Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Pantai Ini Berganti Pengunjung, Gara-Gara Wabah Virus Corona | Jakarta Ramai Lagi, Cegah Wabah Corona Mulai Terancam? | Pandemi Corona Bikin Terlalu Lama di Rumah, Awas Cabin Fever Kenali Gejalanya | PSBB DKI Diteken, Akses dari dan ke Jabodetabek Langsung Disetop? | 3 Penyebab Tingginya Kematian akibat Corona Versi IDI | Toyota Hadirkan Fortuner Edisi Epic Tampil Lebih Gagah dan Sporty | Di India, Penipu Manfaatkan Isu VIrus Corona untuk Menjual Patung | 1,2 Juta APD Produksi Bogor Diduga Lolos Ekspor ke Korsel | Sri Mulyani: Dana THR PNS dan TNI-Polri Sudah Disediakan | Dua Perwira Polri Ikut Berebut Posisi Direktur Penyelidikan KPK | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Terobsesi Pola Makan Sehat, Awas Gangguan Mental Orthorexia | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Sabtu, 29 Februari 2020 15:46 WIB

Terobsesi Pola Makan Sehat, Awas Gangguan Mental Orthorexia | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi buah dan sayur. shutterstock.com

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan mengadopsi pola makan sehat. Namun jika Anda menerapkan pola makan sehat yang berlebihn justru menimbulkan gangguan mental orthorexia.

Gangguan orthorexia diindikasikan dengan fokus berlebih terhadap pola diet sehat yang dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari. Penderita orthorexia biasanya tidak terlalu mementingkan penurunan berat badan tetapi lebih ke jenis makanan yang dikonsumsi.

Orthorexia merupakan salah satu gangguan makan yang diindikasikan dengan obsesi berlebih terhadap pola makan sehat. Meskipun demikian, gangguan mental ini belum dimasukkan ke dalam Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) yang merupakan panduan dari psikiater. 

Penderita gangguan orthorexia lebih fokus terhadap jenis makanan sehat yang dikonsumsi daripada jumlah makanan yang dikonsumsi ataupun seberapa banyak berat badan yang bisa diturunkan. Sekilas, gangguan ini sulit dibedakan dengan penerapan pola makan sehat biasanya. 

Berikut ini beberapa indikasi dari gangguan orthorexia

1. Terobsesi dengan kualitas makanan yang akan dikonsumsi
Penderita orthorexia pasti akan selalu memeriksa tabel nutrisi dan komposisi secara berlebihan. Penderita gangguan ini sangat khawatir jika harus mengonsumsi pengawet, gula, ataupun senyawa kimia lain yang ditambahkan dalam makanan. Bahkan, penderita orthorexia hanya akan mengonsumsi jenis makanan tertentu yang dibuat dari bahan-bahan spesifik, seperti hanya mengonsumsi daging sapi yang diberikan pangan organik.

2. Memiliki pola makan yang kaku
Menjaga pola makan tidak berarti Anda menjadi kaku dan benar-benar membatasi apa yang dikonsumsi. Penderita orthorexia akan merasa sangat cemas dan stres ketika dirinya tidak mengikuti aturan pola makan yang ditetapkan. Selain itu, penderita orthorexia dapat merasa malu, bersalah, depresi, dan bahkan menghukum dirinya sendiri ketika tidak mampu menjalani pola makan yang telah ditetapkan.

3. Menjauhi jenis makanan tertentu
Penderita orthorexia bisa merasa bahwa jenis makanan tertentu tidak sehat untuk dikonsumsi dan tidak boleh dimakan. Contohnya, makanan tinggi karbohidrat atau produk susu. Namun, akan sulit untuk melacak penderita orthorexia yang memang menjalani pola diet tertentu yang mengharuskan pengurangan konsumsi jenis makanan tertentu, seperti diet paleo atau diet keto.

4. Selalu memikirkan apa yang harus dikonsumsi
Mengatur makanan apa yang akan dikonsumsi besok atau selama minggu adalah hal yang normal. Namun, Anda kemungkinan mengalami orthorexia jika Anda selalu memikirkan apa yang harus dikonsumsi tiap jam setiap harinya.

5. Berdampak ke kehidupan sosial
‘Pola makan sehat’ yang Anda tetapkan berdampak negatif terhadap kehidupan sosial yang dimiliki. Penderita orthorexia dapat mengisolasi dirinya dari acara makan bersama keluarga dan teman karena takut tidak bisa mengatur jenis makanan yang akan dikonsumsi. Misalnya, Anda rela tidak ikut pesta pernikahan sahabat atau anggota keluarga Anda karena tidak ingin mengonsumsi makanan tidak sehat yang disajikan di acara pernikahan.

Gangguan makan orthorexia tidak hanya berakibat buruk secara sosial, tetapi juga dapat berdampak secara fisik dan psikologis. Gangguan ini dapat memicu malnutrisi, kekurangan mineral tertentu ataupun gangguan pada tubuh akibat penerapan pola makan yang terlalu ketat.

Secara psikologis, tentunya gangguan orthorexia dapat menimbulkan berbagai emosi negatif yang menimbulkan stres berlebih, serta membuat penderitanya menjadi terlalu terobsesi dengan ‘pola makan sehat’.

SEHATQ



Terobsesi Pola Makan Sehat, Awas Gangguan Mental Orthorexia | Bang Naga | on Sabtu, 29 Februari 2020 15:46 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Terobsesi Pola Makan Sehat, Awas Gangguan Mental Orthorexia
Description: Sekilas, gangguan mental orthorexia ini sulit dibedakan dengan penerapan pola makan sehat biasanya. Kenali ciri-cirinya
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1313764/terobsesi-pola-makan-sehat-awas-gangguan-mental-orthorexia.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Pemerintahan Inggris Dipegang Menlu Selama PM Johnson Dirawat
» Sarung Tangan Michael Jackson Dilelang, Laku Rp1,6 M
» KPK Klaim Keterangan Jaksa Sri Perkuat Bukti Korupsi Nurhadi
» Pemkot Bandung Pastikan Stok Pangan Aman Sampai Lebaran
» Polisi Sebut Perampokan Tewaskan Encim Tukang Bakmi Hoaks
» Riza Manut Anies dalam Penanganan Banjir dan Macet Jakarta
» Sekitar 4 Juta Pemulung Disebut Terkena Dampak Corona

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds