Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Harry Maguire Kesal VAR Tak Memihak Manchester United | Hasil Liga Inggris: Arsenal Vs Manchester City 0-3 | Moge Tabrak Nenek-Cucu di Bogor, Satu Tewas: Ini Kronologisnya | Hasil Liga Italia: Juventus Vs Udinese 3-1, Ronaldo Cetak Gol | One Pride MMA: Hasil Duel Pamungkas di Akhir 2019 | Hasil Liga Inggris: Wolves Vs Tottenham Hotspur 1-2 | 12 Pegawai KPK Keluar, Novel Baswedan: Status ASN Membuat Gundah | Saut Ungkap Kata-kata Terakhir 12 Pegawai KPK yang Mundur | Saut KPK Jelaskan Mengapa Menolak Wacana Hukuman Mati Koruptor | Kisah Rojali dalam Aksi Bela Nabi: Niatnya Ziarah Nyatanya Demo | Jadwal BWF World Tour Finals: Ginting dan Hendra/Ahsan di Final | TGUPP Dianggap Tak Bermanfaat, Bambang Widjojanto: Tanya ke Warga | Putusan MK soal Koruptor di Pilkada, Tito Karnavian: Jalan Tengah | Sarwendah Adopsi Betrand di Usia Remaja, 5 Hal Wajib Diperhatikan | Honda Patenkan Desain Neo Klasik Jadi Pesaing Yamaha XSR 155 | Kata Hendra / Ahsan Usai Juarai BWF World Tour Finals 2019 | Harry Maguire Kesal VAR Tak Memihak Manchester United | Hasil Liga Inggris: Arsenal Vs Manchester City 0-3 | Moge Tabrak Nenek-Cucu di Bogor, Satu Tewas: Ini Kronologisnya | Hasil Liga Italia: Juventus Vs Udinese 3-1, Ronaldo Cetak Gol | One Pride MMA: Hasil Duel Pamungkas di Akhir 2019 | Hasil Liga Inggris: Wolves Vs Tottenham Hotspur 1-2 | Saat Menteri Jokowi Tampil Nyentrik di Acara NItilaku UGM | Peraih Emas SEA Games 2019 Bagi Pengalaman di Goifex Live | FPI Protes Kebijakan Anies Baswedan Soal Diskotek: Ramah Maksiat | Hasil Liga Inggris: Manchester United Vs Everton 1-1 |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Cara Komunitas JGRT Didik Usia Dini Jadi Pembalap Slalom Pro | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 17 November 2019 15:07 WIB

Cara Komunitas JGRT Didik Usia Dini Jadi Pembalap Slalom Pro | Berita Tempo Hari Ini

Salah satu aksi slalom Muhammad Dafa Dery Pratama di acara JogjaCARTa, Sabtu, 16 November 2019. TEMPO/Pribadi Wicaksono

SUMUTkota.com, Yogyakarta - Pendiri sekaligus ketua komunitas Jogja Gymkhana Racing Team (JGRT) Febra Budi Satria tak menyangka 'keisengannya' mengenalkan dunia slalom pada anaknya malah berbuah manis dan keterusan.

JGRT walau baru diresmikan 2018 lalu, kini kian bertumbuh menjadi wadah yang berfokus pada pembinaan pembalap khusus teknik slalom di Yogya dan nyaris tak pernah absen dari berbagai ajang kejuaraan nomor itu.

"Awalnya saya niatnya cuma nawari anak saya, Feno Reyhan Muhammad yang saat itu sudah hobi main gokart, ternyata mau," ujar Febra di sela ajang kontes otomotif bertajuk Car Meet Up: JogjaCARTa yang digagas Forum Komunikasi Mobil (FKM) di Lapangan Parkir Timur Stadion Maguwoharjo, Sabtu 16 November 2019.

Lalu Febra dan anak sulungnya itu, mulai rutin berlatih berdua tentang teknik teknik slalom di Stadion Maguwo. Baik zigzag, manuver hingga circle.

Lambat laun, sejumlah komunitas pecinta otomotif mulai melirik aktivitas yang dilakukan Febra bersama anaknya dan menyatakan ingin belajar bersama.

"Sekarang total kami mendidik lima orang yang diarahkan ke kompetisi baik A1 (kelas 1500 cc), A3 (1300 cc) dan FFA (free for all)," ujarnya.

Tak hanya orang dewasa, ada pula beberapa orang tua yang mau anaknya sejak usia belia dilatih Febra dengan JGRT nya. Salah satunya yang mulai tampak hasilnya yakni, Muhammad Dafa Dery Pratama, 12 tahun.

Siswa kelas 1 SMP Muhammadiyah 7 itu berkat didikan JGRT, sudah beberapa kali naik podium karena meraih prestasi dari sejumlah ajang sprint rally dan kejurnas slalom yang diikuti.

Tak hanya Dafa, putra sulung Febra, Feno, 17 tahun dan masih duduk dibangku kelas 2 SMA Al Azhar Yogya juga langganan juara di tingkat A1 slalom pemula baik kompetisi regional dan nasional.

Bahkan pembalap nasional yang kini memperkuat tim Pertamina, Altamira Henry Kurnia Boboy, juga hasil didikan JGRT. Boboy belum lama ini dinobatkan menjadi yang terbaik di event Honda Brio Slalom Challange Special Kejurnas U-23 yang dihelat Agustus 2019 lalu di Stadion Maguwoharjo.

Lantas bagaimana cara Febra mencetak pembalap-pembalap muda potensial di Yogya?

"Untuk awal seperti Dafa yang kebetulan sudah bisa basic setir mobil, bisa langsung diajari teknik slalomnya. Tapi untuk yang memang dari nol kami ajari setir dulu, kenalkan fungsi utama dalam mobil," ujarnya.

"Jadi pertama setelah bisa setir dengan baik dan aman, lalu diajarkan dasar dasar safety riding. Kemudian masuk fase teknik slalom," Febra menambahkan.

Teknik slalom yang diajarkan juga bertahap. Dimulai paling mudah yakni zig zag lalu beranjak ke angka 8 kemudian pelajari teknik putaran 360 derajat atau circle. Tiap teknik memiliki tingkat kesulitan berbeda satu sama lain. Misalnya untuk circle ke kiri dan ke kanan sudah berbeda kesulitannya.

Namun gymkhana bukan hanya soal kemahiran teknis. Jika sudah menguasai beberapa ilmu dasar, pembalap diajarkan cara memangkas waktu waktu atau take a time. Karena gymakhana memperlombakan bagaimana pembalap cepat nenyelesaikan misi. Dari titik ke titik dengan waktu sesingkat mungkin.

"Jadi gymkhana bukan seni seperti drifting, tapi bagaimana pembalap itu menyelesaikan misi sesuai instruksi kompetisi. Hits per hits," ujarnya.

Dengan ketentuan itu, Febra pun mengajarkan anak asuhnya bagaimana mengendalikan kecepatan dan ketepatan dalam belokan belokan yang dibuat. Pembalap diajarkan bagaimana bisa melakukan belokan tajam dengan jarak tipis tapi tidak mengenai cone yang ada.

Asyiknya, belajar slalom di JGRT ini biaya ditanggung bersama alias bisa dirembug. Febra tak menerapkan pembayaran dimuka jika ada orang hendak bergabung. Tergantung model latihan dan kejuaraan yang diikuti. Apakah luar kota atau dalan kota, apakah latihannya rutin atau hanya sekali sepekan. Karena prinsipnya masih komunitas.

"Misalnya untuk latihan, biaya sewa lokasi, ketersediaan mobil, kita share berapapun anggotanya di situ," ujarnya.

Rutinnya, JGRT menggelar latihan slalom sepekan sekali di Stadion Maguwoharjo dan biasanya mengambil hari Senin sore.



Cara Komunitas JGRT Didik Usia Dini Jadi Pembalap Slalom Pro | Bang Naga | on Minggu, 17 November 2019 15:07 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Cara Komunitas JGRT Didik Usia Dini Jadi Pembalap Slalom Pro
Description: Jogja Gymkhana Racing Team kini mendidik lima orang yang diarahkan ke kompetisi slalom baik A1 (kelas 1500 cc), A3 (1300 cc) dan FFA (free for All).
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1273269/cara-komunitas-jgrt-didik-usia-dini-jadi-pembalap-slalom-pro.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Hasil Liga Inggris: Man City Bungkam Arsenal 3-0
» Meraba Denyut Denim Lokal Indonesia
» Selamatkan MU dari Kekalahan, Greenwood Cetak Rekor
» Napi Rutan Palembang Terlibat Peredaran Heroin di Jakarta
» Man City Unggul 3-0 atas Arsenal di Babak Pertama
» Dendang Pesohor Dangdut Warnai Malam Puncak HUT 18 Transmedia
» Hasil Liga Italia: Juventus Kalahkan Udinese, Ronaldo Dua Gol

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds