Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Liga Inggris: Virgil van Dijk Bertekad Jadi Legenda Liverpool | BMKG: Waspada Hujan Petir di Jaksel dan Jaktim Malam Ini | Imbas Corona, Daihatsu Sebut Penjualan April Bisa Lebih Buruk | Bayern Munchen Latihan Saat Pandemi Corona, Begini Suasananya | Waketum IDI: Menkes Harusnya Fokus Tangani Corona, Bukan PSBB | Ikan Sarden Rendah Merkuri Kaya Omega 3 Berkhasiat Cegah Kanker | WHO Memuji, Kasus Baru Virus Corona di Korea Selatan Turun | 3 Penyebab Tingginya Kematian akibat Corona Versi IDI | Ojol Dilarang Angkut Penumpang saat PSBB Corona, Gojek Menjawab | Wabah Corona, Simak Usulan Ketua DPRD Kabupaten Bogor | PKS Ingatkan Sri Mulyani: Tunda Ibu Kota Baru, Fokus Corona | Formula 1: Seperti McLaren, Williams Juga Potong Gaji Pembalapnya | Pandemi Corona, Para Petenis Dunia Bersaing di Turnamen Virtual | Angkasa Pura II Wajibkan Petugas Bandara Pakai Masker Kain | Son Heung-min Jalani Wajib Militer Saat Pandemi Corona | Camilan Sehat Zaman Now Miliki Kalori Sedikit? Ini Kata Ahli Gizi | Dikritik, Liverpool Batal Bayar Karyawan Pakai Jaminan Pemerintah | Ridwan Kamil akan Ajukan PSBB Setelah Hasil Rapid Test Terkumpul | Ahmad Riza Patria Jadi Wagub DKI, 3 Kandidat Penggantinya di DPR | 1,2 Juta APD Produksi Bogor Diduga Lolos Ekspor ke Korsel | Radomir Antic, Mantan Pelatih Atletico dan Barcelona, Berpulang | Pandemi Corona Bikin Terlalu Lama di Rumah, Awas Cabin Fever Kenali Gejalanya | Terawan Minta 4 Hal ke Anies untuk Lengkapi Syarat Status PSBB | Miliarder Mesir Protes Aturan Cegah Virus Corona | Aria Bima PDIP Minta Jokowi Tegas Melarang Mudik di Masa Corona | Tantangan Ahmad Riza Patria, Tanggulangi Covid-19 Hingga Ekonomi | Ventilator Portabel BPPT untuk Pasien Corona Diuji Kemenkes | Polisi Siapkan Tim Tangani Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah | Terawan Belum Setujui Status PSBB Jakarta dan Tegal | Industri Asuransi Jiwa Kaji Mekanisme Penundaan Pembayaran Premi | Tjahjo Kumolo Atur PNS Wajib Pakai Masker saat Bepergian | Corona, Penumpang Bandara Angkasa Pura I Anjlok 8,11 Persen | Sultan HB X Bela Dokter dan Perawat yang Tangani Corona | Corona Meningkat Penyaluran APD Tersendat, Ini Kata Sri Mulyani | Indonesia Dukung Pertemuan OPEC Inisiasi Arab Saudi | David Moyes Jadi Pelatih Ketiga yang Minta Gajinya Dipangkas | 5 Ibu Hamil di Kuningan Diduga Terpapar Corona | Polisi Razia Cegah Corona, Ojek Online dan Bajaj Dibubarkan | Suami Istri Tewas Tenggak Miras Oplosan di Bekasi | Desa Jabar Diminta Bentuk Gugus Tugas Siaga Corona | Pemprov Sulsel Beri Alasan Tidak Ajukan Status PSBB Corona | Muncul Larangan Baru PNS ke Luar Kota dan Mudik karena Corona | Update Corona 6 April: 2.491 Kasus, 192 Sembuh, 209 Meninggal | Jokowi Minta Sri Mulyani Kaji Ulang Pembayaran THR dan Gaji Ke-13 | Pemilihan Wagub DKI, DPRD 3 Kali Ubah Jumlah Hak Suara | Jokowi Tegaskan Pemerintah Tak Akan Bebaskan Napi Koruptor | Sri Mulyani: 95 Ribu Orang Diprediksi Terpapar Corona pada Mei | Ribuan Pekerja di Jakarta Kena PHK Selama Pandemi Corona | Jokowi Minta Sri Mulyani Kaji Ulang THR PNS, Begini Sikap Korpri | Cegah Virus Corona, Yordania Bakal Pakai Drone Awasi Jam Malam | Sri Mulyani Beberkan Alasan Jokowi Minta THR PNS Dikaji Ulang | Politikus PKS Sebut Permenkumham Asimilasi Bisa Diskriminatif | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Dampak Wabah Virus Corona Terhadap Perekonomian Vietnam | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Senin, 24 Februari 2020 08:00 WIB

Dampak Wabah Virus Corona Terhadap Perekonomian Vietnam | Berita Tempo Hari Ini

Seorang petugas kesehatan menyemprotkan disinfektan di dalam bus Vietnam Airlines untuk melindungi dari wabah Virus Corona di bandara Noi Bai di Hanoi, Vietnam, 21 Februari 2020. REUTERS/Kham

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Wabah virus Corona telah berdampak pada perekonomian Vietnam ketika negara ini memiliki 16 kasus infeksi COVID-19.

"Vietnam menderita secara ekonomi, tetapi kurang dari Cina," kata Adam McCarty, kepala ekonom di Mekong Economics di Hanoi, dikutip dari South China Morning Post, 23 Februari 2020.

"Sekolah tetap ditutup, wisatawan terlalu sedikit, dan pekerja, mungkin 20 persen, setengah menganggur karena penurunan permintaan dan input Cina," katanya.

Sejak wabah dimulai pada akhir tahun lalu, Vietnam telah memperkenalkan sejumlah langkah untuk membantu menahan penyebarannya, termasuk memperpanjang liburan sekolah Tahun Baru Imlek di puluhan kota dan menghentikan perdagangan dengan Cina di banyak stasiun perbatasan utara.

Beberapa pos pemeriksaan dibuka kembali untuk jangka waktu terbatas pada hari Kamis, meskipun semua pengemudi truk yang memasuki negara itu dari Cina sekarang diharuskan memakai sarung tangan dan masker, dan dilarang meninggalkan taksi mereka, menurut laporan media Vietnam.

Seorang buruh membuat penghalang di lintasan di lokasi pembangunan lintasan balap Grand Prix Formula 1 Vietnam di Hanoi, Vietnam, 18 Februari 2020. Vietnam berbatasan langsung dengan Cina di mana sedikitnya 1.800 orang tewas karena virus corona. Sejumlah ajang olah raga internasional pun dibatalkan atau dipindahkan dari Negeri Tirai Bambu tersebut. REUTERS/Kham

Perusahaan kereta milik negara Vietnam Railways mengatakan pendapatannya dalam 19 hari pertama Februari turun sekitar US$ 2,8 juta atau Rp 38,5 miliar dari periode yang sama tahun lalu, sebagian karena harus membayar pengembalian uang pada hampir 40.000 tiket yang tidak digunakan.

Puluhan ribu pekerja migran Cina dikarantina saat mereka kembali ke Vietnam setelah liburan Tahun Baru Imlek, termasuk sekitar 10.000 di kota Son Loi dekat perbatasan Cina. Meskipun pos pemeriksaan kini telah dibuka kembali, bisnis terus menghadapi kesulitan.

Di sebuah pabrik sepatu di provinsi Thanh Hoa, hampir 12.000 pekerja diminta untuk mengambil cuti dua hari pekan lalu karena perusahaan tidak memiliki bahan baku untuk mereka kerjakan, lapor media setempat.

Ribuan pekerja di pabrik-pabrik garmen di Vietnam juga mogok karena kekhawatiran rekan kerja Cina mereka telah membawa COVID-19 setelah liburan. Dalam upaya meyakinkan mereka, serikat yang dikelola pemerintah menyediakan masker wajah gratis dan informasi tentang cara melindungi terhadap infeksi.

Wabah mematikan itu, yang dimulai di kota Wuhan di Cina tengah pada Desember, telah berdampak signifikan pada rantai pasokan global, dengan banyak bisnis asing mengeluh kekurangan pasokan karena gangguan produksi di ekonomi terbesar kedua di dunia itu. . Vietnam mengandalkan Cina untuk sekitar 30 persen impornya.

Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengatakan pada awal Februari bahwa pertumbuhan ekonomi dalam tiga bulan pertama tahun 2020 kemungkinan akan menjadi satu poin persentase di bawah target pemerintah sebesar 6,8 persen untuk periode tersebut.



Dampak Wabah Virus Corona Terhadap Perekonomian Vietnam | Bang Naga | on Senin, 24 Februari 2020 08:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Dampak Wabah Virus Corona Terhadap Perekonomian Vietnam
Description: Wabah virus Corona atau COVID-19 berdampak pada perekonomian dan terutama industri Vietnam yang bergantung dengan negara tetangganya, Cina.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1311228/dampak-wabah-virus-corona-terhadap-perekonomian-vietnam.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Harimau Positif Corona sampai Terminal 2 Changi Setop Operasi
» Cegah Corona, Depok Sulap 6 Pasar Tradisional Jadi Online
» Omzet Pesan-Antar Layanan Makanan Online Bisa Capai Rp33 T
» Bahlil Mau Jemput APD di Korea-China, Erick Usul Naik Garuda
» Opta Prediksi MU Tak Masuk Liga Champions
» Masjid di Iran Difungsikan Relawan Memproduksi Masker
» Tips Menjaga Pola Makan Sehat Selama Work From Home

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds