Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
New Normal, Wali Kota Tangerang: Ada Wacana Salat Jumat di Musala | PT KAI Perpanjang Operasional Kereta Api Luar Biasa hingga 7 Juni | Roger Federer Jadi Atlet Terkaya, Model Iklan Koper sampai Pasta | Mahfud Md Anggap Diskusi Mahasiswa UGM Tak Mungkin Subversif | Desain Gril SUV Baru Nissan Mirip Datsun, Akan Jadi Mobil Murah? | Turunkan Kolesterol dengan Diet Lemak Tak Jenuh | Kisah Penyintas Covid-19, Alami Perundungan dan Stigma Buruk | Yoona Ulang Tahun ke-30, Ingin Lakukan Banyak Hal Baru | BIN Gelar Uji Swab Massal di Surabaya | Taiwan Izinkan Penggunaan Remdesivir untuk Obat Covid-19 | Ini Daftar 35 Koperasi yang Sempat Dituding Ilegal dan Diblokir | Liverpool Berminat Boyong Ousmane Dembele dari Barcelona | New Normal, AP II Bakal Terapkan Work from Anywhere | Liga Inggris: Tes Gelombang Ke-4 Nihil Temuan Penderita Covid-19 | Roberto Mancini Bicara Soal Sandro Tonali dan Mario Balotelli | Dituntut Mundur oleh Karyawan, Ini Jawaban Ketua Dewas TVRI | Bayern Munchen Ingin Barter Lucas Hernandez dengan Leroy Sane | Dua Wilayah Jakarta Diperkirakan Hujan Ringan pada Siang Hari Ini | Bayern Munchen Vs Dusseldorf 5-0, Lewandowski Samai Rekor Terbaik | Polri Siap Usut Teror Pembunuhan ke Panitia Diskusi Mahasiswa UGM | Toyota Fortuner 2020 Pakai Mesin Baru Tenaga Melonjak Signifikan | Pandemi, Family Time Juga Penting Ini 5 Cara Menerapkannya | India Lepas Burung Merpati yang Diduga Mata-mata Pakistan | Politikus DPR Mulyadi Curiga Kasusnya Terkait Pilkada 2020 | Erick Thohir Ulang Tahun, Para Atlet Dunia Ini Ucapkan Selamat | Hasil dan Klasemen Liga Jerman: Bayern Munchen Unggul 10 Poin | Denda Pelanggaran PSBB di Jakarta Capai Rp 500 Juta | Formula E Virtual: Vandoorne Juarai Seri Ke-6, Kuasai Klasemen | WFH Bikin Nyeri Punggung, Pahami Penyebab dan Risikonya | Hendra Setiawan Idolakan Tony Gunawan, Puji Kevin Sanjaya | Bayern Vs Duesseldorf 5-0, Hansi Flick Lewati Torehan Guardiola | Kemenko Marves Ungkap Dua Masalah Utama Produksi Garam Nasional | Hasil Liga Jerman: Bayern Munchen Vs Fortuna Duesseldorf 5-0 | Persija Jakarta: Marc Klok dan Arti Penting Nomor 10 Baginya | Hendra Setiawan Cerita Awalnya Sulit Ganti Pasangan dengan Ahsan | LBH Papua Minta Polisi Usut Penganiayaan Warga oleh Aparat | Pemain Bhayangkara FC Ini Masih Jalani Program Pemulihan | New Normal, Satpol PP DKI Tunggu Anies Terbitkan Landasan Hukum | SpaceX Sukses Luncurkan Dua Astronot NASA ke Luar Angkasa | Teror di Diskusi Mahasiswa UGM, Mahfud Md Minta Korban Melapor | Ancaman Pembunuhan di Diskusi UGM, Polri Siap Turun Tangan | BMKG: Intrusi Udara Kering dari Utara Picu Hujan Lebat, Petir | Hendra Setiawan: Olimpiade 2016 Kenangan Terburuk | Era New Normal, Penggunaan Video Conference Diduga Tetap Tinggi | Polri Batalkan Perpanjangan Penutupan Layanan SIM, STNK, BPKB | Aturan Baru: Anak-anak dan Lansia Dilarang ke Rumah Ibadah | Waspadalah, Virus Corona Bisa Menyebar Supercepat di Satu Tempat | Jerinx SID Tantang Sosialita yang Ingin Jatuhkan Kredibilitasnya | Risma Marah Karena Lab PCR Tinggalkan Surabaya, Ini Kata Khofifah | Putra Mahkota Arab Saudi Bidik Eks Intelijen Top, Barat Khawatir | Salahkan Cina, Trump Perintahkan Amerika Keluar dari WHO | Anak Alami MIS-C Bisa Jadi Tanda Terinfeksi Covid-19 | PDIP Nilai Pemindahan Mobil PCR dari Surabaya Rivalitas Politik | Depok Klaim 7 Kelurahan Keluar dari Zona Merah, Pasien Covid-19? | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pengamat: Partai Gelora, Judi Politik Anis Matta | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 8 November 2019 09:02 WIB

Pengamat: Partai Gelora, Judi Politik Anis Matta | Berita Tempo Hari Ini

Fahri Hamzah (kiri) bersama Anis Mata saat merayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Partai Gelora. Instagram/@partai_gelora

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, JakartaPartai Gelora Indonesia tengah bersiap deklrasi. Sejumlah pengamat menilai, para pendiri yang merupakan sempalan PKS seperti Anis Matta dan Fahri Hamzah, tengah berjudi dengan membentuk partai baru akibat konflik internal.

Partai Gelora Indonesia diprediksi bisa melesat atau justru layu sebelum berkembang. "Tentu ini menjadi perjudian luar biasa bagi pendiri Partai Gelora untuk bisa eksis di tengah persaingan parpol yang luar biasa," ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno saat dihubungi Tempo pada Jumat, 8 November 2019.

Menurut Adi, ada empat modal penting yang harus dimiliki Partai Gelora untuk bisa berkembang. Yakni figur kunci yang bisa menjadi magnet politik, logistik, jaringan sampai lapis bawah, dan branding politik.

Sebagai pendatang baru, kata Adi, Partai Gelora juga harus memperluas sasaran ceruk pemilihnya, tak bisa mengandalkan segmen pemilih Islam dan sempalan pemilih PKS yang relatif solid.

"Partai Gelora berpeluang berkembang karena orang yang merasa menjadi bagian partai tertentu sangat rendah di Indonesia, kisaran 30 persen. Itu artinya, ada 70 persen ceruk pemilih yang bisa direbut Gelora," ujar Adi.

Senin lalu, para penggagas partai baru ini telah mendatangi notaris untuk mengurus akta pendirian perkumpulan, agar selanjutnya bisa mendapatkan status badan hukum partai dari Kementerian Hukum dan HAM.

Mayoritas penggagas partai ini adalah eks pimpinan PKS, seperti; Anis Matta, Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq, Rofi Munawar, dan Achmad Rilyadi. Selain eks kader, sejumlah kader PKS pun disebut akan merapat ke bakal partai baru ini. Mereka adalah Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi dan bekas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana.

"Mereka bagian dari pendiri," ujar Mahfudz Siddiq saat dihubungi Tempo pada Rabu malam, 6 November 2019.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan, jika tidak ingin layu sebelum berkembang, Gelora harus memperluas jaringan dan tidak hanya terbatas pada kader eks PKS yang kecewa. "PKS tentunya tak akan berdiam diri. PKS pasti juga akan mengunci dan menahan agar partai Gelora tidak besar," ujar Ujang saat dihubungi terpisah.

Ujang juga menyarankan agar Partai Gelora tidak mencari tokoh partai dengan membajak kader-kader partai lain. "Jika faktor-faktor itu dimiliki, maka bisa saja partai Gelora akan menjadi partai yang diperhitungkan. Namun jika tidak, maka bisa saja partai Gelora akan menjadi partai yang layu sebelum berkembang," ujar dia.



Pengamat: Partai Gelora, Judi Politik Anis Matta | Bang Naga | on Jumat, 8 November 2019 09:02 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pengamat: Partai Gelora, Judi Politik Anis Matta
Description: Pengamat politik melihat Partai Gelora merupakan judi politik Anis Matta dan Fahri Hamzah.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1269734/pengamat-partai-gelora-judi-politik-anis-matta-fahri-hamzah.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Trump Klaim Bakal Selesaikan Kerusuhan dengan Cara 'Dingin'
» Label Fesyen Sport Rilis Kampanye Antirasisme 'Don't Do It'
» Fakta Komet Raksasa K2 yang Akan Melintas Bumi Akhir 2020
» New Normal, Akad Nikah Maksimal Dihadiri 30 Orang
» Peluang Duel Tyson Hingga Nasib Pembalap Italia di MotoGP
» WHO dan Pusaran Kontroversi
» Solidaritas untuk George Floyd dari Liga Jerman

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds