Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
New Normal, Polda Metro Jaya Siapkan 3.987 Personel | Sultan HB X Perpanjang Masa Darurat Covid Yogyakarta Sampai Juni | Djarot Minta Pemerintah Belajar dari Vietnam untuk Tekan Covid-19 | 9.327 Kerumunan Dibubarkan Selama PSBB Surabaya dan Malang Raya | New Normal di Jakarta, Polda Metro Jaya Tunggu Pemprov DKI | Masjid Raya Hasyim Asyari Siap Isolasi Pemudik tanpa SIKM | Pelatihan Kartu Prakerja Diharapkan Beri Materi Hadapi New Normal | DKI Tetapkan Hari Pertama Masuk Sekolah 13 Juli | Polri: Pelibatan Polisi di New Normal Agar Masyarakat Disiplin | BPTJ: Penyekatan Arus Balik Berlangsung Hingga 7 Juni 2020 | Gubernur Yakin Kepri Bebas Corona Juli 2020 | PSBB Berakhir Mei, Mal di Malang Siap Beroperasi Juni | The Jakarta Post Klarifikasi Soal Isu Sayonara | Tafsir Bebas Kehidupan Sigmund Freud | PGN Siap Laksanakan Skenario New Normal | Alasan Erick Thohir Rampingkan Komisaris dan Direksi PTPN | Kemenhub Evaluasi Pengurusan SIKM | Daftar 25 Kabupaten dan Kota yang Disiapkan Menuju New Normal | Eggi Sudjana Alami Kecelakaan di Bogor, Polisi: Karena Mengantuk | 5 Cara Mudah Bedakan Madu Asli dan Palsu, Pakai Lilin dan Koran | Presiden Xi Jinping Minta Tentara Cina Siap Perang | Hawa Gerah Hampir Sepekan, BMKG: Fenomena Menjelang Kemarau | Mamah Dedeh Dikabarkan Meninggal, Begini Tanggapan Keluarga | Potret New Normal di Jepang Sehari Setelah Darurat Corona Dicabut | New Normal di Mal, Ini Lima Aturan yang Wajib Ditaati | Wuling Victory Bisa Menjadi Pesaing Toyota Kijang Innova | Putri Mamah Dedeh Kabarkan Ibunya dalam Kondisi Sehat | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Dokter Paru RS Persahabatan Sebut Masker Kain Kurang Efektif | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 1 April 2020 11:38 WIB

Dokter Paru RS Persahabatan Sebut Masker Kain Kurang Efektif | Berita Tempo Hari Ini

Sejumlah warga berebut saat pembagian masker dan cairan pembersih tangan gratis di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020. Kegiatan pembagian masker dan cairan pembersih tangan ini di selenggarakan oleh Ditkrimum Polda Metro Jaya dan beberapa artis nasional yang bertujuan untuk antisipasi penyebaran Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan Erlina Burhan menyebutkan penggunaan masker kain ternyata kurang efektif mencegah penularan virus corona COVID-19. Masker kain hanya bisa digunakan sebagai pilihan terakhir bagi tenaga medis.

"Kenapa? Karena masker kain tidak bisa memproteksi masuknya semua partikel dan ini tidak disarankan bagi tenaga medis. 40 hingga 90 persen partikel bisa menembus masker. Idealnya dikombinasikan dengan penutup wajah," ujar Erlina dalam keterangan pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu 1 April 2020.

Menurut dia, terdapat sejumlah mekanisme penularan virus corona, dua di antaranya melalui droplet dan airbone (partikel kecil yang terbawa udara).

Masker kain ini memang memiliki perlindungan dari droplet, meski kecil. Tingkat perlindungan bagi partikel droplet ukuran tiga mikron hanya 10 sampai 60 persen. Jadi masih tergolong tinggi potensi penularannya.

"Masker kain, perlindungan terhadap droplet ada, tapi tidak ada perlindungan terhadap aerosol atau partikel yang airbone," kata dia.

Meski begitu, kata dia, pengunaan masker kain ini bisa digunakan sebagai pilihan terakhir jika ketersediaan masker bedah sudah sangat langka di pasaran.

Tapi itu pun dengan catatan, bahwa yang wajib menggunakan masker bedah adalah orang sakit dan tenaga medis, Sementara masyarakat sehat dapat menggunakan masker bedah jika keluar rumah atau merawat orang sakit.

"Kalau orang sehat memborong dan memakai (masker bedah) maka ketersediaan masker ini tidak ada lagi bagi tenaga kesehatan maupun orang sakit, dan ini berbahaya kalau orang sakit tidak ada akses terhadap masker bisa jadi orang sakit ini jadi sumber penularan kita semua," kata dia.

Masker bedah memang efektif mencegah partikel airbone ukuran 0,1 mikron dari 30 hingga 95 persen. Namun masih memiliki kelemahan yakni tidak bisa menutupi permukaan wajah secara sempurna terutama di sisi samping kiri dan kanan masker.

"Dan kelemahan lainnya hanya bisa digunakan sekali pakai," kata dokter RS Persahabatan itu.

Dibandingkan masker kain dan masker bedah, masker N95 memiliki tingkat efektivitas pencegahan penularan mencapai 95 persen. Namun masker ini tidak boleh dipakai oleh sembarang orang dan menjadi protokol wajib tenaga kesehatan yang harus berkontak langsung dengan pasien penderita. "N95, masker ini mempunyai proteksi yang baik untuk droplet dan juga memiliki proteksi aerosol. Makanya dianjurkan oleh tenaga medis, bukan masyarakat, dan efektivitasnya cukup tinggi partikel ukuran 0,1 mikron aerosol sampai 95 persen," kata dokter paru itu.



Dokter Paru RS Persahabatan Sebut Masker Kain Kurang Efektif | Bang Naga | on Rabu, 1 April 2020 11:38 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Dokter Paru RS Persahabatan Sebut Masker Kain Kurang Efektif
Description: Masker kain hanya bisa digunakan sebagai pilihan terakhir bagi tenaga medis karena 40 hingga 90 persen partikel bisa menembus masker. .
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1326469/dokter-paru-rs-persahabatan-sebut-masker-kain-kurang-efektif.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Bayi Positif Corona di Batam Meninggal Dunia
» Semua Santri Klaster Temboro Asal Aceh Sembuh dari Corona
» Satu Jurnalis di Sumsel Positif Corona
» VIDEO: Masjid di Turki Disemprot Disinfektan Sebelum Dibuka
» Polda Jatim Perketat Perbatasan Cegah Arus Balik ke Jakarta
» Gubernur Sumut soal New Normal: Kita Ikuti, Tapi Dikaji Dulu
» Biglia: Messi Bisa Dibuat Seperti 'The Last Dance' Jordan

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds