Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
5 Ibu Hamil di Kuningan Diduga Terpapar Corona | Polisi Razia Cegah Corona, Ojek Online dan Bajaj Dibubarkan | Suami Istri Tewas Tenggak Miras Oplosan di Bekasi | Desa Jabar Diminta Bentuk Gugus Tugas Siaga Corona | Pemprov Sulsel Beri Alasan Tidak Ajukan Status PSBB Corona | Muncul Larangan Baru PNS ke Luar Kota dan Mudik karena Corona | Update Corona 6 April: 2.491 Kasus, 192 Sembuh, 209 Meninggal | Jokowi Minta Sri Mulyani Kaji Ulang Pembayaran THR dan Gaji Ke-13 | Pemilihan Wagub DKI, DPRD 3 Kali Ubah Jumlah Hak Suara | Jokowi Tegaskan Pemerintah Tak Akan Bebaskan Napi Koruptor | Sri Mulyani: 95 Ribu Orang Diprediksi Terpapar Corona pada Mei | Dirut Pasar Jaya: Gubernur Tegur Agar Pasar Tanah Abang Tutup | Ribuan Pekerja di Jakarta Kena PHK Selama Pandemi Corona | Cegah Virus Corona, Yordania Bakal Pakai Drone Awasi Jam Malam | Jokowi Minta Sri Mulyani Kaji Ulang THR PNS, Begini Sikap Korpri | Politikus PKS Sebut Permenkumham Asimilasi Bisa Diskriminatif | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pemerintah Kebut Pendataan Penerima Bantuan Sosial | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 26 Maret 2020 05:30 WIB

Pemerintah Kebut Pendataan Penerima Bantuan Sosial | Berita Tempo Hari Ini

Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyerahkan bantuan pada warga terdampak di Kabupaten Sukabumi, di Kampunh Ciseupan Pojok, Desa Pulosari, Kabupaten Sukabumi, Kamis(12/3/2020). (Sumber foto dinsos Jabar)

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin mengatakan kementeriannya tak masalah jika diberi tugas tambahan menambah jumlah keluarga penerima manfaat yang saat ini ada 15,2 juta keluarga. Jika diperlebar, dana tambahan bantuan sosial ini nantinya akan menggunakan konsep realokasi beberapa pos yang bisa dihemat. “Kami siap menambah kuota,” kata Pepen, Rabu 25 Maret 2020.

Meski begitu, dia mengatakan belum bisa memberi banyak keterangan ihwal perlebaran bantuan sosial. Musababnya, keputusan tersebut masih digodok secara intensif. Yang pasti, kata dia, program stimulus yang sejalan dengan program bansos regularnya yakni program kartu sembako dengan bantuan tunai Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu per bulan  sudah berjalan sejak awal Maret ini.

Sepanjang Januari hingga Maret 2020, Kementerian Sosial telah merealisasikan dana bantuan PKH sebesar Rp 14,02 triliun kepada sedikitnya 9,2 juta orang. Dana bantuan itu berlaku untuk periode enam bulan, yakni Januari hingga Juni 2020. Pada tahap pertama, Kementerian Sosial mengucurkan bantuan senilai Rp 7 triliun untuk 9 juta penduduk. Sedangkan di termin kedua, kementerian kembali mengucurkan dana yang jumlahnya tak terlalu berbeda, yakni Rp 7,01 triliun.

Untuk tahap kedua, jumlah penerima bantuan PKH bertambah sekitar 200 ribu orang karena adanya sinkronisasi data atau data cleansing. Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama mengatakan kementeriannya siap mensinkronisasi data kemiskinan lembaganya dengan instansi lain. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti wacana pemerintah yang bakal terus mengeluarkan berbagai program bantuan sosial dan jaring pengaman sosial tersebab wabah virus Covid-19. “Kalau ada program rujukan kami memiliki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial,” kata Asep, kemarin.

DTKS merupakan data yang diolah pusat data Kementerian Sosial. Data tersebut mencakup data keluarga fakir miskin, miskin, dan rentan yang dihimpun berkala dari dinas sosial daerah. “Sebenarnya kami hanya berwewenang di program Bantuan Sosial, namun kami siap berkoordinasi bersama,” ujar Asep.

Selasa lalu, pemerintah mengumumkan bakal memperbanyak program bantuan sosial seperti bantuan langsung tunai untuk penanggulangan efek negatif virus Covid-19. Setidaknya ada berbagai opsi yang disiapkan yakni penambahan jumlah keluarga penerima hingga memberikan bantuan langsung tunai kepada orang yang kehilangan pekerjaan akibat merosotnya aktivitas bisnis akibat krisis Corona.

Ekonom dari Univeritas Indonesia Chatib Basri mengatakan program bansos dan BLT adalah cara paling jitu menangani krisis wabah penyakit seperti Corona. “Fokus ke sektor kesehatan juga, karena jika masyarakatnya sakit insentif seperti apapun takkan efektif,” katanya dalam sebuah konferensi video terbuka.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA



Pemerintah Kebut Pendataan Penerima Bantuan Sosial | Bang Naga | on Kamis, 26 Maret 2020 05:30 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pemerintah Kebut Pendataan Penerima Bantuan Sosial
Description: Dana tambahan bantuan sosial ini nantinya akan menggunakan konsep realokasi beberapa pos yang bisa dihemat
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1324010/pemerintah-kebut-pendataan-penerima-bantuan-sosial.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» PM Irlandia Kembali Terjun sebagai Dokter untuk Lawan Corona
» AS Tegur China Usai Insiden Penenggelaman Kapal Vietnam
» Bon Iver Pamer Lagu Baru di Kampanye Virtual Bernie Sanders
» KMI Ungkap Alasan Peluncuran Ninja 250 4 Silinder Ditunda
» Pertamina Tambah Pasokan Elpiji di Tengah Gerakan #DiRumahAja
» Corona, Mantan Kekasih Mick Jagger Dirawat di Rumah Sakit
» Xavi: Level Messi di Atas Ronaldinho

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds