Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Bella Hadid Jadi Model Sampul Bareng Carla Bruni, Mimpi Jadi Kenyataan | Setelah Umumkan Kehamilan, Rianti Cartwright TikTokan | Najib Razak dan Rosmah Mansor Akan Tampil di Netflix | Pabrik BMW di Cina Rayakan Produksi yang Ke-3 Juta | Cuaca Jakarta Hari ini, BMKG: Hujan Lebat pada Dinihari Nanti | Perusahaan Asing Tak Bayar Pajak, Wishnutama: Fair atau Tidak? | DPR Berharap Saudi Antisipasi Virus Corona Sebelum Musim Haji | Guru | Fromula 1: Lewis Hamilton Cemaskan Reliabilitas Mesin Mercedes | 1.200 Unit Suzuki XL7 Terjual di 15 Hari Pertama Pemasaran | Liga 1 2020 Dimulai: Menanti Debut 4 Pelatih Asing | Liga 1 Sabtu Hari Ini: Preview Persiraja Vs Bhayangkara FC | Tingkatkan Fungsi Otak dengan Alpukat | Bea Cukai: Ponsel Ilegal Masuk RI Paling Banyak dari Cina | Maia Estianty Senang Bertemu Jose Mari Chan, Netizen Bernostalgia | Punya Dapur Mungil? Ini 7 Tips Agar Terlihat Nyaman Bikin Betah Masak | Virus Corona, Tokyo Disneyland dan DisneySea Tutup Sementara | Virus Corona, Pameran Otomotif Geneva Motor Show 2020 Dibatalkan | Jadwal Bola Sabtu: Liga 1, Liga Inggris, Liga Spanyol, Serie A | Politikus Gerindra Minta Menteri Tito Bikin Desk Virus Corona | Guru VIral Pukul Murid di SMAN 12 Bekasi Dimutasi ke Cibarusah | Setelah Raih Grand Master, Novendra Priasmoro Juarai Liberec Open | Virus Corona Meluas, Sri Mulyani Beberkan Jurus Perkuat Ekonomi | Jepang Lobi Libanon Bawa Kembali Carlos Ghosn ke Tokyo | Jadwal Proliga 2020 Sabtu: 3 Laga Seru Putaran 2, Live INEWS TV | Kerugian Akibat Penghentian Umrah Diperkirakan Lebih dari Rp 1 T | Rizky Febian Sukses Bikin Histeris Penonton BNI Java Jazz 2020 | Liga 1 2020 Sabtu Ini: Prediksi Persebaya Vs Persik Kediri | 7 Mitos Keperawanan, Faktanya Tak Semua Wanita Punya Selaput Dara | PM Boris Johnson Sebut Penanganan Virus Corona Jadi Prioritas | Galang Hendra Pratama Siap Debut di WorldSSP 600 Australia | Memahami 3 Tipe Senyum dan Artinya | Daftar 10 Pemain Liga 1 2020 dengan Harga Tertinggi | Jadwal Liga 1 Sabtu: 3 Laga Pembuka, Ada Persebaya Vs Persik | Hasil Bola Sabtu Dinihari: Liga Inggris, Liga Europa, La Liga | Fraksi PDIP Sebut DKI Belum Maksimal Antisipasi Banjir Jakarta | Jelang Usia 60 Tahun, Chintami Atmanegara Bagi Tips Awet Muda | Banjir Muara Gembong Bekasi Surut, Dapur Umum Tetap Dibuka | Terkait Virus Corona, BI Yakin Ekonomi Membaik Semester II | Momen Virus Corona, Pabrik Masker Ilegal Raup Omzet Fantastis | Larangan Umrah, Kemenag Sulsel Nilai Itu Langkah Positif | Saran Analis untuk Investor Saat IHSG Jeblok | Komite Penyelamat Desak Empat Dewan Pengawas TVRI Mundur | Menaker Sebut Kartu Pra Kerja untuk Calon Pekerja Migran | Virus Corona, Wishnutama Geber Insentif Pariwisata Maret | BKSDA Aceh Selamatkan Gajah Terjerat | Bangkit dari Duka, BCL Nyanyi Lagi Didampingi Para Sahabat | BMKG Peringatkan Potensi Gempa dan Tsunami Besar di Sukabumi | Bangkit dari Duka, BCL Nyanyi Lagi Didampingi Para Sahabat | WHO: Salah Fatal Jika Beranggapan Tak Akan Terkena Virus Corona | Agamanya Jadi Perbincangan, Manohara: Saya Kristen | Cerita Seorang Jemaah Umrah Indonesia yang Tertahan di Malaysia | PSI Sebut Anies Baswedan Jadikan Banjir Panggung Politik | KJRI Jeddah Tepis Kabar Bandara Arab Saudi Akan Dibuka Lagi Maret | Tahlilan di KL, Adik Ashraf Sinclair: Jaga Umi, Kakak Ipar, Noah | Begini Produsen Masker Ilegal Manfaatkan Momen Wabah Virus Corona | Dua Profesor Bicara Soal Indonesia Nihil Infeksi Virus Corona | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Fakta-fakta Gempa Kuat Sesar Mamberamo di Jayapura | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 19 Januari 2020 12:31 WIB

Fakta-fakta Gempa Kuat Sesar Mamberamo di Jayapura | Berita Tempo Hari Ini

Gempa Magnitude 6.3 pada 18 Januari 2020 pukul 23.38 WIB, 39 km barat laut Kabupaten Jayapura, Papua. Kredit: BMKG

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat beberapa fakta terkait gempa kuat di Jayapura dan sekitarnya Ahad dinihari, 19 Januari 2020, pukul 01.38 WIT.

Sebelum gempa utama yang dimutakhirkan bermagnitudo 6,1, ada gempa pembuka yang diiringi setidaknya 10 kali gempa susulan. Selain itu pusat sumber gempanya sangat berdekatan dengan sumber dua lindu lawas berkekuatan besar.

Pusat gempa terbaru yang mengguncang kuat Jayapura dan Sarmi di Papua berada di koordinat 2,77 LS dan 139,52 BT. Tepatnya di darat pada jarak 108 kilometer arah barat Kota Jayapura.

“Gempa ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas Sesar Anjak Mamberamo,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono lewat keterangan tertulis Ahad 19 Januari 2020.

Guncangan gempa di daerah Sentani berskala intensitas IV MMI. Beberapa warga sempat terbangun dari tidur akibat gempa yang mengguncang tiba-tiba.

Sementara itu di Jayapura dan Sarmi guncangan dirasakan mencapai skala intensitas III-IV MMI, Yahukimo dan Keerom III MMI, dan Wamena II-III MMI. “Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut,” ujar Daryono.

BMKG sedikitnya telah mencatat 10 kali gempa susulan. Paling besar bermagnitudo 5,2 dan terkecil 2,7. Gempa ini menurut Daryono juga memiliki satu gempa pembuka dengan kekuatan magnitude 4,3.

Wilayah Kabupaten Jayapura dan Sarmi kata dia secara tektonik merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks. Disebut seismik aktif karena kedua wilayah ini memiliki tingkat aktivitas kegempaan yang sangat tinggi.

“Disebut kompleks karena di wilayah ini memiliki banyak sebaran sumber gempa utama dengan berbagai segmentasi sesar dan splay atau percabangannya,” ujar Daryono.

Dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 terbitan Pusat Studi Gempa Nasional, wilayah Kabupaten Sarmi dan Jayapura dilalui oleh struktur sesar aktif yaitu Sesar Anjak Mamberamo dengan magnitudo maksimal 7,5.

“Karena kondisi tektonik yang aktif inilah maka wajar jika wilayah Sarmi dan Jayapura menjadi kawasan yang sangat rawan gempa dan paling aktif aktivitas kegempaannya di Papua,” kata Daryono.

Sebelumnya wilayah Sarmi pernah diguncang dua kali gempa kuat pada 20 Juni 2019 dengan magnitude 6,3, kemudian pada 24 Juni 2019 dengan magnitude 6,1 yang menimbulkan kerusakan.

Wilayah Kabupaten Sarmi dan Jayapura dikenal memiliki sejarah panjang gempa kuat dan merusak di masa lalu. Tercatat dalam katalog gempa terdapat lebih dari 20 aktivitas gempa berkekuatan besar yang berdampak mencapai skala intensitas VI hingga IX MMI.

Dampak gempa dalam skala intensitas MMI (Modified Mercally Intensity), menunjukkan rata-rata bangunan tembok sederhana mengalami kerusakan ringan pada skala intensitas VI MMI, sedangkan pada skala intensitas VIII dapat memicu kerusakan sedang hingga berat.

Catatan lainnya sumber gempa terbaru dari Sesar Anjak Mamberamo yang mengguncang Jayapura, Sarmi dan sekitarnya yaitu lokasinya sangat berdekatan dengan lokasi pusat gempa 26 Oktober 1926 yang bermagnitudo 7,6 juga gempa 28 Mei 1968 bermagnitudo 7,5.

Tingginya potensi gempa bumi di Sarmi dan Jayapura, kata Daryono, tidak perlu membuat masyarakat kecil hati dan khawatir berlebihan. Semua informasi terkait potensi gempa di wilayah ini harus direspons dengan langkah nyata dengan upaya memperkuat mitigasi guna meminimalkan dampak gempa bumi, kesiapsiagaannya, kapasitas stakeholder dan masyarakat, serta menyiapkan infrastrukturnya yang tahan gempa.

Daftar 20 gempa kuat sejak 1921 di Sarmi dan Jayapura dari BMKG:

1. Gempa Sarmi 19 Februari 1921 berkekuatan M 6,9 berdampak VII MMI.
2. Gempa Sarmi 10 Oktober 1921 berkekuatan M 6,6 berdampak VII MMI.
3. Gempa Sarmi 16 September 1923 berkekuatan M 6,5 berdampak VIII MMI.
4. Gempa Jayapura 26 Oktober 1926 berkekuatan M 7,6 berdampak VII MMI.
5. Gempa Sarmi 10 November 1930 berkekuatan M 6,9 berdampak VII MMI.
6. Gempa Jayapura12 Juli 1939 berkekuatan M 6,5 berdampak VII MMI.
7. Gempa Jayapura 1 April 1940 berkekuatan M 6,6 berdampak VII MMI.
8. Gempa Sarmi 28 Mei 1940 berkekuatan M 6,6 berdampak VIII MMI.
9. Gempa Sarmi 19 September 1950 berkekuatan M 7,2 berdampak VII MMI.
10. Gempa Waropen 21 Agustus 1955 berkekuatan M 6,7 berdampak VII MMI.
11. Gempa Jayapura 28 Mei 1968 berkekuatan M 7.5 berdampak VIII MMI.
12. Gempa Jayapura 10 Januari 1971 berkekuatan M7,7 berdampak VIII-IX MMI.
13. Gempa Sarmi 24 Maret 1986 berkekuatan M 6,7 berdampak VII MMI.
14. Gempa Sarmi 20 April 1986 berkekuatan M 6,8 berdampak VIII MMI.
15. Gempa Sarmi 27 Juni 1987 berkekuatan M 6,6 berdampak VII MMI.
16. Gempa Sarmi 25 Oktober 1987 berkekuatan M 6,8 berdampak VIII MMI.
17. Gempa Sarmi 29 Juli 1998 berkekuatan M 6,7 berdampak VIII MMI.
18. Gempa Talikora 6 April 2013 berkekuatan M 7,0 berdampak VII-VIII MMI.
19. Gempa Sarmi 27 Juli 2015 berkekuatan M 7,0 berdampak VI MMI.
20. Gempa Sarmi 20 Juni 2019 berkekuatan M 6,3 berdampak IV MMI.

ANWAR SISWADI



Fakta-fakta Gempa Kuat Sesar Mamberamo di Jayapura | Bang Naga | on Minggu, 19 Januari 2020 12:31 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Fakta-fakta Gempa Kuat Sesar Mamberamo di Jayapura
Description: Sebelum gempa utama yang dimutakhirkan bermagnitudo 6,1, ada gempa pembuka yang diiringi setidaknya 10 kali gempa susulan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1296942/fakta-fakta-gempa-kuat-sesar-mamberamo-di-jayapura.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Pemprov Bali Was-was Bebas Pajak Hotel Hambat Pembangunan
» BMKG Sebut Jakarta Siaga Hujan Lebat Hari Ini
» Ramos Amat Bahagia Tampil Terbanyak di El Clasico
» OJK Klaim Punya Jurus Atasi 'Infeksi' Virus Corona pada IHSG
» Leicester City Kalah dari Norwich City di Carrow Road
» Jokowi Ungkap Alasan Microsoft Dkk Mau Buat Pusat Data di RI
» Trump Klaim Ancaman Virus Corona di AS Minim

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds