Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
New Normal, Polda Metro Jaya Siapkan 3.987 Personel | Sultan HB X Perpanjang Masa Darurat Covid Yogyakarta Sampai Juni | Djarot Minta Pemerintah Belajar dari Vietnam untuk Tekan Covid-19 | 9.327 Kerumunan Dibubarkan Selama PSBB Surabaya dan Malang Raya | New Normal di Jakarta, Polda Metro Jaya Tunggu Pemprov DKI | Masjid Raya Hasyim Asyari Siap Isolasi Pemudik tanpa SIKM | Pelatihan Kartu Prakerja Diharapkan Beri Materi Hadapi New Normal | DKI Tetapkan Hari Pertama Masuk Sekolah 13 Juli | Polri: Pelibatan Polisi di New Normal Agar Masyarakat Disiplin | BPTJ: Penyekatan Arus Balik Berlangsung Hingga 7 Juni 2020 | Gubernur Yakin Kepri Bebas Corona Juli 2020 | PSBB Berakhir Mei, Mal di Malang Siap Beroperasi Juni | The Jakarta Post Klarifikasi Soal Isu Sayonara | Tafsir Bebas Kehidupan Sigmund Freud | PGN Siap Laksanakan Skenario New Normal | Alasan Erick Thohir Rampingkan Komisaris dan Direksi PTPN | Kemenhub Evaluasi Pengurusan SIKM | Daftar 25 Kabupaten dan Kota yang Disiapkan Menuju New Normal | Eggi Sudjana Alami Kecelakaan di Bogor, Polisi: Karena Mengantuk | 5 Cara Mudah Bedakan Madu Asli dan Palsu, Pakai Lilin dan Koran | Presiden Xi Jinping Minta Tentara Cina Siap Perang | Hawa Gerah Hampir Sepekan, BMKG: Fenomena Menjelang Kemarau | Mamah Dedeh Dikabarkan Meninggal, Begini Tanggapan Keluarga | Potret New Normal di Jepang Sehari Setelah Darurat Corona Dicabut | New Normal di Mal, Ini Lima Aturan yang Wajib Ditaati | Wuling Victory Bisa Menjadi Pesaing Toyota Kijang Innova | Putri Mamah Dedeh Kabarkan Ibunya dalam Kondisi Sehat | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Tradisi Ini Bakal Jadi Puncak Mudik di Tengah Wabah Virus Corona | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 1 April 2020 01:45 WIB

Tradisi Ini Bakal Jadi Puncak Mudik di Tengah Wabah Virus Corona | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi mudik Lebaran. TEMPO/Franoto

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Yogyakarta -Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono mengungkapan satu hal terpenting dalam upaya memutus rantai penularan virus Corona alias COVID-19 tak lain mengatur pemudik.

Sampai akhir Maret 2020, gelombang pemudik juga terus berdatangan ke berbagai wilayah di Yogyakarta dan wabah masih terus memunculkan pertambahan angka positif terpapar virus Corona.

"Tanpa ada kepastian (aturan) apakah mudik ini dilarang atau tidak, kita tidak pernah tahu kapan (gelombang) pemudik ini akan selesai," ujar Sultan di Yogyakarta Selasa 31 Maret 2020.

Sultan menuturkan rentang waktu pemudik yang sudah mulai berdatangan saat ini dengan hari raya Lebaran masih cukup jauh.

"Kami ingin tahu, peak-nya (musim puncak) kedatangan pemudik ke Yogyakarta itu kapan?" ujar Ngarsa Dalem.

Menurut Sultan, kepala kepala daerah, khususnya di Jawa harus bisa bersepakat mengambil sikap bersama. Untuk bisa mengatur secara proporsional kedatangan pemudik ini agar memudahkan pemantauan dalam upaya memutus rantai Corona.

Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Covid-19 DIY Biwara Yuswantana menuturkan dalam kurun waktu lima hari terakhir jelang akhir Maret ini, sudah terdapat 70.875 pemudik masuk ke DIY.

Mereka datang menggunakan moda kereta api, pesawat, juga bus. Umumnya pemudik itu datang dari Jakarta, Bandung, dan sisanya wilayah lain.

"Prediksi puncak kedatangan pemudik di DIY itu yakni satu hari jelang perayaan tradisi Nyadran atau sebelum 23 April mendatang," ujar Biwara.

Nyadran sendiri telah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat Jawa setiap menyambut bulan Ramadan. Nyadran biasanya memiliki serangkaian kegiatan seperti upacara pembersihan makam, tabur bunga, dan acara selamatan atau bancakan.

Nyadran seringkali diadakan sebulan sebelum bulan puasa. Nyadran menjadi acara yang penting bagi masyarakat Jawa dan hampir tidak pernah terlewat. Karena tujuan tradisi itu untuk menghormati para leluhur dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.

Biwara mengatakan sehari jelang Nyadran itulah, lonjakan pemudik diprediksi memuncak.

Untuk puluhan ribu pemudik yang sudah terlanjur sampai di Yogya, Biwara mengatakan dilakukan pengawasan dan pemeriksaan sesuai prosedur dalam upaya menekan Covid-19.

Misalnya para pemudik yang menggunakan bus, telah didata oleh satuan Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Mereka dimintai keterangan dari dan ke mana tujuannya.

"Kami upayakan membentuk posko gabungan di terminal-terminal pintu masuk DIY," ujarnya.

Sesampai kampung atau desanya, para Ketua RT, RW, dan kepala desa wajib mencatat siapa saja yang keluar rumah, mau ke mana dan untuk keperluan apa. Para sopir bus AKAP diwajibkan untuk menurunkan penumpang di terminal dalam masa ini sehingga petugas bisa mendatanya.



Tradisi Ini Bakal Jadi Puncak Mudik di Tengah Wabah Virus Corona | Bang Naga | on Rabu, 1 April 2020 01:45 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Tradisi Ini Bakal Jadi Puncak Mudik di Tengah Wabah Virus Corona
Description: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono mengungkapkan satu hal terpenting dalam upaya memutus rantai penularan virus Corona tak lain mengatur pemudik.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1326295/tradisi-ini-bakal-jadi-puncak-mudik-di-tengah-wabah-virus-corona.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Bayi Positif Corona di Batam Meninggal Dunia
» Semua Santri Klaster Temboro Asal Aceh Sembuh dari Corona
» Satu Jurnalis di Sumsel Positif Corona
» VIDEO: Masjid di Turki Disemprot Disinfektan Sebelum Dibuka
» Polda Jatim Perketat Perbatasan Cegah Arus Balik ke Jakarta
» Gubernur Sumut soal New Normal: Kita Ikuti, Tapi Dikaji Dulu
» Biglia: Messi Bisa Dibuat Seperti 'The Last Dance' Jordan

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds