Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Polisi Siapkan Tim Tangani Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah | Terawan Belum Setujui Status PSBB Jakarta dan Tegal | Industri Asuransi Jiwa Kaji Mekanisme Penundaan Pembayaran Premi | Tjahjo Kumolo Atur PNS Wajib Pakai Masker saat Bepergian | Karena Corona Penumpang Bandara Angkasa Pura I Anjlok 8,11 Persen | Sultan HB X Bela Dokter dan Perawat yang Tangani Corona | Corona Meningkat Penyaluran APD Tersendat, Ini Kata Sri Mulyani | Indonesia Dukung Pertemuan OPEC Inisiasi Arab Saudi | David Moyes Jadi Pelatih Ketiga yang Minta Gajinya Dipangkas | 5 Ibu Hamil di Kuningan Diduga Terpapar Corona | Polisi Razia Cegah Corona, Ojek Online dan Bajaj Dibubarkan | Suami Istri Tewas Tenggak Miras Oplosan di Bekasi | Desa Jabar Diminta Bentuk Gugus Tugas Siaga Corona | Pemprov Sulsel Beri Alasan Tidak Ajukan Status PSBB Corona | Muncul Larangan Baru PNS ke Luar Kota dan Mudik karena Corona | Update Corona 6 April: 2.491 Kasus, 192 Sembuh, 209 Meninggal | Jokowi Minta Sri Mulyani Kaji Ulang Pembayaran THR dan Gaji Ke-13 | Pemilihan Wagub DKI, DPRD 3 Kali Ubah Jumlah Hak Suara | Jokowi Tegaskan Pemerintah Tak Akan Bebaskan Napi Koruptor | Sri Mulyani: 95 Ribu Orang Diprediksi Terpapar Corona pada Mei | Dirut Pasar Jaya: Gubernur Tegur Agar Pasar Tanah Abang Tutup | Ribuan Pekerja di Jakarta Kena PHK Selama Pandemi Corona | Cegah Virus Corona, Yordania Bakal Pakai Drone Awasi Jam Malam | Jokowi Minta Sri Mulyani Kaji Ulang THR PNS, Begini Sikap Korpri | Politikus PKS Sebut Permenkumham Asimilasi Bisa Diskriminatif | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Bahaya Ekonomi di Masa Pandemi | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 26 Maret 2020 06:59 WIB

Bahaya Ekonomi di Masa Pandemi | Berita Tempo Hari Ini

Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi yang terlemah dibandingkan dengan bursa saham di Asia hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (17/3). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG atau Jakarta Composite Index menjadi yang terlemah dengan koreksi sebesar persen atau poin ke level 4.478,55. Kejatuhan ini menjadi yang terlemah sejak Januari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

DOWNLOAD APP sumutkota.com

PEMERINTAH jangan mengulangi kesalahan pada masa-masa awal penanganan Pandemi Corona (Covid-19): serba terlambat dan terkesan meremehkan. Kondisi ekonomi Indonesia selama masa Pandemi Corona yang terus memburuk ini memerlukan penyelesaian yang cepat dan menyeluruh.

Corona jelas telah memukul telak ekonomi Indonesia. Indeks saham Bursa Efek Indonesia melemah 33 persen dibandingkan dengan awal 2020, terburuk sejak 2015. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat anjlok ke level 16.273, terendah sejak Juni 1998. Investor asing di pasar uang dan pasar modal terus menarik dananya dari pasar Indonesia. Situasi ini belum akan berhenti karena wabah corona di Indonesia makin luas. Kasus dan korban corona juga terus bertambah.

Hasil simulasi ekonom Australian National University, Warwick McKibbin, yang dibantu oleh Roshen Fernando, dalam riset bertajuk “The Global Macroeconomic Impacts of Covid-19” jelas menunjukkan kegawatan yang luar biasa. Dampak ekonomi akibat corona ini jauh lebih buruk dibanding Flu Spanyol pada 1918-1919, wabah paling mematikan sepanjang sejarah yang menewaskan 40 juta orang di seluruh dunia. Dampak corona juga diperkirakan bisa mencapai US$ 2,4 triliun, bandingkan dengan SARS pada 2003 yang memangkas ekonomi dunia US$ 40 miliar.

Keduanya membuat tujuh skenario berdasarkan tingkat sebaran virus corona, kasus, dan jumlah korban tewas. Skenario 1-3 jika corona hanya terjadi di Cina dan bersifat sementara. Skenario 4-6, corona menyebar ke seluruh dunia dan bersifat sementara. Skenario 7, corona menyebar ke seluruh dunia dan wabah ringan akan berulang pada tahun-tahun mendatang. Mereka membuat prognosis berdasarkan lima faktor guncangan (shock), yakni suplai tenaga kerja, equity risk premium, biaya produksi, permintaan konsumsi, dan belanja pemerintah.

Pada Indonesia, suplai tenaga kerja menurun, equity risk premium naik, biaya produksi naik, permintaan turun, dan anggaran belanja naik. Berdasarkan simulasi itu, keduanya menunjukkan pertumbuhan ekonomi (PDB) Indonesia pada 2020 akan terkoreksi 1,3 persen pada skenario empat; 2,8 persen pada skenario lima; 4,7 persen pada skenario enam; dan 1,3 persen pada skenario tujuh. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2020, Indonesia merencanakan PDB sebesar 5,3 persen. Untuk skenario 4 saja PDB Indonesia akan jatuh jadi 4 persen.

Melihat berbagai skenario tersebut, ekonomi Indonesia pada 2020 dan tahun-tahun mendatang sangat bergantung pada penanganan Pandemi Corona. Makin lama penanganannya, virus akan makin menyebar dan korban bakal terus berjatuhan. Hingga Sabtu, 21 Maret lalu, sudah 38 orang meninggal akibat Covid-19. Memang angka tersebut masih jauh dari jumlah 647 pada skenario 4. Namun pemerintah semestinya berusaha keras agar korban tewas tak sampai di angka tersebut.

Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan tiga program utama, yakni realokasi anggaran dengan fokus pada kesehatan (corona), jaringan pengaman sosial, serta perlindungan usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun pidato saja jelas tak cukup. Pemerintah perlu mempercepat pengajuan RAPBN Perubahan 2020 dan mendorong daerah melakukan hal yang sama. Jika hal itu tidak segera dilakukan, pemerintah hanya bisa memakai dana tanggap darurat yang jumlahnya Rp 5 triliun.

Perombakan APBN bisa dimulai dengan memangkas anggaran infrastruktur yang mencapai Rp 423 triliun. Program pembangunan ibu kota baru bisa ditunda, juga pengembangan lima destinasi pariwisata superprioritas. Anggaran tersebut bisa direalokasikan untuk belanja kesehatan, terutama untuk penanganan Covid-19. Realokasi juga harus ditujukan untuk anggaran jaring pengaman sosial serta perlindungan usaha mikro, kecil, dan menengah. Masalah lain yang juga perlu segera diantisipasi adalah pengurangan tenaga kerja (PHK) besar-besaran.



Bahaya Ekonomi di Masa Pandemi | Bang Naga | on Kamis, 26 Maret 2020 06:59 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Bahaya Ekonomi di Masa Pandemi
Description: Wabah corona telah menghantam perekonomian Indonesia. Pemerintah perlu segera mengajukan RAPBN Perubahan 2020 sebagai panduan untuk mengatasi dampak ekonomi corona.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1322762/bahaya-ekonomi-di-masa-pandemi.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Rapid Test Corona Tak Akurat, Pemerintah Bakal Beralih ke PCR
» Uskup Agung Panama Pimpin Misa Minggu Palma via Helikopter
» Aceh Gunakan Penampungan Rohingya Jadi Lokasi Karantina ODP
» Pencopotan Mulfachri Disebut Tak Terkait Persaingan Zulhas
» AC Milan Bermimpi Datangkan Mauro Icardi
» PM Irlandia Kembali Terjun sebagai Dokter untuk Lawan Corona
» AS Tegur China Usai Insiden Penenggelaman Kapal Vietnam

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds