Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Kasus Meikarta, Eks Presdir Lippo Cikarang Ditahan KPK | Kasus HAM Masa Lalu Disebut Kurang Bukti, Komnas HAM: Lagu Lama | Polisi Kembali Menggrebek Pabrik Obat Penenang Palsu di Bogor | Kodam Jaya Akan Kosongkan 10 Rumah Dinas Cijantung Hari Ini? | Komisi Hukum DPR Larang Kapolri Idham Azis ke Istana | Ahok Jawab Rizal Ramli Disebut Hanya Kelas Glodok | Anggota Komisi Hukum Sindir Polisi yang Perutnya Buncit | Sebut Ahok Kelas Glodok, Rizal Ramli Usul Dua Nama Jadi Bos BUMN | Selain Nia Ramadhani, Ini Momen Lain Seleb Amprok Busana Kembar | Fahri Hamzah Kritik Tommy Soeharto dan PKS: Tak Pahami Oposisi | Mengenal Pilkada Asimetris yang Diwacanakan Tito Karnavian | Mahfud Md dan Jaksa Agung Sepakat Akan Bubarkan TP4 | Ahok: Kayaknya Hidupku Ditolak Melulu | Ketua KPK Minta Anak Buahnya Tak Pakai Peci Saat OTT | Kasus Meikarta, Eks Presdir Lippo Cikarang Ditahan KPK | Kasus HAM Masa Lalu Disebut Kurang Bukti, Komnas HAM: Lagu Lama | Polisi Kembali Menggrebek Pabrik Obat Penenang Palsu di Bogor | Kodam Jaya Akan Kosongkan 10 Rumah Dinas Cijantung Hari Ini? | Porsche, Mercedes Embark on New Era of Electric Racing | ASFC U-18: Timnas U-18 Pelajar Indonesia Dikalahkan Cina 1-2 | Kemenpora Pastikan Anggaran SEA Games 2019 Cair Pekan Depan | Desember ke Solo, Favehotel Bagi-Bagi Hadiah |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Komnas HAM Kritik Paparan Jaksa Agung Soal Pelanggaran HAM | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 8 November 2019 07:22 WIB

Komnas HAM Kritik Paparan Jaksa Agung Soal Pelanggaran HAM | Berita Tempo Hari Ini

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam. TEMPO/M Taufan Rengganis

SUMUTkota.com, Jakarta - Komisi Nasional (Komnas) HAM memberi dua catatan penting terkait pernyataan Jaksa Agung Sanitiar atau ST Burhanuddin terkait pelanggaran HAM di hadapan Komisi III DPR RI.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, melihat pandangan Burhanuddin, menunjukkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi berkomitmen rendah dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat.

"Padahal sangat jelas, Presiden mendapat rapot merah terkait hal ini, dan memiliki kesempatan untuk memperbaikinya dengan menunjuk Jaksa Agung yang paham dan ingin melakukan penyelesaian pelanggaran HAM yang berat," kata Anam melalui keterangan tertulis, Kamis 7 November 2019.

Kedua, Anam menilai, Jaksa Agung menunjukkan belum memahami dengan baik aturan hukum di Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Hal itu terkait kewenangan Komnas HAM sebagai penyelidik dan kewenangan Jaksa Agung sebagai penyidik dalam proses hukum kasus Pelanggaran HAM yang berat.

"Seharusnya sebagai penyidik, Jaksa Agung bisa berbuat banyak, tidak hanya menyempurnakan berkas perkara, bahkan mempunyai kewenangan untuk menahan terduga pelaku," katanya.

Lebih lanjut Anam menilai, sampai saat ini Jaksa Agung sebagai penyidik belum pernah melakukan tugas dan kewenangannya untuk menyempurnakan berkas perkara yang telah selesai dalam proses kewenangan Komnas HAM sebagai penyelidik.

Baginya, kondisi seperti itu bagai lagu lama yang diputar berulang kali, hanya mengganti penyanyi saja. Untuk itu, jalan keluar yang bisa dilakukan oleh Jaksa Agung adalah membuat tim penyidik independen yang melibatkan tokoh HAM yang mengerti aturan HAM.

"Baik nasional maupun internasional serta praktek yang terjadi di berbagai mekanisme di dunia. Ini dibolehkan oleh UU No.26 tahun 2000," katanya.

Anam menegaskan, pembentukan tim penyidik independen itu penting untuk melibatkan tokoh HAM, agar tingkat kepercayaan publik dapat terbangun. "Dan kerja tim tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," katanya.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin membeberkan kendala penyelesaian kasus HAM berat masa lalu di depan Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.

Seperti Jaksa Agung sebelumnya M. Prasetyo, Burhanuddin menyebut berkas penyelidikan Komnas HAM ihwal kasus HAM berat masa lalu itu belum lengkap secara formil dan materiil.

"Penyelidikan Komnas HAM telah dipelajari dan diteliti, hasilnya baik persyaratan formil, materiil, belum memenuhi secara lengkap," kata Burhanuddin dalam rapat kerja dengan Komisi Hukum DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 7 November 2019.

Burhanuddin mengatakan ada 12 kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang belum rampung. Yakni peristiwa 1965, peristiwa penembakan misterius, peristiwa Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II, penculikan dan penghilangan orang secara paksa, peristiwa Talangsari, peristiwa Simpang KKA, peristiwa Rumah Gedong tahun 1989, serta peristiwa dukun santet, ninja dan orang gila Banyuwangi 1998.

Selain itu, ST Burhanuddin mengatakan, penyelesaian kasus HAM berat juga terkendala belum adanya pengadilan HAM adhoc. Dia juga menyoal sifat penyelidikan oleh Komnas HAM yang bersifat pro-justitia sehingga perlu izin ketua pengadilan.




Komnas HAM Kritik Paparan Jaksa Agung Soal Pelanggaran HAM | Bang Naga | on Jumat, 8 November 2019 07:22 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Komnas HAM Kritik Paparan Jaksa Agung Soal Pelanggaran HAM
Description: Komnas HAM menilai Jaksa Agung tak memahami persoalan pelanggaran HAM berat.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1269701/komnas-ham-kritik-paparan-jaksa-agung-soal-pelanggaran-ham.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Asrul Sani akan Undang Semua Kubu dalam Mukernas PPP
» Agen Ibrahimovic Gelar Pembicaraan dengan AC Milan
» Curhat Hyeri Girl's Day Berpacaran dengan Ryu Jun-yeol
» VIDEO: Wakil Sherif di Georgia Tewas Ditembak
» Pemkot Surabaya Pasang 280 CCTV Pengenal Wajah
» Polisi Kembali Ciduk Pembuang Bangkai Babi Hog Cholera
» Tes MotoGP: Vinales Tercepat, Alex Marquez ke-20

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds