Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Bahas Tantangan Dunia, Barack Obama Undang 18 Anak Muda Indonesia | BPPT Berharap Forum ASEAN Jadi Momentum Open Government dan Data | Staf Khusus Jokowi dari Kalangan Milenial Diumumkan Sore Ini | Faisal Basri: Ahok Jangan 'Dijerumuskan' Sendiri, Harus Ada Tim | Komisi III DPR Usul BNN Dibubarkan karena Tak Punya Terobosan | Jokowi Umumkan Staf Khusus, Salah Satunya Pendiri Ruang Guru | KPK Akan Periksa Pegawai yang Undang Abdul Somad Ceramah | Gebrak Meja, Masinton Pasaribu: BNN Ecek-ecek Tangani Narkoba | MPR: Ada Usul Masa Jabatan Presiden 3 Periode | Novel Baswedan Korek Matanya, Buktikan Hoax Pakai Lensa Kontak | Dubes untuk UE Akui Disuruh Donald Trump Menekan Presiden Ukraina | Erick Thohir Tunjuk Edwin Hidayat Jadi Wadirut PT Angkasa Pura II | Bahas Tantangan Dunia, Barack Obama Undang 18 Anak Muda Indonesia | BPPT Berharap Forum ASEAN Jadi Momentum Open Government dan Data | Trump will Release 'Financial Statement' before 2020 Election | Traveloka-WWF Indonesia Bermitra Dorong Pariwisata Berkelanjutan | Jokowi: Staf Khusus Milenial Tidak Perlu ke Istana Setiap Hari | Ini Dia Peran Bank Indonesia Menumbuhkan Pariwisata NTB | Ma'ruf Amin Minta NU Mengubah Paradigma Alon-alon Asal Kelakon | Di Acara Maulid Akbar, Ma'ruf Minta NU Bisa Adaptasi dengan Zaman | Veronica Koman: I Will Not Run Away | Kapsul Bobobox Mengedepankan Teknologi untuk Pikat Tamu |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Begini Cara Kaki Jalan Membangun Desa Wisata Sumbawa | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 8 November 2019 08:00 WIB

Begini Cara Kaki Jalan Membangun Desa Wisata Sumbawa | Berita Tempo Hari Ini

Kaluku Asia membentuk wisata berbasis masyarakat pedesaan (Indonesia Rural Community Based Tourism), yang dinamai Kaki Jalan. Mereka menawarkan kehidpan petani dan nelayan Sumbawa. TEMPO/Supriyantho Khafid

SUMUTkota.com, Sumbawa - Wisata berkelanjutan yang melibatkan warga untuk melestarikan dan menjaga lingkungan, ditangkap dengan baik oleh PT Kaluku Asia. Prinsipnya, alam lestari dan warga di desa wisata sejahtera.

Sejak 2017, Kaluku Asia membentuk wisata berbasis masyarakat pedesaan (Indonesia Rural Community Based Tourism), yang dinamai Kaki Jalan. Mereka menawarkan wisata di kampung nelayan di Kabupaen Sumbawa. Komunitas ini menghidupkan dan mendorong pelestarian tradisi lokal di beberapa desa nelayan seperti Desa Labuan Burung, Desa Buir, Desa Pelat, Desa Muir di Plampang dan Teluk Santong yang perairannya dikenal memiliki potensi ikan Hiu Paus.

Menurut pendiri Kaki Jalan, Askar Daeng Kamis kepada TEMPO, ia ingin menawarkan pengalaman hidup di desa. Di Labuan Burung mengikuti tradisi Bekelili (menangkap kerang), menanam mangrove, memasak menu seafood lokal singang dan sepat atau menikmati kue lokal serabi dan brongko.

Juga memasak minyak Sumbawa di desa Muir Plampang yang sudah dikenal sebagai produsen minyak urut atau pengobatan yang lain. ''Wisatawan bisa mendapatkan pengalaman. Belajar menjadi orang Indonesia dengan menginap di rumah penduduk,'' kata Askar Daeng Kamis, 49 tahun - yang selama 20 tahun pernah bekerja di lingkungan perhotelan dan terakhir menjadi GM di Patra Jasa, Kuta, Bali.

Kaki Jalan mengajak wisatawan ke Labuan Burung mengikuti tradisi Bekelili (menangkap kerang), menanam mangrove, memasak menu seafood lokal singang dan sepat atau menikmati kue lokal serabi dan brongko. TEMPO/Supriyantho Khafid

Mereka yang menjadi wisatawan Kaki Jalan ini kebanyakan adalah pecinta lingkungan, peneliti, atau pegiat non-government organization (NGO) dari berbagai negara. Paket yang ditawarkan seharga Rp5 juta untuk perorang minimal dua orang, selama dua malam tiga hari. "Tidak mudah menjual paket ini apalagi setelah gempa. Tapi ada saja yang menyukainya," kata Askar Daeng Kamis, berdarah Bugis kelahiran Riau tetapi dibesarkan orang tuanya di Labuan Burung, Sumbawa.      

Desa pertama yang disulap menjadi desa wisata di Labuan Burung, Kecamatan Buer, bisa dijangkau menggunakan perjalanan darat selama enam jam dari kota Mataram, harus melalui penyeberangan kapal feri di Selat Alas sekitar dua jam. Sedangkan desa lain, seperti Pelat di Sumbawa Besar, dan seterusnya memerlukan perjalanan beberapa jam lagi ke arah timur dari kota Sumbawa Besar.

Tidak hanya di tengah desa Labuan Burung saja. Wisatawan diajak mempelajari biota laut di Gili Keramat. Lokasinya sekitar 50 menit bersampan motor ke arah timur atau berada di depan Labuan Pagi di sekitar Utan. "Ini uniknya menangkap kerang yang berada di dalam pasir," kata Askar.

Untuk menanam mangrove di lahan sekitar tujuh hektar yang mulai ditanami tahun 2003, bisa dijangkau jalan kaki jika air surut. Tetapi jika air pasang sekitar lima menit menggunakan sampan bermotor. Kemudian menikmati sunset di Pulau Pasir jika air laut surut. Pulau Pasir beluas sekitar tiga are atau 10x30 meter yang jaraknya sekitar 10 menit dari Labuan Burung.

Wisatawan diajak menginap di rumah penduduk selama tiga hari dua malam, untuk mengetahui budaya dan kehidupan sehari-hari di Labuan Burung. TEMPO/Supriyantho Khafid

Ardiansyah alias Daeng Aco, 47 tahun yang dipercaya menjadi ketua kelompok pemuda di Desa Labuan Burung, mengatakan masyarakat sangat antusias. Ada belasan rumah yang siap diinapi wisatawan. Dijamin kebersihannya. ''Sebelum tamunya datang, ada tim yang membersihkan rumah,'' ujar Daeng Aco.

Jika ada wisatawan yang datang, mereka menerapkan ketentuan satu orang satu rumah untuk pemerataan pendapatan masyarakat setempat. Biaya menginapnya, Kaki Jalan memberikan kompensasi Rp 125 ribu - Rp 150 ribu per malam.

Setiap kedatangan wisatawan, warga di Labuan Burung menyiapkan tarian adat dan pencak silat khas Labuan Burung. Mereka memakai baju adat dan sarung dan kopiah Bugis atau yang disebut songkok Bone.

Untuk Bekelili (mencari kerang) di permukaan pasir pantai penduduk sudah berpengalaman. Pasalnya, meskipun berhabitat di pinggir pantai tapi tidak semua pantai terdapat kerang. Ia menyebutkan wisatawan antusias jika diajak makan seafood. ''Mereka lahap makanan yang berminyak,'' ujarnya.

Selain memburu kerang di pasir, mereka diajak bercocok tanam padi di pedesaan Labuan Burung. TEMPO/Supriyantho Khafid

Kerang-kerang yang berhasil ditangkap, kemudian langsung dimasak dengan sayur kelor yang ada di Pulau Keramat -- yang luasnya puluhan hektar. ''Kami memasak tumis kerang,'' ucapnya lagi.

Ketertarikan wisatawan selama di Labuan Burung adalah wisata kuliner dan berkumpul bersama warga setempat, yang rumahnya digunakan untuk menginap. Kue yang disiapkan adalah khas lokal seperti serabi, brongko (bahan pisang dicampur dengan telur dibungkus pakai daun pisang), nagasari, kemudian mandurah yang bahannya dari ketan dan santan dibungkus daun pisang. ''Untuk sarapan, pemilik rumah mendapatkan Rp 25 ribu per tamu,'' katanya.

SUPRIYANTHO KHAFID



Begini Cara Kaki Jalan Membangun Desa Wisata Sumbawa | Bang Naga | on Jumat, 8 November 2019 08:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Begini Cara Kaki Jalan Membangun Desa Wisata Sumbawa
Description: Kaki Jalan menawarkan desa wisata di pedesaan Kabupaten Sumbawa. Mereka menawarkan kehidupan petani dan nelayan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1269709/begini-cara-kaki-jalan-membangun-desa-wisata-sumbawa.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Kapten Chelsea Doakan Mourinho Sukses di Tottenham
» Mangkir Beberapa Kali, Dirut Jasa Marga Penuhi Panggilan KPK
» Rizieq Disebut Dukung Ade Armando Dilaporkan soal Joker Anies
» Jokowi: Stafsus Saya Tanpa Bidang Tugas, Kerja Barengan
» BNPT Sebut Jaringan Teroris Besar Bersemayam di 8 Provinsi
» Daesung BIGBANG Kena Pajak Rp14 M karena Bisnis Ilegal
» VIDEO: Alasan Produsen Berlomba Membuat Mobil Listrik

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds