Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Borussia Dortmund Pinjamkan Stadion untuk Rawat Pasien Corona | Logo Asian Games 2022 Hangzhou Diluncurkan di Tengah Wabah Corona | Ridwan Kamil Jelaskan Mengapa Kasus Corona Terlihat Sedikit | Satu Keluarga di Italia Ini Habis Gara-gara Virus Corona | Virus Corona Tidak Bisa Bertahan di Makanan, Mengapa? | Ridwan Kamil Keluhkan Tiadanya Koordinasi Pusat Tangani Corona | Ridwan Kamil Pastikan Pusat Terkejut dengan Kasus Positif Corona | Bupati Morowali Utara Dimakamkan Pakai Protokol Penanganan Corona | Kasus Meninggal Akibat Corona di Tangerang Selatan Capai 20 Orang | Update Corona 3 April: 1986 Positif, 181 Meninggal, 134 Sembuh | 4 Insiden Penolakan Pemakaman Jenazah PDP Corona di Makassar | Ayu Ting Ting Berbikini di Dalam Rumah, Ayah Ibunya Dikecam | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Cerita dari Garda Depan Wabah Corona: Derita Dokter di Balik APD | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 26 Maret 2020 11:41 WIB

Cerita dari Garda Depan Wabah Corona: Derita Dokter di Balik APD | Berita Tempo Hari Ini

Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan telah menerima sepuluh pasien rujukan dalam pengawasan terkait virus corona. ANTARA/Hafidz Mubarak A

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Bandung - Sepucuk surat dokter dari garda terdepan yang ditujukan kepada seluruh masyarakat viral di grup percakapan di telepon genggam belum lama ini. Isinya curahan hati tentang bagaimana mereka harus menderita di balik pakaian pelindung yang sangat tebal dan ketat saat menangani para pasien terinfeksi virus corona COVID-19.

Disebutkan kalau masker harus pakai 2 lapis, pembungkus sepatu pakai 2 lapis, sarung tangan pakai 5 lapis, di bagian luar kaca mata pelindung masih harus pasang masker pelindung. Setiap 5 jam memakai pakaian pelindung itu tidak bisa makan, minum, atau ke toilet/

Di ujung suratnya, dokter itu meminta masyarakat bisa bekerja sama, untuk tidak keluar rumah demi mencegah penularan virus lebih luas. "Rumah yang menurut kalian adalah tempat yang membosankan, bagi kami para tenaga medis dan petugas yang berjuang di garda depan melawan wabah, adalah tempat yang kami ingin pulang pun tidak bisa pulang," bunyi surat itu.

Tempo lalu bertemu dengan Kevin Fachry, seorang dokter residen di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung, Selasa 24 Maret 2020. Sejak Januari lalu, Kevin ikut menangani pasien bergejala hingga positif COVID-19 di Instalasi Gawat Darurat dan ruang rawat inap isolasi penyakit infeksi khusus.

Dia mengakui pakaian tertutup alat pelindung diri yang disebut hazmat, akronim dari hazardous materials, membuat pemakainya tak nyaman. Ketika melepas pakaian dekontaminasi yang kerap disebut baju astronot itu, seluruh pakaian dalam basah oleh keringat. “Iya betul kok, saya pernah pakai sampai satu jam,” katanya. 

Seorang petugas medis berselfie saat menunjukkan wajahnya yang memar akibat menggunakan masker dan kacamata pelindung setelah menangani pasien virus corona atau Covid-19 di ruang ICU. Twitter.com

Selain itu pemakaian kacamata pelindung atau goggles selama 15 menit sudah memunculkan bekas di wajah seperti habis memakai pakai kacamata renang. Sedang memakai masker aman, N95, pun memunculkan kerepotan lain ketika bernapas. “Kalau tidak biasa memang awalnya seperti lebih sesak,” ujarnya.

Menurut Kevin, sesuai protokol keselamatan kerja, masker cukup selapis N95. Tapi penggunaan sarung tangan berlapis dua. Tujuannya, memastikan keamanan saat pengguna melepas baju APD-nya.

“Jadi sarung tangan yang bekas menyentuh pasien tidak menyentuh baju kita yang bagian dalam,” kata lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 2014 itu.

Caranya, sarung tangan lapis kedua atau yang terluar dilepas dulu. Setelah itu sarung tangan di dalamnya atau lapis pertama digunakan untuk melepas semua peralatan. ”Ada prosedurnya urutan mana sarung tangan yang dilepas duluan untuk meminimalisir risiko mengkontaminasi baju sendiri,” kata Kevin.



Cerita dari Garda Depan Wabah Corona: Derita Dokter di Balik APD | Bang Naga | on Kamis, 26 Maret 2020 11:41 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Cerita dari Garda Depan Wabah Corona: Derita Dokter di Balik APD
Description: Sarung tangan lapis dua karena dokter harus menjaga jangan sampai mengkontaminasi pakaiannya sendiri dengan virus corona COVID-19.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1324136/cerita-dari-garda-depan-wabah-corona-derita-dokter-di-balik-apd.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Lakukan PSBB, Pemkot Sukabumi Tutup Jalan di Setukpa Polri
» Satu Korban Jembatan Ambruk di Purwakarta Ditemukan Meninggal
» Cara Orang Tua di India 'Hadiri' Pernikahan Anak di AS
» KPK Perpanjang Masa Tahanan Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan
» Eks Anak Buah Firli Jadi Calon Deputi Penindakan KPK
» Sempat Mandek, Serial Obi-Wan Kenobi Dapat Penulis Baru
» Surya Anta Cs Dituntut Penjara 1 Tahun 5 Bulan Terkait Makar

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds