Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Begini Unair Siapkan Skema New Normal dalam Perkuliahan | Kupatan Kendeng, Meriah Tapi Terasa Berbeda Saat Pandemi | Polisi India Menangkap 2 Pelaku Penyelundup Narkoba Total 50 Kg | Koalisi: Teror Diskusi adalah Kemunduran Demokrasi era Jokowi | Duel Panas Toyota Fortuner Vs Mitsubishi Pajero Sport | Jadon Sancho Persembahkan Golnya untuk George Floyd | Ditarik Terawan ke Kemenkes, Dekan FK UPN: Saya Tak Tahu Kenapa | Banyak Pemain Muda Barito Dipanggil Timnas, Ini Tanggapan Djanur | Cegah Kolesterol Tinggi, Perbaiki Pola Makan dengan Ini | Rokok Lebih Bahaya pada Wanita? Cek 11 Risikonya Menurut Dokter | Tahun Ini UTBK dan SBMPTN Berbarengan, Pendaftaran Mulai Besok | Mulai Produksi, Ferrari Tes Kesehatan Keluarga Karyawan | Kebakaran Jembatan Merah Bogor, 14 Mobil Damkar Dikerahkan | Cerita Terawan VS Eks Ketua MKEK IDI yang Jadi Dekan UPN Veteran | Lagi, Wartawan Afganistan Tewas Jadi Sasaran Bom | Kemenko Maritim: Ekspor Benih Lobster Tak Boleh Jor-joran | Kebakaran Jembatan Merah Bogor, Bima Arya Pimpin Pemadaman | Pemerintah Umumkan Nasib Ibadah Haji Sebelum 5 Juni | Tyson Fury Incar Rekor Kontrak Terbesar dalam Sejarah Tinju Dunia | Kenali 10 Penyebab Sakit Kepala, Ada Hipertensi Dan Kurang Tidur | Jokowi Minta Kurva Covid-19 Mulai Turun Pada Mei, Ini Faktanya | New Normal, Bima Arya Prioritaskan Dibukanya Kembali Rumah Ibadah | Lockdown, Restoran Ini Gulung Tikar Setelah 84 Tahun Beroperasi | Bos Baru TVRI Surati Sri Mulyani Soal Rapel Tukin Karyawan | Liga Jerman: Dortmund Menang Besar, Jadon Sancho Torehkan 2 Rekor | Kemendagri Tegaskan Tak Ada Larangan ASN Naik Ojek Online | PBNU Terbitkan Protokol New Normal di Masjid, Simak Isinya | Risiko Kebiasaan Minum Teh saat Hamil, Awas Kelebihan Kafein | Ulang Tahun ke-50, Erick Thohir: Penuh Makna dan Istimewa | Ketua KOI Tuntut Kreativitas Pembinaan Atlet di Tengah New Normal | Pemerintah Sebut Belum Ada Rencana Buka Sekolah Sampai September | MotoGP: Jorge Lorenzo Juarai Balapan Virtual di Silverstone | Bersiap New Normal, Warga Jaksel Gotong Royong Bersihkan Masjid | Hingga H+5 Lebaran, 362 Ribu Kendaraan Bergerak ke Arah Jakarta | Apartemen Bintang Manchester City Kebobolan, 3 Arloji Mewah Raib | 3 Bintang Bundesliga Ikut Tuntut Keadilan Untuk George Floyd | Bundesliga: Jadon Sancho Hat-trick, Borussia Dortmund Menang 6-1 | Pemain Muda Fiorentina Ini Ungkap Alasannya Tolak Liverpool | Nilai Syahrini Pojokkan Luna Maya, Netizen Beri Dukungan | Terawan Copot Mantan Ketua MKEK IDI sebagai Dekan di UPN Veteran | Menghadapi Mike Tyson, Anthony Joshua: Menang Pun Akan Diejek | Ikatan Dokter Anak Anjurkan Sekolah Ditutup Hingga Desember 2020 | Dicopot Terawan, Masa Jabatan Dekan FK UPN Veteran Masih 2 Tahun | 3 Jawaban WHO tentang Kebiasaan Merokok dan Infeksi Covid-19 | Syahrini dan Reino Barack akan Laporkan Akun Penggemar Luna Maya? | Rektor Minta Terawan Tunda Pencopotan Dekan FK UPN Veteran | Annisa Pohan Tunjukkan Parsel Raksasa Lebaran 2020, SBY Terkesan | Tantenya Meninggal karena Covid, Maia Estianty: Jangan Diremehkan | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Berharap pada Solidaritas Warga | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 1 April 2020 07:00 WIB

Berharap pada Solidaritas Warga | Berita Tempo Hari Ini

Seorang warga menjaga akses pintu masuk yang ditutup sebagai upaya pencegahan penularan virus Corona, di Perumahan Koperasi, Pasir Putih, Depok, Jawa Barat, Selasa, 31 Maret 2020. Beberapa daerah di Indonesia pun telah menutup beberapa jalan protokol untuk membatasi pergerakan kendaraan demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

DOWNLOAD APP sumutkota.com

Ketika pandemi Covid-19 makin mengganas seperti saat ini, satu-satunya harapan untuk selamat dari krisis ini adalah solidaritas bersama antarwarga. Inisiatif berbagai elemen masyarakat untuk menggalang dan menyalurkan bantuan kepada sesama bisa meringankan beban mereka yang rentan dan tengah berjuang di garis depan.

Tak hanya berupa bantuan materi, tanggung jawab sosial kita kepada satu sama lain juga bisa diwujudkan dengan menaati anjuran untuk menjaga jarak (physical distancing) dan menghindari kerumunan. Kontribusi yang sekilas terasa sederhana itu bisa berperan besar menekan laju penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

Kepedulian dan gotong royong di level akar rumput ini merupakan solusi yang jauh lebih efektif ketimbang menunggu realisasi janji-janji bantuan dan uluran tangan pemerintah semata. Wabah semasif ini butuh gerak bersama semua kalangan, bukan hanya satu-dua orang.

Prioritas pertama tentu adalah para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan di rumah-rumah sakit. Merekalah para pahlawan di masa darurat seperti sekarang. Banyak dari mereka sudah terinfeksi virus corona, bahkan meninggal dalam tugas. Kini sejumlah warga sudah mulai menggalang donasi untuk membeli alat pelindung diri (APD), seperti masker, baju hazmat, penutup mata, dan pelindung wajah, untuk tenaga medis kita. Beberapa warga yang lain berkeliling rumah sakit, mengantarkan konsumsi untuk mereka.

Prioritas berikutnya adalah kelompok masyarakat yang rentan kehilangan pendapatan, bahkan pekerjaan, akibat wabah Covid-19. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja informal, seperti buruh harian, tukang ojek online, dan sopir taksi, yang jadi korban pertama nyaris lumpuhnya aktivitas ekonomi di negeri ini. Kita juga sudah banyak melihat gerakan swadaya masyarakat untuk meringankan beban kelompok masyarakat ini.

Kepedulian kolektif semacam ini menjadi angin segar di tengah terus bertambahnya korban wabah virus corona. Sampai kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 1.528 dengan jumlah korban meninggal sampai 136 orang. Aksi-aksi solidaritas yang menembus sekat sosial, ekonomi, dan politik semacam ini harus digalakkan di seluruh Indonesia.

Jangan lagi ada peristiwa di mana pasien positif corona justru diusir dari lingkungan tempat tinggalnya. Kabar tentang keluarga tenaga medis dan tenaga kesehatan yang diberi stigma sebagai pembawa virus mematikan juga tak boleh lagi terdengar. Virus ini menyerang semua orang tanpa kecuali, tak peduli latar belakang dan status sosialnya. Tak boleh lagi ada pandangan yang ingin selamat sendiri dengan mendiskriminasi kelompok masyarakat yang lain.

Kisah-kisah inspiratif tentang sebuah rukun tetangga yang bersama-sama menyediakan makanan untuk satu keluarga yang terpaksa mengisolasi diri karena masuk kategori orang dalam pemantauan, harus lebih sering kita dengar. Juga cerita tentang warga yang memberi tip lebih atau mengirim makan siang untuk tukang ojek online. Di tengah masa-masa sulit seperti sekarang, solidaritas sosial semacam itu adalah satu-satunya harapan kita yang tersisa.



Berharap pada Solidaritas Warga | Bang Naga | on Rabu, 1 April 2020 07:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Berharap pada Solidaritas Warga
Description: Ketika pandemi Covid-19 makin mengganas seperti saat ini, satu-satunya harapan untuk selamat dari krisis ini adalah solidaritas bersama antarwarga.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1326315/berharap-pada-solidaritas-warga.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Van Dijk Nyaris Meninggal Hingga MotoGP Mulai 19 Juli
» 40 Kota, 15 Negara Bagian AS Terapkan Jam Malam Hadapi Aksi
» Hacker Anonymous Tebar Ancaman Terkait Kasus George Floyd AS
» Paderborn vs Dortmund, Bundesliga Paling Sopan Sejak 2004
» Wali Kota Solo Usul Tahun Ajaran Baru Dimulai Januari 2021
» Tegal, Satu-satunya Daerah di Jawa Boleh Beraktivitas Lagi
» Klasemen Liga Jerman Usai Dortmund Menang atas Paderborn

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds