Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Airlangga Minta Perbankan Segera Turunkan Bunga Ikuti BI | RUU Cipta Kerja Bermasalah, Gerindra Menduga... | Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020, Khofifah: Mereka Layak | Korban Tewas Tertimpa Tembok Hamil Muda 2 Bulan | KPK Stop Penyelidikan 36 Kasus, ICW: Jangan Sampai Abuse of Power | Suku Bunga BI Turun, Airlangga Harap Perbankan Menyesuaikan | Pimpinan KPK Firli Cs Hentikan Penyelidikan 36 Kasus | Ikatan Ahli Arkeolog Angkat Bicara Terkait Polemik Monas | Takziah di Rumah BCL, Syahrini Tidak Copot Heelsnya | Kantong Plastik Kena Cukai, Konsumen Bisa Bayar Rp 500 per Lembar | Live Streaming dan Hasil: PSCS Cilacap Vs Persib Bandung | Live Streaming dan Hasil: Final Persebaya Vs Persija | Hasil Bola Uji Coba: Persib Bandung Takluk 1-3 dari PSCS Cilacap | Virus Corona: Ilmuwan 9 Negara Bela Kolega di Wuhan, Ada Apa? | Sebelum Meninggal, Ashraf Sinclair Lepas Startup untuk Keluarga | Kalina Ocktaranny Pamer Foto Mesra Bareng Pengacara: Jadi Imamku | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

KKP Bebaskan Nelayan Indonesia yang Ditangkap Aparat Malaysia | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 19 Januari 2020 13:24 WIB

KKP Bebaskan Nelayan Indonesia yang Ditangkap Aparat Malaysia | Berita Tempo Hari Ini

Seorang nelayan membawa kerang hijau saat banjir rob terjadi di Kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu, 11 Januari 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meminta Kelurahan, Kecamatan, Kota membuat posko siaga sehingga informasi awal dan deteksi dini yang diinfokan oleh BMKG Ke BNPB bisa sampai ke masyarakat secara akurat dan tepat waktu. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

DOWNLOAD APP sumutkota.com

Tempo.Co, Jakarta - Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP membebaskan nelayan Indonesia yang ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia.

“Benar sekali bahwa kita berhasil memulangkan 15 nelayan Indonesia yang ditangkap oleh APMM, semuanya merupakan awak kapal perikanan KM. Abadi Indah,” kata Plt. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo dalam keterangan tertulis, Ahad, 19 Januari 2020.

Pembebasan itu ditempuh melalui upaya persuasif dan tidak melalui proses hukum di Malaysia. Itu, kata dia, merupakan bukti kerja nyata pemerintah dalam perlindungan nelayan, yang saat ini menjadi salah prioritas KKP.

Nilanto menjelaskan bahwa keberhasilan pembebasan dan pemulangan nelayan indonesia tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara intensif antara pihak Ditjen PSDKP-KKP dengan APMM Malaysia.

“Berbekal hubungan baik antar kedua lembaga serta adanya kerangka Memorandum of Understanding on Common Guidelines antara Indonesia dan Malaysia, pihak aparat Malaysia bersedia melepaskan nelayan kita tersebut,” ujarnya.

MoU Common Guideline merupakan kesepakatan aparat penegak hukum di bidang maritim antara Indonesia dan Malaysia yang diantaranya menyepakati langkah-langkah penanganan terhadap nelayan kedua negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di wilayah unresolved maritim boundaries. MoU tersebut merupakan kerangka hukum yang membuat upaya persuasif dapat dilakukan oleh Ditjen PSDKP dengan mengedepankan prinsip saling menghormati kedua negara.

Saat ini, kata Nilanto, 15 nelayan tersebut telah diserahterimakan kepada Kepala Pangkalan PSDKP Batam dan sudah kembali bekerja. “Penjemputan kami laksanakan dengan Kapal Pengawas Hiu Macan Tutul 02, ini menjadi hal yang penting bagi kami sebagai bentuk langkah nyata kehadiran KKP untuk selalu melindungi nelayan dan masyarakat kelautan perikanan,” ujar Nilanto.

Sebelumnya KM. Abadi Indah merupakan kapal perikanan Indonesia yang ditangkap oleh APMM pada 5 Januari 2020. Kapal yang mengoperasikan alat penangkapan ikan jala jatuh berkapal (cast net) kapal tersebut oleh pihak Malaysia ditangkap atas dugaan melakukan penangkapan sotong secara illegal di wilayah perairan Malaysia.

Ditjen PSDKP-KKP memastikan bahwa kehadiran kapal-kapal pengawas akan memberikan perlindungan kepada nelayan sekaligus melakukan upaya pembinaan dan penyadartahuan terhadap nelayan-nelayan Indonesia, termasuk KM. Abadi Indah ini.

"Kami memberikan sanksi peringatan, ini sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai negara bendera (flag state responsibility)," kata dia.

Selama 2019, Ditjen PSDKP - KKP telah memulangkan 127 nelayan Indonesia yang tertangkap di berbagai negara diantaranya Malaysia, Timor Leste, Myanmar, Thailand, Australia dan India.



KKP Bebaskan Nelayan Indonesia yang Ditangkap Aparat Malaysia | Bang Naga | on Minggu, 19 Januari 2020 13:24 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: KKP Bebaskan Nelayan Indonesia yang Ditangkap Aparat Malaysia
Description: Pemerintah melalui KKP membebaskan nelayan RI yang memasuki wilayah maritim Malaysia.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1296957/kkp-bebaskan-nelayan-indonesia-yang-ditangkap-aparat-malaysia.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Dampak Corona, Petani Bali Bisa Kuasai Pasar Produk Tertentu
» Mahfud Klaim MUI Berpandangan Sama soal WNI Eks ISIS
» Hasil Pemeriksaan 9 Warga Terpapar Radioaktif Masih Rahasia
» Pilkada 2020, PDIP Yakin Tak Ada Lawan di 6 Daerah di Jateng
» Persiraja Minta Tak Tampil Malam Jumat di Liga 1 2020
» Saiful Ilah Luruskan Kabar soal Uang ke Deltras Sidoarjo
» DPR Ingin Ormas Islam Ikut Kaji RUU Ketahanan Keluarga

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds