Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Masih Belajar di Rumah, Pemerintah Tak Ingin Sekolah Jadi Klaster | Gasperini, Antara Deraan Covid-19 dan Euforia Liga Champions | Jokowi Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Daring | Insiden Drone, Meghan Markle Sewa Keamanan Rp 126 Juta Sehari | Sebanyak 2.102 Pasien Covid-19 di Jakarta Sembuh | Dosen UII Pemateri 'Pemberhentian Presiden' Juga Diancam Dibunuh | Begini Unair Siapkan Skema New Normal dalam Perkuliahan | Kupatan Kendeng, Meriah Tapi Terasa Berbeda Saat Pandemi | Polisi India Menangkap 2 Pelaku Penyelundup Narkoba Total 50 Kg | Koalisi: Teror Diskusi adalah Kemunduran Demokrasi era Jokowi | Duel Panas Toyota Fortuner Vs Mitsubishi Pajero Sport | Jadon Sancho Persembahkan Golnya untuk George Floyd | Ditarik Terawan ke Kemenkes, Dekan FK UPN: Saya Tak Tahu Kenapa | Banyak Pemain Muda Barito Dipanggil Timnas, Ini Tanggapan Djanur | Cegah Kolesterol Tinggi, Perbaiki Pola Makan dengan Ini | Rokok Lebih Bahaya pada Wanita? Cek 11 Risikonya Menurut Dokter | Tahun Ini UTBK dan SBMPTN Berbarengan, Pendaftaran Mulai Besok | Mulai Produksi, Ferrari Tes Kesehatan Keluarga Karyawan | Kebakaran Jembatan Merah Bogor, 14 Mobil Damkar Dikerahkan | Cerita Terawan VS Eks Ketua MKEK IDI yang Jadi Dekan UPN Veteran | Lagi, Wartawan Afganistan Tewas Jadi Sasaran Bom | Kemenko Maritim: Ekspor Benih Lobster Tak Boleh Jor-joran | Kebakaran Jembatan Merah Bogor, Bima Arya Pimpin Pemadaman | Pemerintah Umumkan Nasib Ibadah Haji Sebelum 5 Juni | Tyson Fury Incar Rekor Kontrak Terbesar dalam Sejarah Tinju Dunia | Kenali 10 Penyebab Sakit Kepala, Ada Hipertensi Dan Kurang Tidur | Jokowi Minta Kurva Covid-19 Mulai Turun Pada Mei, Ini Faktanya | New Normal, Bima Arya Prioritaskan Dibukanya Kembali Rumah Ibadah | Lockdown, Restoran Ini Gulung Tikar Setelah 84 Tahun Beroperasi | Bos Baru TVRI Surati Sri Mulyani Soal Rapel Tukin Karyawan | Liga Jerman: Dortmund Menang Besar, Jadon Sancho Torehkan 2 Rekor | Kemendagri Tegaskan Tak Ada Larangan ASN Naik Ojek Online | PBNU Terbitkan Protokol New Normal di Masjid, Simak Isinya | Risiko Kebiasaan Minum Teh saat Hamil, Awas Kelebihan Kafein | Ulang Tahun ke-50, Erick Thohir: Penuh Makna dan Istimewa | Ketua KOI Tuntut Kreativitas Pembinaan Atlet di Tengah New Normal | Pemerintah Sebut Belum Ada Rencana Buka Sekolah Sampai September | MotoGP: Jorge Lorenzo Juarai Balapan Virtual di Silverstone | Bersiap New Normal, Warga Jaksel Gotong Royong Bersihkan Masjid | Hingga H+5 Lebaran, 362 Ribu Kendaraan Bergerak ke Arah Jakarta | Apartemen Bintang Manchester City Kebobolan, 3 Arloji Mewah Raib | 3 Bintang Bundesliga Ikut Tuntut Keadilan Untuk George Floyd | Bundesliga: Jadon Sancho Hat-trick, Borussia Dortmund Menang 6-1 | Pemain Muda Fiorentina Ini Ungkap Alasannya Tolak Liverpool | Nilai Syahrini Pojokkan Luna Maya, Netizen Beri Dukungan | Terawan Copot Mantan Ketua MKEK IDI sebagai Dekan di UPN Veteran | Menghadapi Mike Tyson, Anthony Joshua: Menang Pun Akan Diejek | Ikatan Dokter Anak Anjurkan Sekolah Ditutup Hingga Desember 2020 | Dicopot Terawan, Masa Jabatan Dekan FK UPN Veteran Masih 2 Tahun | 3 Jawaban WHO tentang Kebiasaan Merokok dan Infeksi Covid-19 | Rektor Minta Terawan Tunda Pencopotan Dekan FK UPN Veteran | Syahrini dan Reino Barack akan Laporkan Akun Penggemar Luna Maya? | Annisa Pohan Tunjukkan Parsel Raksasa Lebaran 2020, SBY Terkesan | Tantenya Meninggal karena Covid, Maia Estianty: Jangan Diremehkan | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Karantina Wilayah, Warga Tegal Sebut Kemacetan Terjadi di Gang | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 1 April 2020 08:46 WIB

Karantina Wilayah, Warga Tegal Sebut Kemacetan Terjadi di Gang | Berita Tempo Hari Ini

Sejumlah kendaraan melintas di jalur Pantura yang dialihkan ke Jalur Lingkar Utara (jalingkut) Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 27 Maret 2020. Pemerintah Kota Tegal memberlakukan lokal lockdown dengan menutup 50 titik jalur masuk ke Kota Tegal. ANTARA/Oky Lukmansyah

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Seorang warga Kelurahan Randugunting, Kota Tegal, Firman, menceritakan penumpukan arus sepeda motor justru terjadi di Gang Kasuari di samping rumahnya, akibat penutupan jalan-jalan besar. Pemerintah Kota Tegal memang memberlakukan karantina wilayah dengan cara menutup jalan-jalan besar demi mencegah penyebaran virus corona mulai Senin lalu, 30 Maret 2020 hingga 30 Juli 2020.

Firman pun menilai karantina kota ini belum maksimal. "Imbasnya mengalihkan beban pengendara jalan ke gang-gang di kampung kami, memang sementara ini motor yang lewat," kata Firman kepada Tempo, Selasa malam, 31 Maret 2020.

Firman mengatakan lebar gang di samping rumahnya hanya sekitar 1 meter. Selama dua hari belakangan, gang tersebut berjubel dengan sepeda motor. Bukan hanya suara riuh, asap kendaraan, dan debu jalanan, para pengendara itu juga berteriak-teriak lantaran berebutan melintas dari dua arah.

Firman mengatakan, gang sepanjang sekitar 100 meter itu memang bukan jalan lurus. Ada sedikit kelokan sehingga orang dari dua ujungnya tak bisa melihat satu sama lain.

"Ini sangat mengganggu, suara keras, teriak-teriak, enggak nyaman untuk istirahat dan sebagainya. Jalanan itu mestinya tidak untuk beban banyak karena memang gang kecil," kata pria berusia 40 tahun ini.

Firman mengatakan warga sempat berinisiatif menutup gang. Namun mereka menyadari ada pula orang-orang yang punya kepentingan untuk melintas, seperti pedagang dengan gerobak yang akan berjualan.

Ia pun meminta pemerintah Kota Tegal memperhatikan hal ini. Firman mengusulkan agar Jalan Raya Merpati yang menuju Jalan KS Tubun tak ditutup total. Menurut dia, perlu dibuka satu jalur kecil untuk kendaraan bermotor.

"Taruhlah kasih lubang satu untuk kendaraan bermotor. Toh sama saja, sekarang di sana ditutup, mereka cari jalan tikus, nambah permasalahan baru," ujar dia.

Jika Jalan Merpati tak bisa dibuka sedikit untuk akses, Firman meminta pemerintah menempatkan petugas pengatur lalu lintas di Gang Kasuari. Dia mengatakan, warga tak sanggup jika selama empat bulan ke depan harus mengatur sendiri lalu lintas di gang tersebut. "Kami punya inisiatif seperti itu, tapi harus bertahan berapa lama, orang sudah capek bekerja," ujar dia.

Pemerintah Kota Tegal memberlakukan penutupan akses keluar masuk wilayah kota dengan menutup 50 ruas jalan. Hanya Jalan Mayjen Sutoyo satu-satunya yang tidak ditutup. Penutupan akses untuk karantina kota ini akan berlangsung hingga 30 Juli mendatang. Wali Kota Tegal Dedi Yon Supriyono sebelumnya mengatakan, karantina kota tersebut demi melindungi warga Tegal dari ancaman penyebaran virus corona.



Karantina Wilayah, Warga Tegal Sebut Kemacetan Terjadi di Gang | Bang Naga | on Rabu, 1 April 2020 08:46 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Karantina Wilayah, Warga Tegal Sebut Kemacetan Terjadi di Gang
Description: Seorang warga Tegal bercerita bahwa kemacetan malah terjadi di gang akibat karantina wilayah yang menutup jalan-jalan besar.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1326378/karantina-wilayah-warga-tegal-sebut-kemacetan-terjadi-di-gang.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» FOTO: Pesta Gol di Paderborn vs Dortmund
» Lawan Corona, Thailand Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp874 T
» Kisruh Mobil Lab dan Anjuran Berdamai untuk Khofifah-Risma
» Van Dijk Nyaris Meninggal Hingga MotoGP Mulai 19 Juli
» 40 Kota, 15 Negara Bagian AS Terapkan Jam Malam Hadapi Aksi
» Hacker Anonymous Tebar Ancaman Terkait Kasus George Floyd AS
» Paderborn vs Dortmund, Bundesliga Paling Sopan Sejak 2004

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds