Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Seorang Mahasiswa di Makassar Tewas Akibat Pembacokan di Kampus | Pameran Elektronik GSEI 2019 Digelar 5-7 Desember | Kata Menkumham Yasonna Laoly Soal Surat Cekal Rizieq Shihab | Proyek-proyek yang Digarap Perusahaan Anak Yasonna Laoly | Mengidap Diabetes? Yuk Batasi Pisang dan 3 Buah Tinggi Gula Ini | Mahfud MD: Jokowi Pernah Lapor Kasus ke KPK, Tapi Tak Terungkap | Arab Saudi Pertama Kali Berikan Status Penduduk Tetap ke WNA | Lawan Toyota Rush, Berapa Harga Mitsubishi Xpander Crossover? | Mikhail Gorbachev Ungkap Dalang di Balik Runtuhnya Uni Soviet | Nasib Isu Pencekalan Rizieq Shihab di Tangan Mahfud Md | Jokowi Akan Hapus IMB dan Amdal, DPR: Keliru | Menkominfo Johnny Plate: Rakyat Beli TV Digital, Siarannya Analog | Seorang Mahasiswa di Makassar Tewas Akibat Pembacokan di Kampus | Pameran Elektronik GSEI 2019 Digelar 5-7 Desember | Aldila Sutjiadi Kandas di Babak I WTA 125K Taipei | DKI Mengklaim Banyak Warga Jakarta Suka JPO Terbuka | Govt to Investigate Rizieq Shihab's Allegation on His Travel Ban | Dedeh Erawati Tekuni Ilmu Kepelatihan Demi Cetak Atlet Andal | ASN Terpapar Radikalisme, Ini 11 Kategori ASN yang Bisa Diadukan | New York City Beats Tokyo to Become World's Most Innovative City | Kualifikasi Euro 2020: Southgate Bicara Alasan Coret Sterling | Viral Otopet Listrik Naik JPO, Dishub DKI Peringatkan Grab |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Profesor UPI Usul ke Nadiem untuk Hapus SMK, Kenapa? | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 8 November 2019 06:05 WIB

Profesor UPI Usul ke Nadiem untuk Hapus SMK, Kenapa? | Berita Tempo Hari Ini

Sejumlah murid SMKN 8 Bandung, Jawa Barat, mempersiapkan kendaraan buggy rancangan mereka untuk diperlihatkan pada segenap jajaran pejabat pemerintah, Jumat (6/1). TEMPO/Prima Mulia

SUMUTkota.com, Jakarta -  Pakar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Profesor Ace Suryadi, mengusulkan ke Mendikbud Nadiem Makarim agar pemerintah menutup Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

SMK tidak diperlukan lagi karena merupakan bagian dari pendidikan dasar.

Pendidikan vokasi dan profesi sebaiknya dilaksanakan setelah SMA,” kata Ace kepada Tempo di Bandung, Kamis, 7 November 2019.

Pemerintah masih memiliki program wajib belajar pendidikan dasar 12 tahun. Tingkatannya meliputi Sekolah Dasar, Menengah, dan Atas. Setelah lulus, kata Ace, siswa bisa melanjutkan studi ke pendidikan tinggi.

Menurutnya, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo sekarang ini pendidikan tinggi vokasi atau keahlian terapan tertentu dan profesi menjadi prioritas. Pendidikan vokasi atau profesi itu bentuknya bisa beragam seperti politeknik, kursus, pelatihan, magang di tempat kerja, dan belajar secara mandiri. “Jadi lulusan SMA jangan berbondong-bondong ke universitas,” katanya, Rabu, 6 November 2019.

Akhir dari pendidikan tinggi vokasi atau profesi itu utamanya harus dinilai dengan sertifikasi sesuai dengan standar kebutuhan lapangan kerja. Waktunya tidak harus seperti di SMK selama tiga tahun melainkan bisa dalam hitungan bulansetahunsesuai  kebutuhan dunia kerja.

Sekitar 90 persen tamatan SMA menurut Ace seharusnya masuk ke pendidikan seperti itu. Kondisinya dengan perubahan kurikulum yang antara lain memuat materi program pendidikan literasi, matematika dasar, pengetahuan dasar, kecakapan terpakai (applied skills), dan pendidikan perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jalur kedua untuk lulusan SMA yaitu pendidikan tinggi akademik.

Rencana perubahan kurikulum pendidikan, ujar Ace, jangan dibuat tergesa-gesa. Dalam setahun ini pemerintah bisa melakukan analisis dan evaluasi kurikulum sekarang bersama universitas. Proses itu diperkirakan bisa rampung dalam setengah tahun kemudian merancang kurikulum anyar. “Mungkin tahun kedua bisa mulai dirancang konten kurikulumnya.”

 



Profesor UPI Usul ke Nadiem untuk Hapus SMK, Kenapa? | Bang Naga | on Jumat, 8 November 2019 06:05 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Profesor UPI Usul ke Nadiem untuk Hapus SMK, Kenapa?
Description: Pakar UPI mengusulkan ke Mendikbud Nadiem Makarim untuk menutup SMK karena sebagai bagian dari pendidikan dasar tidak diperlukan lagi.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1269630/profesor-upi-usul-ke-nadiem-untuk-hapus-smk-kenapa.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» 50 Roket Serang Israel, Argentina vs Uruguay Terancam Batal
» KPPU Endus Persaingan Usaha Tak Sehat dari Transaksi Nontunai
» KPK Belum Terima Salinan Putusan Sofyan Basir
» Indonesia Targetkan Raih 50 Emas di SEA Games 2019
» DPR Siapkan 2 Opsi Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada Langsung
» Polres Deli Serdang Ancam Jerat Pembuang Bangkai Babi
» Uji Coba Lawan Iran Penentu Timnas Indonesia di SEA Games

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds