Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Teror di Diskusi Mahasiswa UGM, Mahfud Md Minta Korban Melapor | Ancaman Pembunuhan di Diskusi UGM, Polri Siap Turun Tangan | BMKG: Intrusi Udara Kering dari Utara Picu Hujan Lebat, Petir | Hendra Setiawan: Olimpiade 2016 Kenangan Terburuk | Era New Normal, Penggunaan Video Conference Diduga Tetap Tinggi | Panitia Diskusi CLS FH UGM akan Dibunuh, Simak Detil Ancamannya | Polri Batalkan Perpanjangan Penutupan Layanan SIM, STNK, BPKB | Aturan Baru: Anak-anak dan Lansia Dilarang ke Rumah Ibadah | Waspadalah, Virus Corona Bisa Menyebar Supercepat di Satu Tempat | Jerinx SID Tantang Sosialita yang Ingin Jatuhkan Kredibilitasnya | Risma Marah Karena Lab PCR Tinggalkan Surabaya, Ini Kata Khofifah | Salahkan Cina, Trump Perintahkan Amerika Keluar dari WHO | Anak Alami MIS-C Bisa Jadi Tanda Terinfeksi Covid-19 | Putra Mahkota Arab Saudi Bidik Eks Intelijen Top, Barat Khawatir | PDIP Nilai Pemindahan Mobil PCR dari Surabaya Rivalitas Politik | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Cerita WNA Belanda Diduga Pasien Corona Pertama di Indonesia | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Sabtu, 28 Maret 2020 06:36 WIB

Cerita WNA Belanda Diduga Pasien Corona Pertama di Indonesia | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi Virus Corona (123rf.com)

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Joey Schouten, warga negara Belanda yang diduga menjadi pasien terinfeksi virus Corona pertama di Indonesia bercerita kepada Tempo mengenai ramainya pemberitaan di Indonesia mengenai dirinya. Dalam sejumlah pemberitaan, Joey disebutkan pernah dirawat di Rumah Sakit Aisyiyah, Malang, Jawa Timur, pada pertengahan Januari 2020.

Kepada Tempo, Joey mengatakan bahwa ia dirawat di tiga rumah sakit ketika menderita sakit. “Saya dirawat di RSK Budi di Blitar, RSI Aisyiyah, dan RS Saiful Anwar Malang, pada pertengahan Januari,” ujar dia saat dihubungi pada 27 Maret 2020.

Joey bercerita mengenai pesan WhatsApp yang ia terima dari dr. Dhea Daritsh dari RS Aisyiyah, Malang. Saat itu, ia mendapat pesan berisikan, "Halo mas Joey, saya Dhea Daritsh dari RSI Aisyiyah Malang. Dari hasil tes darah sebelumnya kami dapat memberi Anda hasil bahwa Anda positif mengidap virus Corona (COVID-19) selama Anda tinggal di rumah sakit."

Joey mengira bahwa pesan itu dikirim seseorang dari bagian resepsionis. "Dan perkiraan saya adalah bahwa dia memakai nama panggilan, bukan nama resminya."

Selama dirawat, pihak rumah sakit tak pernah membicarakan soal virus Corona. Saat itu, kata dia, virus Corona masih menjadi sesuatu yang baru. Ia tidak tahu tentang virus itu. "Jadi saya tidak menghubungkan kemungkinan itu dengan apa yang saya derita," kata Joey.

Joey, menurut surat kabar Eindhovens Dagblad, yang baru lulus studi desain grafik di Helmond terbang ke Singapura pada permulaan Januari lalu. Di sana, dia berjalan-jalan ke Pecinan. Banyak turis dari Cina juga ada di sana untuk berbelanja menjelang Tahun Baru Imlek.

Dari Singapura Joey terbang ke Jawa Timur, dan beberapa hari sesudah itu dia jatuh sakit. "Tiba-tiba saya demam 41 derajat. Untuk pertama kali dalam hidup saya, saya jatuh pingsan," kata Joey seperti dikutip koran Belanda itu.

Selama sembilan hari Joey dirawat di RS Aisyiyah, dia diinfus dan diperiksa dengan ultrasonograf. Darahnya diambil sampai enam kali. Para dokter mengiranya flu berat dan memberinya berbagai obat. "Saya hanya tidur di rumah sakit, saya benar-benar lemas," kata Joey.

Selama di rumah sakit, Joey membaca berita tentang virus misterius di Wuhan yang menyebar cepat di Asia, tapi dia tidak berpikir bahwa yang dideritanya saat itu berhubungan dengan virus Corona. Dokter rumah sakit saat itu juga tidak mengetes darahnya untuk virus Corona.

Joey akhirnya pulih dan segera kembali ke Belanda. Pertama dia mengunjungi ibunya di Helmond, kota kecil di bagian selatan Belanda, untuk kemudian ke tempat ayahnya di Malaga, Spanyol. Tapi satu pekan setelah dia sampai di Malaga, seluruh Spanyol lockdown karena COVID-19. Saat itu Joey kembali bertanya-tanya tentang pengalamannya di Malang. "Apakah itu memang penyakit saya?" Saat itulah dia mengontak dokter yang merawatnya di Malang, yang akhirnya memberi konfirmasi pada Joey pada 19 Maret ia positif mengidap virus Corona.

Menanggapi pemberitaan di Indonesia yang mempertanyakan kebenaran informasinya, Joey mengatakan bahwa ia masih menyimpan pesan WhatsApp yang diterima, dan juga rekening dari rumah sakit.

ANDITA RAHMA | LINAWATI SIDARTO



Cerita WNA Belanda Diduga Pasien Corona Pertama di Indonesia | Bang Naga | on Sabtu, 28 Maret 2020 06:36 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Cerita WNA Belanda Diduga Pasien Corona Pertama di Indonesia
Description: Meski RSI Aisyiyah memberitahukan ia mengidap virus Corona, Joey tak berpikir sakitnya berhubungan dengan wabah sedunia hingga ia terkunci Spanyol.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1324875/cerita-wna-belanda-diduga-pasien-corona-pertama-di-indonesia.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Roket SpaceX Meluncur ke Luar Angkasa dengan 2 Astronot
» Pemerintah Inggris Izinkan Kompetisi Olahraga Mulai Juni
» Polri: Kasus George Floyd Pelajaran Bagi Polisi Indonesia
» Hasil Liga Jerman: Bayern Munchen Menang 5-0 atas Fortuna
» Bayi Kembar di Batam Positif Corona, Kondisi Sempat Lemah
» Protes Floyd Jadi Rusuh, Trump Tawarkan Militer ke Minnesota
» Pandemi Corona dan Langkah India Akan Melonggarkan Lockdown

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds