Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Guru VIral Pukul Murid di SMAN 12 Bekasi Dimutasi ke Cibarusah | Setelah Raih Grand Master, Novendra Priasmoro Juarai Liberec Open | Virus Corona Meluas, Sri Mulyani Beberkan Jurus Perkuat Ekonomi | Jepang Lobi Libanon Bawa Kembali Carlos Ghosn ke Tokyo | Jadwal Proliga 2020 Sabtu: 3 Laga Seru Putaran 2, Live INEWS TV | Kerugian Akibat Penghentian Umrah Diperkirakan Lebih dari Rp 1 T | Rizky Febian Sukses Bikin Histeris Penonton BNI Java Jazz 2020 | Liga 1 2020 Sabtu Ini: Prediksi Persebaya Vs Persik Kediri | 7 Mitos Keperawanan, Faktanya Tak Semua Wanita Punya Selaput Dara | PM Boris Johnson Sebut Penanganan Virus Corona Jadi Prioritas | Galang Hendra Pratama Siap Debut di WorldSSP 600 Australia | Memahami 3 Tipe Senyum dan Artinya | Daftar 10 Pemain Liga 1 2020 dengan Harga Tertinggi | Jadwal Liga 1 Sabtu: 3 Laga Pembuka, Ada Persebaya Vs Persik | Hasil Bola Sabtu Dinihari: Liga Inggris, Liga Europa, La Liga | Fraksi PDIP Sebut DKI Belum Maksimal Antisipasi Banjir Jakarta | Jelang Usia 60 Tahun, Chintami Atmanegara Bagi Tips Awet Muda | Banjir Muara Gembong Bekasi Surut, Dapur Umum Tetap Dibuka | Terkait Virus Corona, BI Yakin Ekonomi Membaik Semester II | Momen Virus Corona, Pabrik Masker Ilegal Raup Omzet Fantastis | Larangan Umrah, Kemenag Sulsel Nilai Itu Langkah Positif | Saran Analis untuk Investor Saat IHSG Jeblok | Komite Penyelamat Desak Empat Dewan Pengawas TVRI Mundur | Menaker Sebut Kartu Pra Kerja untuk Calon Pekerja Migran | Virus Corona, Wishnutama Geber Insentif Pariwisata Maret | BKSDA Aceh Selamatkan Gajah Terjerat | Bangkit dari Duka, BCL Nyanyi Lagi Didampingi Para Sahabat | BMKG Peringatkan Potensi Gempa dan Tsunami Besar di Sukabumi | WHO: Salah Fatal Jika Beranggapan Tak Akan Terkena Virus Corona | Bangkit dari Duka, BCL Nyanyi Lagi Didampingi Para Sahabat | Agamanya Jadi Perbincangan, Manohara: Saya Kristen | Vitalia Sesha Mengaku Baru Coba Ekstasi, Polisi akan Tes Rambut | Cerita Seorang Jemaah Umrah Indonesia yang Tertahan di Malaysia | PSI Sebut Anies Baswedan Jadikan Banjir Panggung Politik | KJRI Jeddah Tepis Kabar Bandara Arab Saudi Akan Dibuka Lagi Maret | Begini Produsen Masker Ilegal Manfaatkan Momen Wabah Virus Corona | Tahlilan di KL, Adik Ashraf Sinclair: Jaga Umi, Kakak Ipar, Noah | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua Baru pada Bayi | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 19 Januari 2020 18:40 WIB

7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua Baru pada Bayi | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi bayi di dalam boks. (Web MD)

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Merawat bayi baru lahir itu tidak mudah, apalagi bagi orang tua baru. Anda akan dihujani dengan banyak saran dari Internet, keluarga, atau teman-teman Anda. Dari cara mengganti popok, jadwal tidur, hingga memberi air susu ibu atau ASI, orang tua baru akan dipenuhi dengan pekerjaan dan pikiran untuk melindungi bayi dari infeksi virus dan bakteri.

Kadang-kadang sedikit saja ada keanehan pada kotoran atau liur akan membuat orang tua baru khawatir. Belum lagi jadwal imunisasi yang cukup rapat di tahun pertama. Begitu banyak yang harus dipelajari dalam waktu singkat.

Di antara banyak itu, berikut hal penting yang sering kali diabaikan para orang tua baru.  

1. Menyusui terlalu cepat

Salah satu hal penting yang dibutuhkan bayi di awal kehidupannya adalah ASI. Namun, anggota American Academy of Pediatrics Paul S. Horowitz mengatakan banyak ibu yang cepat menyerah dalam menyusui.

“Dengan bantuan dan kesabaran yang tepat, hampir semua wanita bisa sukses tanpa menggunakan pengganti susu bayi atau susu formula. Bagaimanapun, ASI adalah yang terbaik,” kata pendiri Discovery Pediatrics di Valencia, California, itu.

2. Lebih banyak menghabiskan waktu bersama ponsel

Ibu di zaman modern ini tak bisa dipisahkan dari ponsel. Kadang-kadang, waktu yang dihabiskan untuk menatap ponsel lebih banyak dibandingkan dengan menatap bayi mereka.

“Saya melihat terlalu banyak orang tua menatap ponsel mereka alih-alih bertatap muka dengan bayi mereka; mereka harus melibatkan dan merangsang mereka melalui semua indera mereka,” ujar Paul.

3. Membiarkan bayi tidur tengkurap

Sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS) atau kematian terkait tidur lainnya menjadi perhatian pada era 1990-an.  Pedoman dari American Academy of Pediatrics menegaskan bahwa setiap bayi harus tidur telentang, di boks mereka sendiri, tanpa mainan atau tempat tidur empuk. Setelah pedoman itu dikampanyekan, kematian terkait tidur menurun tajam, tetapi data terakhir menunjukkan risiko berlanjut. Setiap tahun, sekitar 3.500 bayi meninggal karena penyebab yang berhubungan dengan tidur.

Sebuah studi tahun 2015 oleh Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat menemukan satu dari lima ibu mengaku menempatkan bayi mereka tidur miring atau tengkurap, dan 39 persen ibu mengatakan mereka menggunakan ranjang empuk di boks bayi.

"Wow, itu mengkhawatirkan karena Anda akan berpikir semua orang akan tahu cara yang disarankan untuk menidurkan bayi mereka," kata dokter anak Tanya Altmann, penulis buku baru Baby and Toddler Basics. "Tapi yang tidak diketahui banyak orang tua adalah Anda tidak boleh menggunakan bumper lagi, dan Anda tidak boleh meletakkan bantal, mainan, atau barang-barang tambahan di boks bayi."

4. Tidak membuat bayi bersendawa

Orang tua sering kali malas atau tidak tahu cara membuat bayi bersendawa setelah menyusu. "Mereka akan sering menurunkan bayinya dengan cepat setelah menyusui karena mereka takut tidak memegangnya dengan benar,” kata Polly Gannon, seorang pelatih bersalin di Calabasas Pediatrics, California.

Akibat gagal bersendawa adalah bayi bisa muntah sehingga kehilangan cairan yang baru dikonsumsinya. Bisa juga bayi tidur tidak nyenyak karena merasa perutnya tidak nyaman.  

Ada beberapa teknik bersendawa yang bisa Anda coba sampai Anda menemukan salah satu yang paling cocok untuk bayi Anda. Cara yang paling populer adalah meletakkan bayi dengan dagu menempel di bahu Anda dan wajah menghadap ke satu sisi, perut menempel kuat di dada. Tepuk atau gosok punggung bayi dengan lembut sampai dia bersendawa.

5. Membawa bayi ke tempat ramai

Banyak orang tua baru yang tak sabar membawa bayi mereka ke tempat ramai, seperti pusat perbelanjaan atau pertemuan keluarga.

"Dua bulan pertama kehidupan bayi, Anda benar-benar perlu melindungi mereka dari paparan kuman dan orang-orang yang berpotensi sakit. Sistem kekebalan bayi Anda lemah, dan masih tumbuh dan berkembang,” kata Tanya Altmann.

Namun itu bukan berarti Anda tidak dapat meninggalkan rumah. Para ahli menyarankan agar melakukan aktivitas jalan-jalan harian atau duduk di halaman belakang Anda atau di teras depan.

"Tapi jangan bawa mereka ke tempat ramai," kata Altmann. "Saat itulah Anda dapat mengekspos mereka kepada orang-orang yang berpotensi terkena flu atau penyakit menular lain yang dapat menyebar, bahkan jika mereka berada beberapa meter jauhnya."

6. Hanya menggunakan air untuk mandi

“Orang tua baru sebaiknya tidak memandikan bayi dengan air saja. Mereka harus menggunakan pembersih ringan untuk bayi, yang disetujui oleh dokter, diikuti dengan penggunaan krim bayi, yang lagi-lagi harus disetujui untuk digunakan,” ujar Paul S. Horowitz.

Ingatlah bahwa bayi Anda adalah orang baru di dunia dan dia akan menangkap isyarat Anda. Kekhawatiran dan reaksi berlebihan hanya akan membuat anak cemas. Jadi cobalah untuk memegang kendali dan dengarkan apa kata hati Anda.

7. Berlebihan atau terlalu cuek saat bayi demam

Demam pada bayi baru lahir bisa serius. Jika bayi Anda belum genap tiga bulan dan mengalami demam 100,4 derajat Fahrenheit (sekitar 37,8 derajat Celcius) atau lebih tinggi, segera hubungi dokter anak atau profesional medis Anda. 

"Untuk bayi yang lebih tua, saya biasanya mengatakan kepada orang tua untuk tidak panik dengan apa yang tertera pada termometer," jelas Altmann. "Perhatikan baik-baik anak Anda untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan mereka, karena tidak setiap demam perlu diobati."

Lihatlah bayi Anda dan amati. Apakah mereka minum cairan? Apakah mereka senang dan bermain? Apakah mereka tidur oke? Apakah mereka kesulitan bernapas? Itulah pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri, kata Altmann. Para ahli mengatakan sebagian besar demam tidak berbahaya, dan kemungkinan akibat infeksi ringan.

CNN | TIMES OF INDIA 



7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua Baru pada Bayi | Bang Naga | on Minggu, 19 Januari 2020 18:40 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: 7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua Baru pada Bayi
Description: Banyak hal yang perlu dipelajari orang tua baru, dari mengganti popok hingga mengatur jadwal tidur. Tapi tujuh hal ini sering kali diabaikan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1296996/7-kesalahan-yang-sering-dilakukan-orang-tua-baru-pada-bayi.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» BMKG Sebut Jakarta Siaga Hujan Lebat Hari Ini
» Ramos Amat Bahagia Tampil Terbanyak di El Clasico
» OJK Klaim Punya Jurus Atasi 'Infeksi' Virus Corona pada IHSG
» Leicester City Kalah dari Norwich City di Carrow Road
» Jokowi Ungkap Alasan Microsoft Dkk Mau Buat Pusat Data di RI
» Trump Klaim Ancaman Virus Corona di AS Minim
» Konsumsi Alkohol pada Ibu Hamil Ganggu Fungsi Kognitif Anak

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds