Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Erling Haaland Sumbang Satu Gol Ketika Dortmund Kalahkan Bremen | Hasil La Liga Spanyol: Barcelona vs Eibar 5-0, Messi Borong 4 Gol | Korban Tewas 7 Orang, Polda DIY Selidiki Tragedi Sungai Sempor | Istana Sebut Aturan Upah di Omnibus Law agar Investor Tak Pergi | Hampir 4.000 Honda PCX Ditarik, Ini Kata Kemenhub | Jumlah Korban Susur Sungai Sempor Bertambah Menjadi 7 Orang | Orator Demo PA 212 Desak Ahok Mundur, Ini Kata Erick Thohir | Penjelasan Kepala Sekolah SMPN 1 Turi Soal Musibah Susur Sungai | Tragedi Sungai Sempor, Sultan HB X: Sekolah Tanggung Jawab | Ahok Awasi Langsung Laporan Publik Soal Dugaan Suap di Pertamina | Sandiaga Tertawa Tanggapi Usulan Menteri Muhadjir, Begini Katanya | Greysia / Apriyani ke Semifinal Barcelona Spain Masters 2020 | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

PBNU: Wacana dan Alasan RUU Perlindungan Ulama Harus Diperjelas | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 19 Januari 2020 09:23 WIB

PBNU: Wacana dan Alasan RUU Perlindungan Ulama Harus Diperjelas | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi ulama. freepik.com

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Persatuan Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal mengatakan Rancangan Undang-undang Perlindungan Ulama mesti dikaji terlebih dulu. "Wacana dan alasan RUU Perlindungan Ulama ini harus diperjelas dulu," kata Helmy kepada Tempo, Jumat 19 Januari 2020.

Helmy menjelaskan, jangan sampai RUU Perlindungan Ulama dikukuhkan demi kepentingan politik kelompok tertentu. Hal itu akan menjadi komoditas politik dan tidak mungkin justru semakin menguatkan politik identitas. "Isu kriminalisasi ulama yang menjadi salah satu alasan diusulkannya RUU Ini hanya muncul, terutama pada saat Pemilu 2019. Artinya ada komodifikasi agama untuk kepentingan politik."

Kejadian dan isu kriminalisasi ulama itu pun hanya terjadi di daerah tertentu saja dan tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Isu tentang ulama yang dikriminalisasi dan tidak aman, disebut Helmy hanya isu politik. "Karena ulama pada umumnya di Indonesia tidak merasakan seperti itu. Itu hanya isu elit yang berkembang di Jakarta saja."

Helmy mengatakan, jika dicermati secara seksama terlepas dari isu dan kontestasi politik, kehidupan ulama baik-baik saja. Secara umum ulama masih bisa melaksanakan ceramahnya melalui berbagai metode dan saluran.

Sedikitnya 50 rancangan undang-undang telah dimasukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020 oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Salah satu RUU yang lolos danmasuk Prolegnas adalah RUU Perlindungan Agama dan Simbol Agama.



PBNU: Wacana dan Alasan RUU Perlindungan Ulama Harus Diperjelas | Bang Naga | on Minggu, 19 Januari 2020 09:23 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: PBNU: Wacana dan Alasan RUU Perlindungan Ulama Harus Diperjelas
Description: Menurut Helmy, RUU Perlindungan Ulama hanya muncul, terutama pada saat Pemilu 2019. "Artinya ada komodifikasi agama untuk kepentingan politik."
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1296899/pbnu-wacana-dan-alasan-ruu-perlindungan-ulama-harus-diperjelas.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Banyak Menteri Dinilai Tak Paham Visi Jokowi di Omnibus Law
» Sirkuit Formula E Jakarta Ingin Tiru Roma dan Paris
» Kalah dari Chelsea, Mourinho Tolak Jabat Tangan Lampard
» Fitur dan Daftar Perangkat Apple yang Nikmati iOS 13.4 Beta
» Messi Quattrick, Barcelona Hajar Eibar 5-0 di Liga Spanyol
» Satu Polisi Hong Kong Positif Corona, 59 Lain Dikarantina
» Dua Juta Bidang Lahan Belum Bersertifikat di Aceh

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds