Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Sultan HB X Perpanjang Masa Darurat Covid Yogyakarta Sampai Juni | Djarot Minta Pemerintah Belajar dari Vietnam untuk Tekan Covid-19 | 9.327 Kerumunan Dibubarkan Selama PSBB Surabaya dan Malang Raya | New Normal di Jakarta, Polda Metro Jaya Tunggu Pemprov DKI | Masjid Raya Hasyim Asyari Siap Isolasi Pemudik tanpa SIKM | Pelatihan Kartu Prakerja Diharapkan Beri Materi Hadapi New Normal | DKI Tetapkan Hari Pertama Masuk Sekolah 13 Juli | Polri: Pelibatan Polisi di New Normal Agar Masyarakat Disiplin | BPTJ: Penyekatan Arus Balik Berlangsung Hingga 7 Juni 2020 | Gubernur Yakin Kepri Bebas Corona Juli 2020 | PSBB Berakhir Mei, Mal di Malang Siap Beroperasi Juni | The Jakarta Post Klarifikasi Soal Isu Sayonara | Tafsir Bebas Kehidupan Sigmund Freud | PGN Siap Laksanakan Skenario New Normal | Alasan Erick Thohir Rampingkan Komisaris dan Direksi PTPN | Kemenhub Evaluasi Pengurusan SIKM | Daftar 25 Kabupaten dan Kota yang Disiapkan Menuju New Normal | Eggi Sudjana Alami Kecelakaan di Bogor, Polisi: Karena Mengantuk | 5 Cara Mudah Bedakan Madu Asli dan Palsu, Pakai Lilin dan Koran | Presiden Xi Jinping Minta Tentara Cina Siap Perang | Hawa Gerah Hampir Sepekan, BMKG: Fenomena Menjelang Kemarau | Mamah Dedeh Dikabarkan Meninggal, Begini Tanggapan Keluarga | Potret New Normal di Jepang Sehari Setelah Darurat Corona Dicabut | New Normal di Mal, Ini Lima Aturan yang Wajib Ditaati | Wuling Victory Bisa Menjadi Pesaing Toyota Kijang Innova | Putri Mamah Dedeh Kabarkan Ibunya dalam Kondisi Sehat | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Mahal Proyek Listrik Sampah | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 1 April 2020 06:32 WIB

Mahal Proyek Listrik Sampah | Berita Tempo Hari Ini

Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini memberikan keterangan dampak banjir terhadap kelistrikan di Jakarta dan sekitar di Kantor PLN UID Jakarta Raya, Jakarta, Selasa 25 Februari 2020. EKO WAHYUDI l Tempo

DOWNLOAD APP sumutkota.com

TAK sepatutnya pemerintah membiarkan PT PLN menjadi korban rente yang tidak ada habis-habisnya. Pembangunan 12 pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) merugikan PLN karena perusahaan negara itu harus membeli listrik dua kali lebih mahal dibanding harga pokok pembeliannya. Pemerintah daerah juga dirugikan karena harus membeli sampah olahan pada angka tertentu.

Sudah puluhan tahun PLN terpaksa membeli listrik dari pembangkit swasta dengan harga lebih mahal. Kini saatnya pemerintah mengoreksi model bisnis seperti itu dan tidak lagi mencampuri urusan bisnis PLN dengan kebijakan-kebijakan yang seolah-olah baik tapi justru merugikan perusahaan ini. Tidak ada yang salah dengan pembangunan pembangkit ramah lingkungan sepanjang program tersebut tetap mempertimbangkan aspek bisnis, terutama jika opsi untuk itu tersedia.

Pemerintah bisa bersandar pada rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK mengkaji model bisnis PLTSa sejak 2019. Ini adalah bagian dari kerja koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi, yang dalam sektor kelistrikan sudah berlangsung sejak 2015. Pemerintah harus segera mengkaji ulang proyek ini karena akan membebani PLN. Pada akhirnya, pemerintah juga harus menambalnya dalam bentuk kompensasi kerugian tersebut di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan proyek PLTSa, pemerintah menetapkan pembangunan PLTSa di Jakarta dan sebelas kota lain. Kota-kota itu merupakan penyumbang sampah terbesar di Indonesia. Aturan tersebut menetapkan kontrak pengolahan sampah antara pemerintah dan investor serta perjanjian jual-beli listrik antara pengembang PLTSa dan PLN.

Dalam skema itu, pemerintah daerah mesti membayar tipping fee atau biaya layanan pengolahan sampah (BLPS) maksimal Rp 500 ribu per ton kepada investor. Sedangkan PLN harus membeli listrik dari PLTSa dengan skema feed-in tariff selama 25 tahun. Harganya US$ 13,35 sen per kilowatt-jam untuk PLTSa berkapasitas maksimal 20 megawatt dan US$ 14,54 sen untuk pembangkit lebih dari 20 MW. Khusus di Jakarta, PLN membayar US$ 11,8 sen per kWh.

Angka-angka tersebut jelas tak masuk hitungan bisnis PLN. Menurut KPK, jika itu diteruskan, PLN sudah pasti merugi. Beban ini pada akhirnya akan ditanggung konsumen dalam bentuk kenaikan tarif listrik. Kalau PLN tidak bisa menaikkan tarif listrik, pemerintahlah yang harus menanggung kerugian itu. Langkah terbaik bagi pemerintah adalah mengikuti rekomendasi KPK dengan membatalkan proyek ini.

Lagi pula, ada persoalan lain, yakni penggunaan teknologi pengolahan sampah yang tak ramah lingkungan. Dalam Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018, pemerintah tidak mengatur jenis pembangkit listrik yang digunakan, sehingga beberapa wilayah masih memakai teknologi berbasis termal atau pembakaran. Padahal sistem semacam ini seharusnya tak digunakan lagi karena bisa meracuni udara. Mahkamah Agung pada 2017 juga membatalkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2016 yang menjadi landasan proyek PLTSa dengan teknologi termal.

Jika PLN masih bertekad meneruskan program pembangkit ramah lingkungan, ada pilihan yang lebih masuk akal dari sisi hitungan bisnis, yakni pengolahan pelet atau briket sampah sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Cara yang disebut co-firing ini sudah diuji di empat PLTU dan PLN ternyata bisa menghemat biaya pembelian batu bara. Cara ini jelas lebih efisien ketimbang membangun PLTSa, yang mahal dan memberi peluang bagi masuknya para pemburu rente.



Mahal Proyek Listrik Sampah | Bang Naga | on Rabu, 1 April 2020 06:32 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Mahal Proyek Listrik Sampah
Description: Pembangunan PLTSa di 12 kota berpotensi merugikan pemerintah dan PLN. Ada model bisnis lain yang lebih menguntungkan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1325839/mahal-proyek-listrik-sampah.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» VIDEO: Masjid di Turki Disemprot Disinfektan Sebelum Dibuka
» Polda Jatim Perketat Perbatasan Cegah Arus Balik ke Jakarta
» Gubernur Sumut soal New Normal: Kita Ikuti, Tapi Dikaji Dulu
» Biglia: Messi Bisa Dibuat Seperti 'The Last Dance' Jordan
» Aceh Bakal Terapkan New Normal Dimulai dari Kantor Pemprov
» Tito Sebut Pilkada Berisiko Tambah Korban Akibat Corona
» 100 Pedagang Pasar Antri Jalani Tes Usai Temuan Kasus Positif

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds