Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Cerita Putri Beatrice yang Mengalami Kesulitan Belajar Disleksia | Kenapa Google Hapus Jutaan Ulasan TikTok di Play Store? | Afganistan Kembali Bebaskan 900 Milisi Taliban dari Penjara | WHO Peringatkan Puncak Kedua Covid-19 Saat Lockdown Dibuka | Polisi Depok Tangkap 7 Pelaku Penganiayaan Petugas Ronda | DPR, Mendagri, KPU Bahas Kelanjutan Tahapan Pilkada Hari Ini | Iwan Fals: Seumur Hidup Baru Sekali Ini Jadi Imam Salat | Kasus Reksa Dana Sinarmas AM, Manajer Investasi Lain Juga Riskan | Teten Masduki: Usul Agar Kementerian Buat Marketplace Itu Lelucon | Menpora Susun Grand Design Olahraga, Akan Lahirkan Zohri Baru | Awas, Tekanan Pekerjaan Sebabkan Gangguan Kejiwaan dan Kematian | Garam dan 5 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang | 3 Fase Pemulihan Pariwisata Thailand, Mengincar Wisatawan Cina | Jelang Pendaftaran Sekolah, Banyak Daerah Belum Gelar Sosialisasi | Ilmuwan Bikin Mata Bionik untuk Pasien Gangguan Penglihatan | Sindir Inggris, Belanda Ungkap PM Mark Rutte Patuhi Lockdown | Corona, Penjualan Mobil di Eropa April 2020 Turun 67 Persen | Tinju Dunia: Tyson Fury Dapat Tawaran Hadapi Mike Tyson | Daftar 25 Kabupaten dan Kota yang Disiapkan Menuju New Normal | 3 Poin Instruksi Jokowi Soal TNI - Polri Kawal New Normal | Sisa-sisa 60 Ekor Gajah Purba Ditemukan di Meksiko | Polisi Kejar Pelaku Perampokan Minimarket di Kembangan | Mau Berpergian Saat Pandemi Covid-19? Simak dan Siapkan Syaratnya | Bersiap New Normal, Petugas Kamar Hotel Diberi Pelatihan Khusus | Moratorium Utang Negara Berkembang | Lapas di Bogor Berikan Remisi ke 1.975 Narapidana | Normal Baru Covid-19 | New Normal Olahraga, Menpora: Tunggu Panduan Gugus Tugas Covid-19 | Hawa Gerah Hampir Sepekan, BMKG: Fenomena Menjelang Kemarau | Memahami Kepribadian Pasangan Berdasarkan Zodiak | Potret New Normal di Jepang Sehari Setelah Darurat Corona Dicabut | New Normal, Ini 6 Tips Pakai Masker agar Nyaman dan Cegah Iritasi | Febri Hariyadi Kenang Sumbangan Dua Brace buat Persib Bandung | Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB hingga 29 Mei 2020 | Erling Haaland Cedera Saat Dortmund Dikalahkan Bayern Munchen | Nasib Nasabah Minna Padi Terkatung-katung Sejak Akhir 2019 | Menpora: Persiapan Piala Dunia U-20 Disesuaikan New Normal | Anies Baswedan Ungkap Syarat untuk Akhiri PSBB Jakarta | Kota Tangerang Bersiap Menuju New Normal | Rapat dengan PSSI, Asosiasi Pelatih Minta Kompetisi Dilanjutkan | Anies Baswedan: Operasi Pemberlakuan SIKM Sampai 7 Juni 2020 | Teten Masduki Jawab Kritik Farid Gaban Soal Blibli dan UMKM | Hari Ini PSSI Rapat dengan Klub dan PT LIB, Bahas Nasib Liga 1 | Tampil di Formula E Virtual, Pembalap Audi Ini Nekat Pakai Joki | BMKG Perkirakan Cuaca Jakarta Cerah Sepanjang Hari Ini | Peristiwa Langka, Bayi Kucing dengan Dua Wajah Lahir di AS | Klasemen Liga Jerman Setelah Bayern Munchen Kalahkan Dortmund 1-0 | Kebiasaan Sehat saat Ramadan yang Selalu Bisa Diteruskan | 8 Cara Menambah Tinggi Badan Anak, Renang dan Tidur Cukup | Rumah Olga Syahputra Dijual, Raffi Ahmad Berani Beli Rp 17 Miliar | Mal Dibuka Lagi, Ini Rincian SOP yang Diterapkan Pengelola | Hasil Liga Jerman: Bayern dan Wolfsburg Menang, Bremen Seri | Wali Kota Bekasi Perkirakan Rumah Ibadah Bisa Dipakai Pekan Depan | Hasil Liga Jerman: Borussia Dortmund Vs Bayern Munchen 0-1 | Bima Arya Sebut Pasca PSBB Bogor 3 Lanjut ke Transisi, Apa Itu? | Erick Thohir Sebut BUMN di 3 Sektor Ini Tahan Hadapi Pandemi | Petugas Jaring 5 Penumpang Kereta yang Tak Punya SIKM | Palsukan SIKM Jakarta Diancam Denda Milyaran dan 12 Tahun Penjara | H+2 Lebaran, Jalur Puncak Dipadati Kendaraan Asal Jakarta | Gugus Tugas Tambah Syarat Orang Bepergian Saat Pandemi Covid-19 | Anies Baswedan Pantau Pembatasan Orang Masuk Jakarta di Tol Japek | Perampokan Minimarket di Palmerah, Pelaku Gasak 50 Slop Rokok | Misteri Medan Magnet Bumi Melemah, Kutub Utara-Selatan Berbalik? | Tante Ernie Judojono Cerita Lebarannya, Netizen Gagal Fokus | Ditjen PAS Persalahkan Wawancara Deddy dengan Siti Fadilah Supari | Ada 2 Jenis SIKM, Simak Cara Buat Surat Izin Keluar Masuk Jakarta | Mahfud MD: New Normal Masih Wacana Pemerintah, Belum Keputusan | Pakar: Vitamin C di Protokol Kesehatan Hanya Untungkan Farmasi | Sering Dibully, Jerinx SID Unggah Foto Nora Alexandra Berkerudung | Gagal OTT di UNJ, Deputi Penindakan KPK Dilaporkan ke Dewas | Skenario Kerja New Normal untuk ASN Siap Diterbitkan Pekan Ini | Ini Agenda Presiden Jokowi ke Bekasi Siang Ini, Bukan Buka Mal | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pantai Plengkung, Ombak Dahsyat di Taman Nasional Alas Purwo | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 8 November 2019 15:51 WIB

Pantai Plengkung, Ombak Dahsyat di Taman Nasional Alas Purwo | Berita Tempo Hari Ini

Wisatawan mancanegara menaklukan ombak dengan papan selancar di Pantai Plengkung, Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi. (Foto: Humas Protokol Banyuwangi)

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, JakartaPantai di pesisir selatan Jawa Timur memiliki ombak yang dahsyat. Pasalnya, Samudera Indonesia bukan hanya terkenal dengan legenda Ratu Laut Selatan, namun juga ombak raksasanya. Salah satunya Pantai Plengkung – yang disebut G-Land – oleh para peselancar.

Pantai Plengkung bukan destinasi asing bagi peselancar dunia. Mike dan Bill Boyum, duo peselancar asal Amerika Serikat itu menemukannya pada tahun 1972. Lokasinya yang berhadapan dengan Samudera Indonesia, membuat pantai itu bergelombang besar, memanjang, tinggi, dan berkecepatan tinggi.

Tapi, pipeline atau ombak yang berbentuk tabung itu hadir tidak setiap waktu. Hanya terjadi seminggu setelah bulan purnama di sepanjang bulan April sampai September. Selain ombak, lokasinya yang berada di tengah hutan belantara lebat itu, membuatnya digandrungi wisatawan. Lokasinya tepat berada di Taman Nasional Alas Purwo.

Para peselancar biasanya memesan terlebih dahulu, sebelum berkunjung ke Pantai Plengkung. Selain kamarnya terbatas, tak ada transportasi umum menuju dua resor di pantai itu. Untuk menuju Pantai G-Land, turis bisa datang dari Banyuwangi atau Bali. Inilah yang membuat pamor Banyuwangi meningkat, sekaligus menjadi ajang jualang agen perjalanan di Bali.

Ombak Pantai Plengkung, Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, bisa mencapai ketinggian 6 - 7 kaki dengan panjang mencapai 1-2 km serta berlapis-lapis sangat baik untuk olah raga surfing. (Foto: Humas Protokol Banyuwangi)

Cara Menuju Pantai Plengkung

Jika dari pusat kota Banyuwangi, wisatawan bisa langsung menuju Taman Nasional Alas Purwo. Biasanya menggunakan mobi atau motor sewaan. Setiap pengunjung dikenai retribusi, untuk wisatawan nusantara Rp15.000 per orang dan wisatawan mancanegara Rp150.000 per orang.

Perjalanan belum tuntas. Dari pos Jaga Pancur, wisatawan melanjutkan perjalanan dengan menyewa kendaraan penjaga untuk menuju Pantai Plengkung. Pasalnya, kendaraan pribadi tak diperkenankan masuk. Biaya sewa mobil itu, Rp200 ribu untu lima sampai enam orang. Perjalanan bisa memankan waktu hingga sejam lebih, pasalnya, jalan di tengah hutan Alas Purwo belum diaspal mulus.

Wisatawan yang datang dari Bali, jauh lebih mudah. Mereka menggunakan kapal cepat dari Dermaga Kuta Reef di kawasan Kuta. Jarak tempuhnya mencapai 3,5 jam dan berlabuh di dermaga resor. Mereka yang berkunjung ke Pantai Plengkung telah memesan terlebih dahulu. Mereka adalah tamu Bobby's Surf Camp, Joyo's Surf Camp dan G-Land Surf Camp.

Pantai Plengkung menjanjikan wisata bahari yang komplit. Bila tak menyukai selancar ombak, perairannya menyediakan spot memancing dan penyelaman. Tentu, tidak pada bagian yang berombak menggulung-gulung. Bahkan berjalan-jalan di tengah hutan, melihat kawanan kera.

Wisatawan berselancar di Pantai Plengkung, Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi. Ombak di Pantai Plengkung terkenal nomor dua terbaik di dunia setelah Hawaii. (Foto: Humas Protokol Banyuwangi)

Tuan Rumah Kejuaraan Selancar Dunia

Kabar baiknya, bagi popularitas Indonesia di mata dunia, pada 2020 Pantai Plengkung terpilih sebagai lokasi Liga Selancar Dunia (WSL) seri ke-3. Perhelatan akbar para penyembah ombak raksasa itu dihelat pada 4-14 Juni 2020.

Popularitas Pantai Plengkung, menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, masuk dalam daftar 11 pantai dunia yang dijadikan lokasi WSL. Perhelatan ini dihelat secara seri di Australia, Amerika Serikat, Brazil, Hawaii, Tahiti, Afrika Selatan, Portugal hingga Prancis.

"Seri yang akan digelar di Banyuwangi semacam grand slam, yang hanya empat ajang dalam setahun. Menjadi kebanggan bagi Banyuwangi," kata Anas. Alasan Pantai Plengkung jadi tuan rumah, dijelaskan Manajer WSL Asia Steven Robertson, karena perhatian pemerintah daerahnya yang cukup besar pada pengembangan wisata olahraga.

G-Land dipilih sebagai satu dari 11 seri dengan gelontotran dana US$2,5 juta (sekitar Rp35 miliar) dari WSL, “Ombak yang bagus dan lingkungan taman nasional bakal jadi cerita tersendiri bagi para peselancar,” ujar Anas.  



Pantai Plengkung, Ombak Dahsyat di Taman Nasional Alas Purwo | Bang Naga | on Jumat, 8 November 2019 15:51 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pantai Plengkung, Ombak Dahsyat di Taman Nasional Alas Purwo
Description: Pantai Plengkung dengan ombak raksasa di pinggiran Taman Nasional Alas Purwo, bakal jadi tuan rumah lomba selancar dunia pada 2020.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1269918/pantai-plengkung-ombak-dahsyat-di-taman-nasional-alas-purwo.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Mal Buka di Tengah Corona, Antara Fiksi Anies dan Ancaman PHK
» Anies Berkeras Putarbalikkan Warga Masuk Jakarta Tanpa SIKM
» Twitter Labeli Kicauan Donald Trump Sebagai Klaim Palsu
» FOTO: Bayern Munchen Taklukkan Borussia Dortmund
» Bansos Tak Mampir di Rumah Nyaris Ambruk Nenek Sumi di Serang
» AS Tuding Rusia Kirim Jet-jet Tempur yang Disamarkan ke Libya
» Harga Minyak Dunia Terangkat Kenaikan Permintaan

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds