Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Epidemiolog: Pemerintah Harus Tambah Tes Swab saat New Normal | Pria Palestina Difabel Mental Ditembak Polisi Israel di Yerusalem | Aliansi Volkswagen-Ford Siapkan Tiga Proyek Unggulan | LP3ES: Cuitan Kena Prank Jokowi Ramaikan Isu Kenaikan BPJS | Penyemprotan Disinfektan Dilakukan di 8 Ruas Jalan Utama Jakbar | Akibat Corona, 50 Persen Warga Israel Jadi Takut Merokok | Aktor Dwi Sasono Ditangkap Polres Jaksel, Diduga Kasus Narkoba | Akademikus Unair Sebut Pelibatan TNI Tangani Teroris Ancam HAM | Jadwal Liga Spanyol Bergulir Lagi: 5 Hal Menarik untuk Ditunggu | Mal Grand Indonesia Bakal Dibuka 8 Juni, Begini Aturan New Normal | Bos Microsoft Ini Rahasiakan Kondisi Difabelnya Selama 8 Tahun | Pemerintah Panik, Diskusi Diusik | Ini 3 Zodiak yang Paling Beruntung di Bulan Juni 2020 | Demo George Floyd Panas, Video Pebasket Hajar Pria Jadi Viral | Daftar Negara yang Ramai-Ramai Menolak Turis Amerika Serikat | Dwi Sasono Ditangkap, Widi Mulia Matikan Kolom Komentar IG Mereka | 1,1 Juta Pelaku Perikanan Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Tunai | Sepanjang Mei Muncul 2.989 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta | Hasto PDIP: Pancasila Bertentangan dengan Kapitalisme - Marxisme | Epidemiolog Paparkan Alasan Kurva Covid-19 Belum Landai pada Mei | Protes Kematian George Floyd Menyebar juga ke Eropa | Riza Patria Ngobrol Bareng Tempo Jawab Tantangan New Normal dan Masa Depan DKI | Kantor Polisi di Kalimantan Selatan Diserang, Satu Personel Tewas | Ketua KPK Firli Bahuri: Korupsi Khianati Nilai Pancasila | Michael Jordan Tanggapi Kasus George Floyd: Sedih, Sakit, Marah.. | RI Belum Bisa Swasembada Garam, Apa Sebabnya? | Valencia Kecam Gasperini karena Dampingi Tim Saat Kena Covid-19 | Akademikus Unair Kritik Perpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme | Indikator Tempo, Masyarakat Tak Setuju Penerapan New Normal | Kemenhub Bahas Tuntutan Ojek Online Beroperasi Usai PSBB | Satu Tahun Ani Yudhoyono Meninggal, AHY dan Ibas Mengenang Rindu | 5.094 Unit Mitsubishi Pajero Kena Recall di Cina | Jadwal Liga Spanyol Mulai 11 Juni, Ini Lawan Barcelona dan Madrid | Jokowi: Situasi Sulit Masih Kita Hadapi Tahun Ini dan Tahun Depan | Ditarik Terawan, Dekan FK UPN Veteran: Saya Serahkan ke Rektor | Hari Pancasila, Kapolri Ajak Masyarakat Disiplin Saat New Normal | Kebakaran di Menteng, 24 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan | Sebanyak 20 Pemudik di Lenteng Agung Ditemukan Tak Punya SIKM | UII akan Laporkan Teror Pembicara 'Pemberhentian Presiden' | BIN Sebut Surabaya Perlu Jadi Prioritas untuk Putus Rantai Covid | Arab Saudi Kembali Buka 90.000 Masjid Setelah Lockdown Dua Bulan | Persaingan Aplikasi, Telegram Kembangkan Reaksi Pesan Gambar Hati | Arus Balik, Kemenhub Klaim Lalu Lintas Semarang - Jakarta Lengang | Tradisi Lebaran Ketupat, Begini Filosofi Ketupat Keraton Cirebon | Jokowi: Dalam Menghadapi Ujian, Pancasila adalah Bintang Penjuru | Iman Brotoseno Surati Sri Mulyani Soal Tunjangan Kinerja TVRI | Istri Wali Kota Tidore Kepulauan Meninggal karena Covid-19 | Masih Belajar di Rumah, Pemerintah Tak Ingin Sekolah Jadi Klaster | Gasperini, Antara Deraan Covid-19 dan Euforia Liga Champions | Jokowi Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Daring | Insiden Drone, Meghan Markle Sewa Keamanan Rp 126 Juta Sehari | Sebanyak 2.102 Pasien Covid-19 di Jakarta Sembuh | Dosen UII Pemateri 'Pemberhentian Presiden' Juga Diancam Dibunuh | Begini Unair Siapkan Skema New Normal dalam Perkuliahan | Kupatan Kendeng, Meriah Tapi Terasa Berbeda Saat Pandemi | Polisi India Menangkap 2 Pelaku Penyelundup Narkoba Total 50 Kg | Koalisi: Teror Diskusi adalah Kemunduran Demokrasi era Jokowi | Duel Panas Toyota Fortuner Vs Mitsubishi Pajero Sport | Jadon Sancho Persembahkan Golnya untuk George Floyd | Ditarik Terawan ke Kemenkes, Dekan FK UPN: Saya Tak Tahu Kenapa | Banyak Pemain Muda Barito Dipanggil Timnas, Ini Tanggapan Djanur | Cegah Kolesterol Tinggi, Perbaiki Pola Makan dengan Ini | Rokok Lebih Bahaya pada Wanita? Cek 11 Risikonya Menurut Dokter | Tahun Ini UTBK dan SBMPTN Berbarengan, Pendaftaran Mulai Besok | Mulai Produksi, Ferrari Tes Kesehatan Keluarga Karyawan | Kebakaran Jembatan Merah Bogor, 14 Mobil Damkar Dikerahkan | Cerita Terawan VS Eks Ketua MKEK IDI yang Jadi Dekan UPN Veteran | Lagi, Wartawan Afganistan Tewas Jadi Sasaran Bom | Kemenko Maritim: Ekspor Benih Lobster Tak Boleh Jor-joran | Kebakaran Jembatan Merah Bogor, Bima Arya Pimpin Pemadaman | Pemerintah Umumkan Nasib Ibadah Haji Sebelum 5 Juni | Tyson Fury Incar Rekor Kontrak Terbesar dalam Sejarah Tinju Dunia | Kenali 10 Penyebab Sakit Kepala, Ada Hipertensi Dan Kurang Tidur | Jokowi Minta Kurva Covid-19 Mulai Turun Pada Mei, Ini Faktanya | New Normal, Bima Arya Prioritaskan Dibukanya Kembali Rumah Ibadah | Lockdown, Restoran Ini Gulung Tikar Setelah 84 Tahun Beroperasi | Bos Baru TVRI Surati Sri Mulyani Soal Rapel Tukin Karyawan | Liga Jerman: Dortmund Menang Besar, Jadon Sancho Torehkan 2 Rekor | Kemendagri Tegaskan Tak Ada Larangan ASN Naik Ojek Online | PBNU Terbitkan Protokol New Normal di Masjid, Simak Isinya | Risiko Kebiasaan Minum Teh saat Hamil, Awas Kelebihan Kafein | Ulang Tahun ke-50, Erick Thohir: Penuh Makna dan Istimewa | Ketua KOI Tuntut Kreativitas Pembinaan Atlet di Tengah New Normal | Pemerintah Sebut Belum Ada Rencana Buka Sekolah Sampai September | MotoGP: Jorge Lorenzo Juarai Balapan Virtual di Silverstone | Bersiap New Normal, Warga Jaksel Gotong Royong Bersihkan Masjid | Hingga H+5 Lebaran, 362 Ribu Kendaraan Bergerak ke Arah Jakarta | Apartemen Bintang Manchester City Kebobolan, 3 Arloji Mewah Raib | 3 Bintang Bundesliga Ikut Tuntut Keadilan Untuk George Floyd | Bundesliga: Jadon Sancho Hat-trick, Borussia Dortmund Menang 6-1 | Pemain Muda Fiorentina Ini Ungkap Alasannya Tolak Liverpool | Nilai Syahrini Pojokkan Luna Maya, Netizen Beri Dukungan | Dicopot Terawan, Masa Jabatan Dekan FK UPN Veteran Masih 2 Tahun | Lockdown, Restoran Ini Gulung Tikar Setelah 84 Tahun Beroperasi | 3 Jawaban WHO tentang Kebiasaan Merokok dan Infeksi Covid-19 | Tak Cuma di Paru-paru, Ini Gejala Virus Corona Infeksi Organ Lain | Ditarik Terawan ke Kemenkes, Dekan FK UPN: Saya Tak Tahu Kenapa | Status Khusus Hong Kong Dicabut AS, Ini Imbasnya Bagi Turis | Tanah Longsor Sempat Timbun Jalan Tol Semarang-Solo Km 426 | Bundesliga: Jadon Sancho Hat-trick, Borussia Dortmund Menang 6-1 | Golkar Berpotensi Usung Eks Kapolda Jatim di Pilwalkot Surabaya | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Masker Langka, Bolehkah Dipakai Lebih Lama atau Berulang Kali? | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 1 April 2020 07:15 WIB

Masker Langka, Bolehkah Dipakai Lebih Lama atau Berulang Kali? | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi penggunaan masker, sebagai salah satu upaya penyebaran virus.

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Pandemi virus corona baru atau Covid-19 membuat banyak orang yang berebut menggunakan masker, tidak hanya tenaga medis tetapi juga masyarakat umum. Akibatnya, masker menjadi barang yang langka. 

Tak heran bila akhirnya, banyak yang menggunakan masker secara berulang. Namun, apakah penggunaannya akan tetap efektif jika digunakan berulang kali?

Dikutip dari insider.com, ada dua jenis masker yang umum digunakan yaitu masker bedah dan respirator atau masker N95.

Masker bedah dipakai untuk menghentikan penyebaran kuman dari dirinya ke orang lain, biasanya digunakan oleh ahli bedah untuk menjaga agar pasien tidak terkontaminasi oleh kuman yang ada pada dirinya.  Masker bedah juga dapat digunakan oleh pasien yang sakit untuk meminimalkan penyebaran penyakit dari partikel kecil yang terbatuk.

Sementara itu, respirator N95, mampu menyaring 95 persen partikel di udara untuk meminimalkan paparan pemakai terhadap penyakit menular. Masker tersebut biasanya dikenakan oleh petugas kesehatan yang merawat orang sakit agar mereka tidak terinfeksi.

Hans Rechsteiner, ahli bedah umum di Burnett Medical Center mengatakan, baik masker bedah maupun respirator N95 merupakan jenis masker sekali pakai.

Memang ada respirator yang dapat digunakan kembali, tetapi umumnya tidak digunakan oleh para profesional medis. “Dalam keadaan normal, masker bedah ini akan dibuang ketika penyedia layanan kesehatan selesai merawat pasien yang terinfeksi,” terangnya.

Namun, masifnya penyebaran virus corona, membuat banyak tim medis yang kekurangan masker bedah dan respirator N95. Karena itu, banyak profesional medis menggunakan kembali masker atau menggunakannya untuk seluruh shift daripada penggunaan tunggal yang mereka maksudkan.

Untuk itu, Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), atau CDC telah merilis pedoman untuk penggunaan masker pada saat jumlahnya langka.

Organisasi tidak merekomendasikan masker pembersih, tetapi merekomendasikan praktik-praktik ini untuk penggunaan kembali yang aman.

Pertama, masker bedah atau respirator N95 hanya boleh digunakan kembali oleh orang yang sama, tidak pernah dibagi di antara para profesional medis.

Kedua, penggunaan yang lebih lama lebih baik daripada digunakan kembali, jadi lebih baik membiarkan respirator tetap terpasang untuk seluruh shift daripada melepaskannya.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi orang menyentuh wajah mereka, yang justru berpotensi membiarkan virus masuk dalam tubuh mereka.

Pedoman CDC mengatakan bahwa tidak ada cara untuk memprediksi jumlah penggunaan kembali yang aman, sehingga profesional medis harus menggunakan penilaian mereka.

Ketiga, saat tidak digunakan, masker harus disimpan dalam wadah terbuka, seperti kantong kertas. Itulah tepatnya yang dilakukan beberapa dokter New York saat mereka berjuang mengatasi kekurangan masker.

Berdasarkan penelitian, virus yang menyebabkan Covid-19 dapat hidup di permukaan hingga 72 jam. Karena itu, Rechsteiner mengatakan akan ideal untuk memiliki tiga masker wajah yang dapat digunakan setiap hari.

"Jika Anda ingin lebih aman, gunakan tiga masker dan ganti setiap hari, biarkan masker itu pada area yang terbuka, baik untuk mengeringkan sementara sehingga virus mati. Karena kelangkaan di beberapa wilayah, saya percaya bahwa ini adalah praktik yang aman dan dapat diterima,” jelasnya.



Masker Langka, Bolehkah Dipakai Lebih Lama atau Berulang Kali? | Bang Naga | on Rabu, 1 April 2020 07:15 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Masker Langka, Bolehkah Dipakai Lebih Lama atau Berulang Kali?
Description: Karena langka saat pandemi corona, banyak yang menggunakan masker lebih lama dan berulang. Namun, apakah akan tetap efektif?
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1326322/masker-langka-bolehkah-dipakai-lebih-lama-atau-berulang-kali.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Mei Ditutup 700 Kasus Baru Corona dan Target Meleset Jokowi
» Gandeng NASA ke Angkasa, Elon Pernah Ungkap Ambisinya di 2004
» Jelang New Normal, Bintang Toedjoe Donasi 1 Juta Joss C 1000
» Trump Dilarikan ke Bunker saat Demonstran Serbu Gedung Putih
» FOTO: Cara Bintang Bundesliga Dukung George Floyd
» VIDEO: Detik-detik Kapsul Crew Dragon SpaceX Tiba di ISS
» Hari Lahir Pancasila Menggema di Media Sosial

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds