd | TNI Tanggapi Cuitan Veronica Koman soal Pemberitaan Media | Gaya Zaskia Gotik saat Menikah secara Negara, Gamis Dusty Pink | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Nama Hasto Muncul dalam Dakwaan Kasus Suap Wahyu Setiawan | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 2 April 2020 13:40 WIB

Nama Hasto Muncul dalam Dakwaan Kasus Suap Wahyu Setiawan | Berita Tempo Hari Ini

Tersangka mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Wahyu menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024. TEMPO/Imam Sukamto

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Nama Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto hanya disebut satu kali dalam surat dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tersangka kasus suap Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.

Dalam surat dakwaan untuk kader PDIP Saeful Bahri itu, disebutkan bahwa Hasto memerintahkan kuasa hukum PDIP untuk menyurati KPU agar menunjuk Harun Masiku menjadi anggota DPR lewat jalur pergantian antarwaktu.

“Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP meminta Donny Tri Istiqomah selaku penasihat hukum PDIP untuk mengajukan surat permohonan ke KPU RI,” dikutip dari surat dakwaan jaksa KPK yang telah dibacakan, Kamis, 2 April 2020.

Menurut jaksa, perintah Hasto bermula dari rapat pleno PDIP pada Juli 2019. Rapat itu memutuskan bahwa Harun Masiku ditetapkan menjadi caleg terpilih pengganti Nazarudin Kiemas.

Nazarudin adalah caleg PDIP terpilih dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, meski sudah meninggal sebelum Pemilu 2019. Berdasarkan hasil pleno, PDIP meminta KPU melimpahkan suara yang diperoleh Nazarudin kepada Harun. Nazurdin memperoleh 34.276

“Dengan alasan meskipun telah dicoret oleh KPU dari DCT Dapil Sumsel I (meninggal dunia),  namun Nazarudin Kiemas sebenarnya mendapat perolehan suara sejumlah 34.276,” kata jaksa. Setelah itu, nama Hasto tak disinggung lagi.

Sedangkan berdasarkan penelusuran Majalah Tempo, Hasto diduga memiliki peran yang lebih besar dalam  perkara suap kepada Wahyu. Menurut sumber Majalah Tempo, pada 16 Desember 2019, Hasto diduga memberikan Rp 400 juta kepada Saeful melalui Donny Tri Istiqomah. Selain itu, Saeful diduga juga melaporkan ke Hasto saat menerima uang suap untuk Wahyu dari Harun.

Dalam berbagai kesempatan, Hasto membantah terlibat dalam suap tersebut. “Ada yang memframing saya menerima dana, ada yang memframing bahwa saya diperlakukan sebagai bentuk penggunaan kekuasaan itu secara sembarangan,” kata dia pada 8 Januari 2020.

Adapun dalam perkara ini, Saeful disebut menyuap Wahyu Rp 600 juta. Suap diberikan agar Wahyu membantu Harun Masiku terpilih menjadi anggota DPR lewat jalur PAW. Menurut jaksa, dua surat yang dikirim oleh PDIP ke KPU agar memilih Harun tak dikabulkan. KPU kukuh melantik kader PDIP lainnya, Riezky Aprilia untuk menggantikan Nazarudin. Karena itulah, Harun dan Saeful menyuap Wahyu untuk membantunya.



Nama Hasto Muncul dalam Dakwaan Kasus Suap Wahyu Setiawan | Bang Naga | on Kamis, 2 April 2020 13:40 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Nama Hasto Muncul dalam Dakwaan Kasus Suap Wahyu Setiawan
Description: Nama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto muncul dalam dakwaan kasus suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1326991/nama-hasto-muncul-dalam-dakwaan-kasus-suap-wahyu-setiawan.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Live Streaming Touch Your Heart Episode 12 di Trans TV
» Liga Inggris Berencana Gunakan Suara Penonton Video Game
» Kasus Positif Corona di Jatim Hampir Sentuh 5.000 Orang
» UNDP, WHO, IOM Kirim Ventilator untuk Indonesia Tangani Covid
» Kasus Corona Melonjak, Filipina Tetap Cabut Lockdown Manila
» KPK Terima 58 Laporan Gratifikasi Lebaran, Total Rp62,8 Juta
» RK: Jangan Tergoda Ideologi Agama yang Buat Terbelah

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds