Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Lima Catatan Ombudsman Jakarta Soal PSBB Transisi | Kebakaran Gedung BRI Life Jalan Paus Berhasil Dipadamkan | PSSI Akan Minta Relaksasi Pajak | Vaksin Corona Belum Ditemukan, Olimpiade 2020 Terancam Batal | Land Rover Langka Milik Sopir Sultan HB X Terjual Seharga Pajero | Baru Dibebaskan, Komentar Ferdian Paleka Bikin Geram Warganet | New Normal, Dirut Garuda: Penumpang Pesawat Jangan Seperti di ICU | Luhut Pandjaitan: Saya Usia 73 Tahun, Masih Lari 6 Kali Seminggu | Setara Sayangkan Penghapusan Aplikasi Injil Berbahasa Minang | Marak Rampok, Polisi Usul Pengusaha Minimarket Sediakan Security | Kader Demokrat Husni Thamrin Meninggal | 4 Berita Transfer Pemain Hari Ini: Timo Werner, Paul Pogba, Bale | Update Covid-19 5 Juni: 29.521 Positif, 9.443 Sembuh, 1.770 Wafat | New Normal, Gugus Tugas Izinkan 9 Sektor Ekonomi Ini Dibuka Lagi | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Rapid Tes Corona Tak Menentukan Hasil Diagnosis, Simak Kata Ahli | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Sabtu, 28 Maret 2020 08:00 WIB

Rapid Tes Corona Tak Menentukan Hasil Diagnosis, Simak Kata Ahli | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi rapid test. Shutterstock

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Virus corona sudah sering disebut sebagai penyebab infeksi saluran pernafasan atas sampai pneumonia sejak 20 tahun yang lalu. Sebelum COVID-19, ada human pathogenic CoV (HCoV), SARS-CoV, MERS-CoV dan patogenik virus corona lain.

WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020. Deteksi virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab COVID-19 yang direkomendasikan adalah real-time Polymerase Chain Reaction atau PCR dilanjutkan sequencing untuk mengkonfirmasi diagnosis infeksi COVID-19.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Laboratorium Kedokteran Indonesia, Aryati, urutan tingkat kepercayaan untuk deteksi berbagai patogen dari yang tertinggi yaitu kultur, molekular (DNA atau
RNA), antigen, dan yang terendah yaitu antibodi (IgM/IgG/IgA anti pathogen tersebut).

"Untuk SARS-CoV-2 tentu confidence level tertinggi saat ini adalah pemeriksaan molekular (yaitu real-time Polymerase Chain Reaction/PCR dilanjutkan sequencing yang telah dilakukan di Balitbangkes Jakarta), disebabkan karena kultur virus SARS-CoV-2 saat ini belum dapat dilakukan," ucapnya melalui siaran pers, Jumat, 27 Maret 2020.

Lalu bagaimana dengan rapid test IgM/IgG SARS-CoV-2 untuk deteksi COVID-19 dari berbagai merek yang saat ini marak diperjualbelikan? Simak faktanya.

1. Deteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2 dengan metode rapid test belum ada penjelasan kinetika antibodinya. Antibodi baru terbentuk beberapa waktu setelah
masuknya virus ke dalam tubuh, yang tentunya membutuhkan waktu, namun waktu terbentuknya antibodi belum disebutkan secara jelas pada beberapa referensi.

Terdapat satu publikasi sementara ini yang menyatakan antibodi baru mulai terdeteksi dengan metode imunofluoresensi paling dini hari ke 6, namun sebagian besar antara hari ke 8 - 12 sejak timbulnya gejala.

3. Antibodi terhadap SARS-CoV-2 belum terbukti dapat menentukan infeksi akut saat ini, sehingga belum direkomendasikan untuk diagnostik. Sebagai contoh seperti halnya infeksi dengue dikatakan sebagai infeksi akut apabila terjadi peningkatan titer 4x dengan metode Hemagglutination Inhibition pada serum akut dan konvalesen.

Begitu pula antibodi Treponemal pallidum (sifilis) yang hanya dapat menunjukkan paparan sehingga tidak bisa menentukan infeksi akut atau lampau, sementara IgG anti Rubella bersifat protektif, sehingga masih perlu pendalaman kinetika antibodi
terhadap SARS-CoV-2 lebih lanjut.

3. Berbagai rapid test tersebut belum diketahui validitasnya, antigen dan prinsip pemeriksaan yang digunakan, variasi waktu pengambilan spesimen, limit deteksi masing-masing rapid test, interferens, berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hasil false positive dan false negative, serta belum diketahui adanya ijin edar
resmi.

"Apabila untuk deteksi dini harus diinterpretasi dengan sangat hati-hati, karena hasil positif tidak bisa memastikan bahwa betul terinfeksi COVID-19 saat ini, sedangkan hasil negatif tidak bisa menyingkirkan adanya infeksi COVID-19 sehingga tetap berpotensi menularkan pada orang lain," ucap Aryati.



Rapid Tes Corona Tak Menentukan Hasil Diagnosis, Simak Kata Ahli | Bang Naga | on Sabtu, 28 Maret 2020 08:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Rapid Tes Corona Tak Menentukan Hasil Diagnosis, Simak Kata Ahli
Description: Rapid test corona yang tersedia dalam berbagai merek tak dapat menentukan hasil akhir. PAkar menjelaskan sebabnya.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1324868/rapid-tes-corona-tak-menentukan-hasil-diagnosis-simak-kata-ahli.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Trump Sebut George Floyd Mesti Bangga Pengangguran AS Turun
» Liverpool Rindu Sepak Bola
» Kebakaran Landa Gedung BRI Life Rawamangun, Dugaan Korsleting
» Saat Wabah Corona, DMI Nilai Saf Salat Satu Meter Sudah Rapat
» Tito Minta Kepala Daerah Cairkan Dana Hibah Pilkada buat KPU
» Positif Covid-19 di Sumbar Capai 607 Kasus, 21 Sembuh
» Penikaman di Supermarket China, 3 Tewas dan 7 Terluka

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds