Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Jamaah Masjid Kebon Jeruk Dipindahkan ke RS Darurat Corona | 97 WNA Jamaah Tabligh Masjid Kebon Jeruk Diisolasi di Wisma Atlet | Wabah Covid-19, Artha Graha Bangun Rumah Sakit Lapangan | Earth Hour, Kantor Pemerintah di Jaksel Padamkan Lampu 1 Jam | Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Sigi, Nihil Tsunami | Update Corona 28 Maret: 1.155 Kasus, 59 Sembuh, 102 Meninggal | Toyota Fortuner 2020 Makin Mentereng, Lampu Bergaya Land Cruiser | Makanan yang Dianjurkan saat Isolasi Mandiri, Hindari Gorengan | 3 Positif COVID-19, Ratusan Orang Diisolasi di Masjid Kebon Jeruk | Sebaran COVID-19 di Kabupaten Tangerang Meluas, Ini Rinciannya | Antisipasi Corona, Sistem Belajar Lemdiklat Polri Dikaji Diubah | PDP Virus Corona, Anggota DPR PDIP Imam Suroso Meninggal | Mike Tyson Ungkap Satu-satunya Lawan yang Bisa Menahan Pukulannya | Wabah Corona, Pengusaha Konveksi PIK Pulogadung Produksi APD | Korban Tewas Italia Akibat Infeksi Virus Corona Capai Rekor | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pengacara Para Tahanan Politik Papua Minta Jokowi Pecat Mahfud Md | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Kamis, 13 Februari 2020 10:49 WIB

Pengacara Para Tahanan Politik Papua Minta Jokowi Pecat Mahfud Md | Berita Tempo Hari Ini

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD (tengah) didampingi Menteri Kesehatan Terawan (kiri) dan Mendagri Tito Karnavian (kanan) memberikan keterangan pers di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020. Pertemuan tersebut membahas tentang kondusifitas di Kepulauan Natuna. TEMPO/Muhammad Hidayat

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Pengacara para tahanan politik Papua, Gustaf Kawer, meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi memecat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. Alasannya, pernyataan Mahfud soal data korban dan tahanan politik selama operasi militer di Nduga, Papua, sebagai sampah dianggap tidak manusiawi.

"Presiden harus evaluasi dan bila perlu diganti dengan pejabat yang lebih humanis dan memperhatikan persoalan di Papua," kata Gustaf saat dihubungi Tempo, Kamis, 13 Februari 2020.

Menurut Gustaf, pernyataan Mahfud itu seperti meragukan kebenaran yang terjadi di depan matanya. "Ilustrasinya seperti ada darah jatuh di hidungnya, lalu orang-orang bilang kalau ada darah tapi dia jawab tidak ada darah," tuturnya.

Gustaf berujar sebagai pejabat negara Mahfud seharusnya berempati dengan masalah-masalah yang terjadi di Papua. "Betapa secara tidak sadar dia sebagai pejabat melihat persoalan di Papua tidak perlu ditanggapi cukup ditaruh di tempat sampah," ucap dia.

Sebelumnya, aktivis HAM, Veronica Koman, mengklaim timnya telah menyerahkan secara langsung data nama tahanan dan korban tewas di Papua kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Mereka menyerahkannya saat Jokowi berkunjung ke Canberra, Australia pada Senin siang, 10 Februari 2020, waktu setempat.

“Tim kami di Canberra telah berhasil menyerahkan dokumen-dokumen ini langsung kepada Presiden Jokowi. Dokumen ini memuat nama dan lokasi 57 tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar, yang saat ini sedang ditahan di tujuh kota di Indonesia," kata Veronica melalui siaran persnya.

Menanggapi pernyataan itu, Mahfud MD mewakili pemerintah mengatakan data dari Veronica Koman itu tidak pernah diterima secara resmi. Kalaupun data itu diberikan, Mahfud menganggapnya hanya sampah dan bukan data valid.



Pengacara Para Tahanan Politik Papua Minta Jokowi Pecat Mahfud Md | Bang Naga | on Kamis, 13 Februari 2020 10:49 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pengacara Para Tahanan Politik Papua Minta Jokowi Pecat Mahfud Md
Description: Pengacara para tahanan politik Papua meminta Presiden Jokowi meminta agar Menkopolhukam Mahfud Md dipecat.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1307035/pengacara-para-tahanan-politik-papua-minta-jokowi-pecat-mahfud-md.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Mantan Bintang Liga Inggris Minta Maaf Langgar Aturan Corona
» Dari 541 Hasil Rapid Test Corona di Jatim, 5 Positif
» Deportasi TKA China, Gubernur Kalbar Minta Imigrasi Tegas
» Ulama Minta Madura Tempuh Lockdown untuk Cegah Corona
» Miller Frustrasi MotoGP Ditunda karena Corona
» Maklumat Emil ke RT/RW: Memaksa Mudik, Jadikan Sebagai ODP
» Relawan Inggris Pakai Printer 3D Buat Masker Cegah Corona

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds