Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Airlangga Minta Perbankan Segera Turunkan Bunga Ikuti BI | RUU Cipta Kerja Bermasalah, Gerindra Menduga... | Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020, Khofifah: Mereka Layak | Korban Tewas Tertimpa Tembok Hamil Muda 2 Bulan | KPK Stop Penyelidikan 36 Kasus, ICW: Jangan Sampai Abuse of Power | Suku Bunga BI Turun, Airlangga Harap Perbankan Menyesuaikan | Pimpinan KPK Firli Cs Hentikan Penyelidikan 36 Kasus | Ikatan Ahli Arkeolog Angkat Bicara Terkait Polemik Monas | Takziah di Rumah BCL, Syahrini Tidak Copot Heelsnya | Kantong Plastik Kena Cukai, Konsumen Bisa Bayar Rp 500 per Lembar | Live Streaming dan Hasil: PSCS Cilacap Vs Persib Bandung | Live Streaming dan Hasil: Final Persebaya Vs Persija | Hasil Bola Uji Coba: Persib Bandung Takluk 1-3 dari PSCS Cilacap | Virus Corona: Ilmuwan 9 Negara Bela Kolega di Wuhan, Ada Apa? | Sebelum Meninggal, Ashraf Sinclair Lepas Startup untuk Keluarga | Kalina Ocktaranny Pamer Foto Mesra Bareng Pengacara: Jadi Imamku | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Profesor Dipecat karena Buat Lelucon Terkait Konflik Iran dan AS | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Senin, 13 Januari 2020 15:00 WIB

Profesor Dipecat karena Buat Lelucon Terkait Konflik Iran dan AS | Berita Tempo Hari Ini

Asheen Phansey.[Babson College]

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Seorang profesor kontrak di Massachusetts dipecat pada Kamis kemarin setelah melontarkan lelucon di Facebook dengan menyarankan Iran mengebom situs budaya Amerika Serikat, di tengah ketegangan dua negara pasca-kematian Qassem Soleimani.

Profesor bernama Asheen Phansey, menulis di halaman Facebook pribadinya pada 5 Januari bahwa pemimpin tertinggi Iran harus "men-tweet daftar 52 situs warisan budaya Amerika tercinta yang akan ia bom". Dia menyarankan Mall of America di Minnesota dan kediaman Kardashian sebagai target.

Dikutip dari New York Times, 13 Januari 2020, unggahan itu adalah tanggapan atas komentar Presiden Trump bahwa ia akan menargetkan situs budaya Iran jika Iran membalas Amerika Serikat karena membunuh salah satu jenderalnya. Pentagon kemudian menyangkal akan menyerang situs budaya Iran karena dilarang menurut hukum internasional.

Phansey kemudian menghapus unggahannya, tetapi gambarnya telah diambil dan kini viral di media sosial.

“Mengapa @Babson 'College' memiliki pendukung teroris yang membenci Amerika di daftar gaji mereka. Tanyakan kepada mereka!" Kata salah satu tweet yang dibagikan secara luas.

Phansey menerima gelar master dalam administrasi bisnis pada 2008 dari Babson College, sebuah sekolah bisnis swasta di Wellesley, Massachusetts, di dekat Boston, yang memiliki sekitar 3.000 mahasiswa. Dia menjadi profesor kontrak di kampus tersebut pada tahun itu, menurut profil LinkedIn-nya.

Pihak kampus Babson College segera mengetahui komentar Phansey dan menangguhkannya.

Babson mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa mereka mengutuk segala jenis kata-kata yang mengancam dan tindakan yang memaafkan kekerasan.

"Unggahan dari anggota staf di halaman Facebook pribadinya jelas tidak mewakili nilai-nilai dan budaya Babson College," katanya.

Setelah penangguhannya, Phansey mengatakan ia menyesali selera humornya yang buruk.

“Sebagai orang Amerika, lahir dan besar (di Amerika), saya mencoba menyandingkan 'situs budaya' kami dengan gereja dan masjid Iran kuno," katanya, seraya menambahkan bahwa ia menentang kekerasan. "Saya menyesal humor ceroboh saya ditafsirkan sebagai ancaman."

Keesokan harinya, sekolah mengumumkan telah memecat Phansey. "Berdasarkan hasil penyelidikan, anggota staf tidak lagi menjadi karyawan Babson College," kata kampus.

Phansey mengatakan dia kecewa dan sedih dengan pemecatannya. "Hanya karena orang-orang dengan sengaja salah menafsirkan lelucon yang saya buat kepada teman-teman di Facebook," katanya.

"Saya akan berharap bahwa Babson, sebuah institusi pendidikan tinggi yang saya cintai dan yang telah saya berikan kontribusi yang banyak, akan membela dan mendukung hak saya untuk kebebasan berbicara," katanya. "Di luar situasi saya sendiri, saya benar-benar khawatir tentang kemampuan kita sebagai orang Amerika untuk terlibat dalam wacana politik tanpa menganggap yang terburuk tentang satu sama lain."

Babson menolak berkomentar pada hari Sabtu.

Pengacara Phansey, Jeffrey Pyle, mengatakan alasan pemecatan Phansey adalah bahwa ia melanggar kebijakan media sosial yang melarang ancaman kekerasan, dan itu tidak mungkin dibaca sebagai ancaman.

"Saya katakan itu dalih karena mereka memecatnya untuk menghentikan kritik di media sosial," kata Pyle.

Foundation for Individual Rights in Education, yang membela hak-hak mahasiswa dan anggota fakultas di perguruan tinggi dan universitas, mengatakan pada hari Sabtu bahwa unggahan Profesor Phansey adalah hiperbola retorika yang jelas.



Profesor Dipecat karena Buat Lelucon Terkait Konflik Iran dan AS | Bang Naga | on Senin, 13 Januari 2020 15:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Profesor Dipecat karena Buat Lelucon Terkait Konflik Iran dan AS
Description: Seorang profesor kontrak di Massachusetts dipecat =setelah melontarkan lelucon di Facebook, yang menyarankan Iran mengebom situs budaya Amerika.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1294482/profesor-dipecat-karena-buat-lelucon-terkait-konflik-iran-dan-as.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Hasil Liga Europa: MU Seri, Eriksen Bawa Inter Milan Menang
» Dampak Corona, Petani Bali Bisa Kuasai Pasar Produk Tertentu
» Mahfud Klaim MUI Berpandangan Sama soal WNI Eks ISIS
» Hasil Pemeriksaan 9 Warga Terpapar Radioaktif Masih Rahasia
» Pilkada 2020, PDIP Yakin Tak Ada Lawan di 6 Daerah di Jateng
» Persiraja Minta Tak Tampil Malam Jumat di Liga 1 2020
» Saiful Ilah Luruskan Kabar soal Uang ke Deltras Sidoarjo

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds