Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Demo George Floyd Panas, Video Pebasket Hajar Pria Jadi Viral | Daftar Negara yang Ramai-Ramai Menolak Turis Amerika Serikat | Dwi Sasono Ditangkap, Widi Mulia Matikan Kolom Komentar IG Mereka | 1,1 Juta Pelaku Perikanan Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Tunai | Sepanjang Mei Muncul 2.989 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta | Hasto PDIP: Pancasila Bertentangan dengan Kapitalisme - Marxisme | Epidemiolog Paparkan Alasan Kurva Covid-19 Belum Landai pada Mei | Protes Kematian George Floyd Menyebar juga ke Eropa | Riza Patria Ngobrol Bareng Tempo Jawab Tantangan New Normal dan Masa Depan DKI | Kantor Polisi di Kalimantan Selatan Diserang, Satu Personel Tewas | Ketua KPK Firli Bahuri: Korupsi Khianati Nilai Pancasila | Michael Jordan Tanggapi Kasus George Floyd: Sedih, Sakit, Marah.. | RI Belum Bisa Swasembada Garam, Apa Sebabnya? | Valencia Kecam Gasperini karena Dampingi Tim Saat Kena Covid-19 | Akademikus Unair Kritik Perpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme | Indikator Tempo, Masyarakat Tak Setuju Penerapan New Normal | Kemenhub Bahas Tuntutan Ojek Online Beroperasi Usai PSBB | Satu Tahun Ani Yudhoyono Meninggal, AHY dan Ibas Mengenang Rindu | 5.094 Unit Mitsubishi Pajero Kena Recall di Cina | Jadwal Liga Spanyol Mulai 11 Juni, Ini Lawan Barcelona dan Madrid | Jokowi: Situasi Sulit Masih Kita Hadapi Tahun Ini dan Tahun Depan | Ditarik Terawan, Dekan FK UPN Veteran: Saya Serahkan ke Rektor | Hari Pancasila, Kapolri Ajak Masyarakat Disiplin Saat New Normal | Kebakaran di Menteng, 24 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan | Sebanyak 20 Pemudik di Lenteng Agung Ditemukan Tak Punya SIKM | UII akan Laporkan Teror Pembicara 'Pemberhentian Presiden' | BIN Sebut Surabaya Perlu Jadi Prioritas untuk Putus Rantai Covid | Arab Saudi Kembali Buka 90.000 Masjid Setelah Lockdown Dua Bulan | Persaingan Aplikasi, Telegram Kembangkan Reaksi Pesan Gambar Hati | Arus Balik, Kemenhub Klaim Lalu Lintas Semarang - Jakarta Lengang | Tradisi Lebaran Ketupat, Begini Filosofi Ketupat Keraton Cirebon | Jokowi: Dalam Menghadapi Ujian, Pancasila adalah Bintang Penjuru | Iman Brotoseno Surati Sri Mulyani Soal Tunjangan Kinerja TVRI | Istri Wali Kota Tidore Kepulauan Meninggal karena Covid-19 | Masih Belajar di Rumah, Pemerintah Tak Ingin Sekolah Jadi Klaster | Gasperini, Antara Deraan Covid-19 dan Euforia Liga Champions | Jokowi Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Daring | Insiden Drone, Meghan Markle Sewa Keamanan Rp 126 Juta Sehari | Sebanyak 2.102 Pasien Covid-19 di Jakarta Sembuh | Dosen UII Pemateri 'Pemberhentian Presiden' Juga Diancam Dibunuh | Begini Unair Siapkan Skema New Normal dalam Perkuliahan | Kupatan Kendeng, Meriah Tapi Terasa Berbeda Saat Pandemi | Polisi India Menangkap 2 Pelaku Penyelundup Narkoba Total 50 Kg | Koalisi: Teror Diskusi adalah Kemunduran Demokrasi era Jokowi | Duel Panas Toyota Fortuner Vs Mitsubishi Pajero Sport | Jadon Sancho Persembahkan Golnya untuk George Floyd | Ditarik Terawan ke Kemenkes, Dekan FK UPN: Saya Tak Tahu Kenapa | Banyak Pemain Muda Barito Dipanggil Timnas, Ini Tanggapan Djanur | Cegah Kolesterol Tinggi, Perbaiki Pola Makan dengan Ini | Rokok Lebih Bahaya pada Wanita? Cek 11 Risikonya Menurut Dokter | Tahun Ini UTBK dan SBMPTN Berbarengan, Pendaftaran Mulai Besok | Mulai Produksi, Ferrari Tes Kesehatan Keluarga Karyawan | Kebakaran Jembatan Merah Bogor, 14 Mobil Damkar Dikerahkan | Cerita Terawan VS Eks Ketua MKEK IDI yang Jadi Dekan UPN Veteran | Lagi, Wartawan Afganistan Tewas Jadi Sasaran Bom | Kemenko Maritim: Ekspor Benih Lobster Tak Boleh Jor-joran | Kebakaran Jembatan Merah Bogor, Bima Arya Pimpin Pemadaman | Pemerintah Umumkan Nasib Ibadah Haji Sebelum 5 Juni | Tyson Fury Incar Rekor Kontrak Terbesar dalam Sejarah Tinju Dunia | Kenali 10 Penyebab Sakit Kepala, Ada Hipertensi Dan Kurang Tidur | Jokowi Minta Kurva Covid-19 Mulai Turun Pada Mei, Ini Faktanya | New Normal, Bima Arya Prioritaskan Dibukanya Kembali Rumah Ibadah | Lockdown, Restoran Ini Gulung Tikar Setelah 84 Tahun Beroperasi | Bos Baru TVRI Surati Sri Mulyani Soal Rapel Tukin Karyawan | Liga Jerman: Dortmund Menang Besar, Jadon Sancho Torehkan 2 Rekor | Kemendagri Tegaskan Tak Ada Larangan ASN Naik Ojek Online | PBNU Terbitkan Protokol New Normal di Masjid, Simak Isinya | Risiko Kebiasaan Minum Teh saat Hamil, Awas Kelebihan Kafein | Ulang Tahun ke-50, Erick Thohir: Penuh Makna dan Istimewa | Ketua KOI Tuntut Kreativitas Pembinaan Atlet di Tengah New Normal | Pemerintah Sebut Belum Ada Rencana Buka Sekolah Sampai September | MotoGP: Jorge Lorenzo Juarai Balapan Virtual di Silverstone | Bersiap New Normal, Warga Jaksel Gotong Royong Bersihkan Masjid | Hingga H+5 Lebaran, 362 Ribu Kendaraan Bergerak ke Arah Jakarta | Apartemen Bintang Manchester City Kebobolan, 3 Arloji Mewah Raib | 3 Bintang Bundesliga Ikut Tuntut Keadilan Untuk George Floyd | Bundesliga: Jadon Sancho Hat-trick, Borussia Dortmund Menang 6-1 | Pemain Muda Fiorentina Ini Ungkap Alasannya Tolak Liverpool | Nilai Syahrini Pojokkan Luna Maya, Netizen Beri Dukungan | Dicopot Terawan, Masa Jabatan Dekan FK UPN Veteran Masih 2 Tahun | Lockdown, Restoran Ini Gulung Tikar Setelah 84 Tahun Beroperasi | 3 Jawaban WHO tentang Kebiasaan Merokok dan Infeksi Covid-19 | Rektor Minta Terawan Tunda Pencopotan Dekan FK UPN Veteran | Tak Cuma di Paru-paru, Ini Gejala Virus Corona Infeksi Organ Lain | Annisa Pohan Tunjukkan Parsel Raksasa Lebaran 2020, SBY Terkesan | Ditarik Terawan ke Kemenkes, Dekan FK UPN: Saya Tak Tahu Kenapa | Status Khusus Hong Kong Dicabut AS, Ini Imbasnya Bagi Turis | Tanah Longsor Sempat Timbun Jalan Tol Semarang-Solo Km 426 | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Peraturan Pemerintah PSBB Dinilai Tak Tegas | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 1 April 2020 11:38 WIB

Peraturan Pemerintah PSBB Dinilai Tak Tegas | Berita Tempo Hari Ini

Pekerja menyemprotkan desinfektan pada kerabat korban Virus Corona selama pemakaman di Jakarta, 31 Maret 2020. Dalam prosesi pemakaman jenazah korban Virus Corona, petugas pemakaman harus mengenakan alat pelindung diri untuk petugas kesehatan, semacam jas hujan plastik. REUTERS/Willy Kurniawan

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Sejumlah pengamat menilai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Corona tidak tegas. Selain itu, mereka melihat aturan ini tak secara detail mengatur teknis pelaksanaan kebijakan. Akibatnya, menimbulkan kebingungan bagi masyarakat.

Pusat Studi Hukum Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (PSHK FH UII), misalnya, menilai materi muatan PP 21/2020 baru sebatas mengatur prosedur penetapan PSBB melalui kewenangan Pemerintah Daerah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), dan Pemerintah Pusat.

"Sedangkan pengaturan mengenai teknis pelaksanaan tindakan pemerintah yang seharusnya diatur, justru tidak diatur," ujar Peneliti PSHK FH UII, Addi Fauzani lewat keterangan tertulis pada Rabu, 1 April 2020.

Menurut Addi, PP ini seharusnya mengatur lebih tegas mengenai penutupan akses suatu wilayah, penjagaan keamanan dan pembatasan akses keluar dan masuk wilayah, serta penyediaan pelayanan kesehatan secara ketat pada suatu wilayah.

Kemudia, PP soal Pembatasan Sosial Berskala Besar juga harus mengatur tata cara pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pada suatu wilayah, dan prosedur-prosedur lain yang terukur, sistematis, dan tegas guna menangani wabah COVID-19 pada suatu wilayah tertentu.

"PP ini terlalu umum. Kebijakan PSBB ini kan sebenarnya selama ini telah dilaksanakan oleh segenap jajaran Pemerintah Republik Indonesia sesuai UU Kekarantinaan Kesehatan," ujar Addi.

Selain itu, kata dia, PSBB menurut UU Kekarantinaan Kesehatan juga tidak memiliki konsekuensi hukum yang lebih tegas dan lebih menjamin serta mengakomodasi pemenuhan hak-hak rakyat dibanding kebijakan karantina wilayah.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menyebut, seharusnya pemerintah mengeluarkan satu lagi peraturan pemerintah yang menjelaskan teknis tentang Tata Cara Penetapan Kedaruratan Masyarakat.

"Jika tidak ada PP ini, penetapan bisa sewenang-wenang. Padahal penetapan atau deklarasi suatu kondisi khusus diperlukan agar tidak jadi sewenang-wenang dan disalahgunakan," ujar Asfi.



Peraturan Pemerintah PSBB Dinilai Tak Tegas | Bang Naga | on Rabu, 1 April 2020 11:38 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Peraturan Pemerintah PSBB Dinilai Tak Tegas
Description: Sejumlah pengamat menilai PP tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak tegas.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1326470/peraturan-pemerintah-psbb-dinilai-tak-tegas.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Hari Lahir Pancasila Menggema di Media Sosial
» 7 Perawat Positif Corona, 4 Puskesmas di Ambon Ditutup
» 17 Ribu Izin Operasional Industri Terbit di Tengah Corona
» Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Homeschooling Anak
» Pencapaian SpaceX Dinilai Tinggalkan Perang Dingin AS-Rusia
» Bundesliga dan George Floyd: 4 Pemain Muda Ikut Protes
» Gelombang Keprihatinan dan Duka Akibat Kematian George Floyd

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds