Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
New Normal di Jakarta, Polda Metro Jaya Tunggu Pemprov DKI | Masjid Raya Hasyim Asyari Siap Isolasi Pemudik tanpa SIKM | Pelatihan Kartu Prakerja Diharapkan Beri Materi Hadapi New Normal | DKI Tetapkan Hari Pertama Masuk Sekolah 13 Juli | Polri: Pelibatan Polisi di New Normal Agar Masyarakat Disiplin | BPTJ: Penyekatan Arus Balik Berlangsung Hingga 7 Juni 2020 | Gubernur Yakin Kepri Bebas Corona Juli 2020 | PSBB Berakhir Mei, Mal di Malang Siap Beroperasi Juni | The Jakarta Post Klarifikasi Soal Isu Sayonara | Tafsir Bebas Kehidupan Sigmund Freud | PGN Siap Laksanakan Skenario New Normal | Alasan Erick Thohir Rampingkan Komisaris dan Direksi PTPN | Kemenhub Evaluasi Pengurusan SIKM | Daftar 25 Kabupaten dan Kota yang Disiapkan Menuju New Normal | Eggi Sudjana Alami Kecelakaan di Bogor, Polisi: Karena Mengantuk | 5 Cara Mudah Bedakan Madu Asli dan Palsu, Pakai Lilin dan Koran | Presiden Xi Jinping Minta Tentara Cina Siap Perang | Hawa Gerah Hampir Sepekan, BMKG: Fenomena Menjelang Kemarau | Mamah Dedeh Dikabarkan Meninggal, Begini Tanggapan Keluarga | Potret New Normal di Jepang Sehari Setelah Darurat Corona Dicabut | New Normal di Mal, Ini Lima Aturan yang Wajib Ditaati | Wuling Victory Bisa Menjadi Pesaing Toyota Kijang Innova | Putri Mamah Dedeh Kabarkan Ibunya dalam Kondisi Sehat | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pandemi Corona Bikin Cemas dan Sulit Tidur, Ini Saran Psikiater | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 1 April 2020 09:05 WIB

Pandemi Corona Bikin Cemas dan Sulit Tidur, Ini Saran Psikiater | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi tidur. Unsplash.com/Kinga Cichewicz

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Di masa pandemi corona dan semua orang dianjurkan di rumah saja, banyak orang yang mengalami perubahan siklus harian, termasuk jam tidur. Pernahkah Anda mengalami susah tidur atau insomnia di masa-masa tak menentu begini? 

Jika gangguan tidak bisa tidur meresahkan, artinya kecemasan telah menguasai Anda. Menurut spesialis kedokteran jiwa Jiemi Ardian, hal pertama yang bikin kita kurang tidur ialah rasa takut kurang istirahat, disebut dengan cemas antisipasi. 

"Nah mau diminumin obat kalau kita masih berpikir dengan pola yang sama, 'Aduh gimana nih nanti kalau susah tidur sistem imunnya.' Itu yang akan bikin susah tidur, yang jadi biang masalahnya," ucap Jiemi melalui kanal YouTubenya, Jumat, 27 Maret 2020.

Lalu, langkah apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah kurang tidur tersebut? Pertama, perlu dibenahi dulu pola pikir kita, mulailah berpikir bahwa masa depan itu tidak ada yang pasti dan kita hanya mengetahui masa kini.

"Betapa pun usaha kita mengendalikan masa depan itu tetap tidak pasti. Ya sudah belajar dilepaskan. Tapi bagaimana melepasnya kalau pikiran saya tetap mikirin itu? Betul pikiran kita memang liar, kita tidak bisa kendalikan dengan mudah. Satu satunya cara untuk otak-atik pikiran adalah memikirkan hal tersebut," jelas Jiemi.

Kita geser kemana pikiran? Jiemi menyarankan agar mulai berpikir hal yang netral, misalnya besok mau makan apa atau memikrikan tadi pagi sarapan berapa sendok, pisang yang dimakan tadi kalorinya berapa, sesuatu yang sifatnya membuat pikiran kita nggak kemana-mana dan biasa saja. Apa pun terserah, yang penting geser pikiran antisipasi tadi ke hal-hal yang berisfat netral. 

Kedua, lakukan sleep hygiene, mulai dari lampu mati, tidak boleh tidur sambil lihat TV atau HP 30 menit sebelum tidur, suhu 3 derajat di bawah suhu ruangan. Pilih juga kasur yang membuat kita lebih nyaman, entah itu yang lebih keras atau empuk. 

Lalu jika rasa kantuk sudah datang, Anda bisa mencoba tiduran. "Kalau tidak bisa tidur satu jam setelah berada di kasur, jangan memaksakan diri untuk tidur tapi turun dan bergerak," ucapnya.

Lakukan aktivitas ringan, tapi jangan main ponsel karena itu justru bisa mengganggu tidur. "Kalau saya lebih menyarankan melakukan aktivitas yang kita benci. Contoh saya tidak suka sikat kamar mandi, ya sudah lakuin. Jadi pikiran merasa nggak suka, mendingan tidur," lanjutnya.

Ketiga, jika dengan cara mengalihkan ke pikiran dan sleep hygiene sudah tidak bisa dan sudah mau pakai zat lain untuk membantu tidur boleh saja. Sebetulnya banyak zat yang bisa membantu tidur, teh chamomile misalnya.

"Yang pertama kali dilakukan sebetulnya adalah pikiran dan sleep hygiene. Obat itu sebetulnya tahap ke sekian. Kalau saya boleh memilih, saya akan perbaiki pola pikir dulu lalu. Misalnya butuh, ya baru obat. Itu next step," ucapnya.



Pandemi Corona Bikin Cemas dan Sulit Tidur, Ini Saran Psikiater | Bang Naga | on Rabu, 1 April 2020 09:05 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pandemi Corona Bikin Cemas dan Sulit Tidur, Ini Saran Psikiater
Description: Pandemi corona membuat banyak orang cemas sehingga sulit tidur. Hindari obat, ini tiga saran psikiater.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1326346/pandemi-corona-bikin-cemas-dan-sulit-tidur-ini-saran-psikiater.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Tito Sebut Pilkada Berisiko Tambah Korban Akibat Corona
» 100 Pedagang Pasar Antri Jalani Tes Usai Temuan Kasus Positif
» Unair Batasi Layanan, Surabaya Dapat Bantuan Mobil Lab
» Kapal Yacht Australia Dirampok di Perairan Sumsel-Lampung
» Kei Car eK Raih Bintang Lima Uji Tabrak JNCAP
» Tren Corona Diklaim Membaik, Pemerintah Kaji Relaksasi PSBB
» Marvel Rilis Ulang The Avengers dan Iron Man 3 di Hong Kong

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds