Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
4 Badak Jawa Lahir, KLHK: Bukti Taman Nasional Ujung Kulon Aman | 5 Sebab Kondisi Miss V Basah, Cairan Alami sampai Infeksi | Putusan MK soal Koruptor di Pilkada, Tito Karnavian: Jalan Tengah | Menolak Jadi Bos BUMN, Sandiaga: Saya Tetap Bantu Erick Thohir | Sabar, 2020 Kapal Pesiar Raksasa Ini Melayari Sungai Yangtze | Michael Bloomberg Kucurkan Dana Kampanye Rp 58 Miliar per Hari | Penampilan Ciamik DJ Skrillex di DWP 2019, Sempat Nge-prank | TGUPP Dianggap Tak Bermanfaat, Bambang Widjojanto: Tanya ke Warga | Bahaya Kebanyakan Gula saat Liburan | Amanat Jokowi, PUPR Siap Bantu Nelayan Punya Rumah Layak Huni | Anies Gowes Sepeda Bareng Warga di Jakarta Timur | Perenang Indonesia Dinilai Tertinggal Jauh dari Singapura | Syukuran Hamil, Chacha Frederica Anggun Pakai Baju Kurung | 10 Destinasi Populer Mancanegara untuk Menikmati Tahun Baru | Mahathir Mohamad Isyaratkan Tetap Berkuasa Melampaui Tahun 2020 | Sudah Usaha, Keinginan Prilly Latuconsina Ini Belum Juga Tercapai | Jadwal Siaran Langsung Sepak Bola Ahad Malam Ini | Harbolnas 12.12, Transaksi Shopee Tembus Rp 1,3 Triliun | Cara Mencegah Sokbreaker Sepeda Motor Mudah Bocor di Musim Hujan | DWP 2019, Ismaya Live: Penonton Antusias, Usung Bendera Negaranya | Piala Dunia Antarklub: Liverpool Ditantang Monterrey di Semifinal | Suzuki India Pasarkan Hayabusa Edisi Terakhir | Ampuhnya Matcha Kurangi Kecemasan | Jalan Tol Japek II Resmi Dibuka untuk Umum Pagi Ini | Rumah di Matraman Ambles, Korban Menaruh Harapan pada Anies | Merayakan Natal ala Kerajaan Inggris dengan Kue Cinnamon Stars, Ayo Coba Resepnya | Ibu Kota Kansas Beri Rp 210 Juta untuk Penduduk Baru | Manchester United vs Everton, Tekad Balas Dendam Solskjaer | Agar Tahun Depan Tidak Impor Cangkul, Ini Strategi Teten Masduki | Tahun Depan, Suzuki Vitara dan Swift Akan Bertenaga Hybrid | Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Pekan 33 Ahad: PSM Vs PSS | Studi: Salju Puncak Jaya Papua Bisa Menghilang Dalam 10 Tahun | Susi Pudjiastuti Blak-blakan Awalnya Larang Ekspor Benih Lobster | Kemenhub Kaji Penggunaan Bus Amfibi di Ibu Kota Baru | Selai Kacang dan Almond Sumber Lemak Sehat, Mana yang Lebih Baik? | Jadwal BWF World Tour Finals: Ginting dan Hendra/Ahsan di Final | Liga Inggris: Arsenal vs Manchester City, Ambisi Pep Guardiola | Penelitian Membuktikan Main Musik Baik buat Kesehatan | Top Skor Ahad Dinihari: Tak Cetak Gol, Messi - Vardy Masih Mapan | Rangkap Jabatan di TGUPP, Bambang Widjojanto Curigai Terkait Ini | Kata Gennaro Gattuso Setelah Kalah dalam Debutnya di Napoli | Libur Natal, Tous Les Jours Beri Diskon Hingga 30 Persen | Klasemen Liga Spanyol Pekan 17: Barcelona Seri, Atletico Menang | Klasemen Liga Inggris Pekan 17: Liverpool Menang, Chelsea Keok | Liga Italia: Napoli Vs Parma 1-2, Debut Buruk Gennaro Gattuso | Sepatu Compass Batal Dirilis, Target Transaksi Pameran Tak Diubah | Hendra / Ahsan Susul Ginting ke Final BWF World Tour Finals 2019 | Hasil Liga Spanyol: Real Sociedad vs Barcelona, Imbang 2-2 | Leicester City vs Norwich City Imbang 1-1, Ini Komentar Rodgers | Liga 1: Darije Kalezic Mundur sebagai Pelatih PSM Makassar | Hasil Liga Inggris: Chelsea vs Bournemounth, Kalah di Kandang 0-1 | Begini Proses Menyebarnya Bisa Ular Kobra yang Mematikan | Prediksi Ancaman Finansial 2020 Kaspersky: Fintech, M-Banking | Smartfren Luncurkan Produk Internet Unlimited Lite | Menteri Terawan: Implan Traumatik Inovasi BPPT Berkualitas Tinggi | Xiaomi Jual 100 Ribu Lebih Smartphone dalam 24 Jam | Dongkrak Literasi Penelitian, Quipper dan LIPI Berkolaborasi | Kaspersky: Penjahat Siber Menyalahgunakan Pencarian Web | Asmara Abigail Raih Penghargaan Asian Stars: Up Next IFFAM | Defisit BPJS Kesehatan Hingga Akhir Tahun Diprediksi Tembus 16 T | Luna Maya dan Faisal Nasimuddin Tertangkap Nonton DWP 2019 Bareng | Petani Kopi Tewas Diserang Harimau di Depan Istrinya | Novel Baswedan: Ini Janji Kelima Jokowi, Saya Ngomong Apa Lagi? | Anggaran Janggal di Rencana APBD DKI, Bambang TGUPP Bilang Begini | Rusuh Tamansari, Propam Polda Jabar Periksa Polisi Brutal | Trump di Jurang Pemakzulan, 2 Tuntutan Disahkan DPR | Usai Jalani Operasi, Vidi Aldiano Ucap Syukur: Aku Selamat | TGUPP Diminta Transparan, Bambang Widjojanto: Yang Minta Siapa? | 4 Badak Jawa Lahir, KLHK: Bukti Taman Nasional Ujung Kulon Aman | Laura Basuki Pilih Es Batu Untuk Atasi Iritasi dan Jerawat | 5 Sebab Kondisi Miss V Basah, Cairan Alami sampai Infeksi | Putusan MK soal Koruptor di Pilkada, Tito Karnavian: Jalan Tengah | Menolak Jadi Bos BUMN, Sandiaga: Saya Tetap Bantu Erick Thohir | Sabar, 2020 Kapal Pesiar Raksasa Ini Melayari Sungai Yangtze | Michael Bloomberg Kucurkan Dana Kampanye Rp 58 Miliar per Hari | Penampilan Ciamik DJ Skrillex di DWP 2019, Sempat Nge-prank | TGUPP Dianggap Tak Bermanfaat, Bambang Widjojanto: Tanya ke Warga | Bahaya Kebanyakan Gula saat Liburan |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Standar Ganda Anti-Radikalisme | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 3 Desember 2019 07:30 WIB

Standar Ganda Anti-Radikalisme | Berita Tempo Hari Ini

BNPT mengajak seluruh aparatur desa dan kelurahan bersama-sama menangkal atau mencegah paham radikalisme dan terorisme masuk dalam lingkungan desa.

SURAT keputusan bersama (SKB) sebelas kementerian dan lembaga yang baru-baru ini diterbitkan merupakan sikap hipokrit pemerintah dalam memerangi radikalisme. Berpretensi memberantas benih kekerasan berdasarkan agama di kalangan aparat sipil, di tempat lain negara membiarkan radikalisme terjadi terhadap kelompok minoritas. Selama ini, penganut Syiah dan Ahmadiyah serta kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender telah menjadi sasaran empuk persekusi kelompok agama.

SKB ini mengawasi pegawai negeri sampai ke aktivitas yang paling rinci. Tindakan mereka di media sosial akan dipantau. SKB juga mengamanatkan pembentukan satuan tugas penanganan tindak radikalisme pegawai negara. Kementerian Komunikasi dan Informatika bahkan telah menyiapkan domain khusus untuk menampung laporan.

Tak ada yang ragu akan bahaya radikalisme agama terhadap keutuhan Republik. Keterlibatan aparat sipil dalam pelbagai kelompok garis keras juga telah membuat cemas. Contoh yang kerap diambil: keterlibatan Dwi Djoko Wiwoho dan keluarganya. Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Investasi Badan Pengusahaan Batam ini bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Berangkat ke Suriah pada 2015, belakangan Dwi kembali dan menyatakan kapok.

Tapi, dengan pendekatan yang serampangan, upaya memerangi radikalisme bisa menjadi bumerang. Sistem pelaporan akan menyuburkan fitnah dan intrik di kalangan pegawai negara. Pengamatan terhadap aktivitas media sosial akan menebar kecemasan dan ketakutan. Sikap menentang ideologi negara dapat dipelintir menjadi laku kebencian terhadap pemerintah. Tersebab aturan baru ini, pegawai negeri tak akan berani melempar kritik terhadap kekuasaan dan birokrasi. Pembentukan satuan tugas penanganan tindak radikalisme mudah dipersepsikan sebagai upaya mencari proyek semata.

Yang mula-mula harus dijernihkan adalah perbedaan antara radikalisme dan konservatisme pemeluk agama. Yang pertama adalah mereka yang cenderung mengambil cara-cara keras dalam membela sesuatu yang secara syariah mereka anggap benar. Yang kedua adalah mereka yang kembali kepada ajaran agama yang dianggap "murni"tanpa pretensi untuk radikal.

Terhadap kelompok kedua ini, ahli yang lain menggunakan istilah skriptualispandangan yang kembali kepada teks kitab suci, menjauhkan teks itu dari konteks sosial ketika kitab diturunkan. Dalam bahasa sehari-hari, kaum skriptualis kerap disebut sebagai kelompok yang berhijrahditandai dengan penggunaan hijab panjang bagi perempuan atau celana di atas mata kaki bagi laki-laki. Betapapun ada teori yang menyebutkan konservatisme merupakan cikal-bakal radikalisme, bersikap konservatif tidak melanggar hukum. Tidak ada yang salah dengan menjadi "saleh".

Karena itu, memerangi radikalisme ibarat mencabut rambut dalam tepungrambut tak putus, tepung tidak bergoyang. Ide keberagaman dan toleransi harus terus disampaikan kepada mereka yang ditengarai terpapar paham radikal. Untuk menghindari ekses yang tak dikehendaki, pemantauan terhadap kelompok ini hendaknya dilakukan secara tertutup.

Musuh radikalisme adalah kebebasan. Penganut agama yang radikal adalah mereka yang jumud dalam memandang doktrin religi. Karena itu, diskursus publik tentang keyakinan harus terus diselenggarakan. Pembicaraan tentang pelbagai tafsir agama tidak boleh dibatasi, apalagi sekadar untuk menghindari gaduh.

Catatan:

Ini merupakan artikel majalah tempo edisi 02-08 Desember 2019



Standar Ganda Anti-Radikalisme | Bang Naga | on Selasa, 3 Desember 2019 07:30 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Standar Ganda Anti-Radikalisme
Description: Pemerintah mengeluarkan surat keputusan bersama untuk mengantisipasi radikalisme di kalangan aparat sipil negara. Bisa menjadi bumerang.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1279072/standar-ganda-anti-radikalisme.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Menkop Teten Pastikan RI Tak Impor Cangkul Tahun Depan
» Liverpool Tutup 2019 di Puncak Klasemen Liga Inggris
» Harga Jaringan 5G Bakal Lebih Murah dari 4G
» Jalan Tol Japek II Gratis, Pengemudi Rela Antre Sejak Pagi
» Karaoke Massal, Potret Pesta Milenial
» Ahsan/Hendra Siap Lelah di Final BWF World Tour Finals
» Jalan Tol Layang Japek II Dibuka untuk Umum Pagi Ini Gratis

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds