Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Anies Baswedan: DKI Akan Tindak Tegas Pelanggar PSBB Transisi | OJK Cabut Izin Usaha BPRS Gotong Royong Subang | Lima Catatan Ombudsman Jakarta Soal PSBB Transisi | Kebakaran Gedung BRI Life Jalan Paus Berhasil Dipadamkan | PSSI Akan Minta Relaksasi Pajak | Vaksin Corona Belum Ditemukan, Olimpiade 2020 Terancam Batal | Land Rover Langka Milik Sopir Sultan HB X Terjual Seharga Pajero | Baru Dibebaskan, Komentar Ferdian Paleka Bikin Geram Warganet | New Normal, Dirut Garuda: Penumpang Pesawat Jangan Seperti di ICU | Luhut Pandjaitan: Saya Usia 73 Tahun, Masih Lari 6 Kali Seminggu | Setara Sayangkan Penghapusan Aplikasi Injil Berbahasa Minang | Marak Rampok, Polisi Usul Pengusaha Minimarket Sediakan Security | Kader Demokrat Husni Thamrin Meninggal | 4 Berita Transfer Pemain Hari Ini: Timo Werner, Paul Pogba, Bale | Update Covid-19 5 Juni: 29.521 Positif, 9.443 Sembuh, 1.770 Wafat | New Normal, Gugus Tugas Izinkan 9 Sektor Ekonomi Ini Dibuka Lagi | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

IDI Jelaskan Soal Tenaga Medis Tak Rawat Pasien Corona Tanpa APD | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Sabtu, 28 Maret 2020 10:04 WIB

IDI Jelaskan Soal Tenaga Medis Tak Rawat Pasien Corona Tanpa APD | Berita Tempo Hari Ini

Pelaku usaha konveksi menunjukkan sampel pakaian APD (alat Pelindung Diri) kesehatan yang telah selesai produksi di UKM Tulip Craft, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat 27 Maret 2020. Sebanyak 10 ribu setel pakaian alat pelindung diri berbahan "polypropilene spunbond" diproduksi oleh UKM setempat untuk selanjutnya akan disumbangkan ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bogor sebagai sarana APD tim medis dalam penanganan wabah COVID-19 (Corona Virus Disease). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan maksud dari surat pernyataannya yang meminta seluruh anggota profesi untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Corona jika kebutuhan alat pelindung diri (APD) tidak terpenuhi.

Surat itu diteken Ketua IDI, Daeng M Faqih dan disepakati bersama dengan beberapa organisasi profesi lainnya seperti; Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia, dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) pada Jumat, 27 Maret 2020.

IDI Menjelaskan Soal Tenaga Medis Tak Rawat Pasien Corona Tanpa APD

Menurut Daeng, surat tersebut merupakan imbauan kepada seluruh petugas kesehatan untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dengan memakai alat pelindung diri (APD) dalam menangani pasien Corona.

"Karena kalau petugas kesehatan nekat merawat pasien Covid-19 tanpa pakai APD, maka akan langsung tertular dan jadi sakit. Kalau petugas kesehatan banyak tumbang, nanti siapa lagi yang akan merawat pasien yang semakin banyak," kata Ketua IDI, Daeng M Faqih saat dihubungi Tempo pada 27 Maret 2020.

Demi keselamatan bersama, IDI meminta kepada pemerintah untuk segera memenuhi kebutuhan APD bagi para dokter, perawat dan tenaga medis yang menangani pasien Corona. Bila kebutuhan APD tidak terpenuhi, IDI mengimbau kepada anggota profesinya untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien COVID-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat.

IDI Jelaskan Soal Tenaga Medis Tak Rawat Pasien Corona Tanpa APD

Senin lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan pemerintah sudah mendapatkan 105 ribu APD yang siap didistribusikan ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.

Rinciannya, 45 ribu unit didistribusikan untuk DKI Jakarta, Bogor dan Banten. Sebanyak 40 ribu unit didistribusikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI. Yogyakarta dan Bali. Sementara 10 ribu unit akan didistribusikan di luar Jawa dan 10 ribu unit disimpan sebagai cadangan. Namun, kenyataannya, sejumlah rumah sakit masih mengeluhkan kekurangan APD.

Daeng menyebut jumlah APD yang ada saat ini tidaklah cukup. "Masih butuh banyak dan butuh kontinyu karena APD ini idealnya sekali pakai," ujar Daeng.

Dia enggan menjelaskan detail jumlah APD yang diperlukan, sebab kebutuhan terus bertambah seiring dengan bertambahnya pasien. "Angkanya akan dinamis karena pertambahan pasien banyak sekali," ujar Daeng.

Data terakhir per 27 Maret 2020, jumlah kasus positif Corona di Indonesia mencapai 1.046. Dari total jumlah tersebut, pasien sembuh sebanyak 46 orang dan 87 orang meninggal. Persebarannya hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan kasus positif terbanyak di DKI Jakarta.



IDI Jelaskan Soal Tenaga Medis Tak Rawat Pasien Corona Tanpa APD | Bang Naga | on Sabtu, 28 Maret 2020 10:04 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: IDI Jelaskan Soal Tenaga Medis Tak Rawat Pasien Corona Tanpa APD
Description: IDI mengatakan tenaga medis perlu mendapat APD yang layak untuk menangani pasien Corona.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1324917/idi-jelaskan-soal-tenaga-medis-tak-rawat-pasien-corona-tanpa-apd.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Facebook Bakal Beri Tanda Unggahan dari Media Pemerintah
» ICW Kirim Pendapat Hukum Kasus Novel Baswedan ke PN Jakut
» Trump Sebut George Floyd Mesti Bangga Pengangguran AS Turun
» Liverpool Rindu Sepak Bola
» Kebakaran Landa Gedung BRI Life Rawamangun, Dugaan Korsleting
» Saat Wabah Corona, DMI Nilai Saf Salat Satu Meter Sudah Rapat
» Tito Minta Kepala Daerah Cairkan Dana Hibah Pilkada buat KPU

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds