Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Bayern Munchen Vs Dusseldorf 5-0, Lewandowski Samai Rekor Terbaik | Polri Siap Usut Teror Pembunuhan ke Panitia Diskusi Mahasiswa UGM | Toyota Fortuner 2020 Pakai Mesin Baru Tenaga Melonjak Signifikan | Pandemi, Family Time Juga Penting Ini 5 Cara Menerapkannya | India Lepas Burung Merpati yang Diduga Mata-mata Pakistan | Politikus DPR Mulyadi Curiga Kasusnya Terkait Pilkada 2020 | Erick Thohir Ulang Tahun, Para Atlet Dunia Ini Ucapkan Selamat | Hasil dan Klasemen Liga Jerman: Bayern Munchen Unggul 10 Poin | Denda Pelanggaran PSBB di Jakarta Capai Rp 500 Juta | Formula E Virtual: Vandoorne Juarai Seri Ke-6, Kuasai Klasemen | WFH Bikin Nyeri Punggung, Pahami Penyebab dan Risikonya | Hendra Setiawan Idolakan Tony Gunawan, Puji Kevin Sanjaya | Bayern Vs Duesseldorf 5-0, Hansi Flick Lewati Torehan Guardiola | Kemenko Marves Ungkap Dua Masalah Utama Produksi Garam Nasional | Hasil Liga Jerman: Bayern Munchen Vs Fortuna Duesseldorf 5-0 | Persija Jakarta: Marc Klok dan Arti Penting Nomor 10 Baginya | Hendra Setiawan Cerita Awalnya Sulit Ganti Pasangan dengan Ahsan | LBH Papua Minta Polisi Usut Penganiayaan Warga oleh Aparat | Pemain Bhayangkara FC Ini Masih Jalani Program Pemulihan | New Normal, Satpol PP DKI Tunggu Anies Terbitkan Landasan Hukum | SpaceX Sukses Luncurkan Dua Astronot NASA ke Luar Angkasa | Teror di Diskusi Mahasiswa UGM, Mahfud Md Minta Korban Melapor | Ancaman Pembunuhan di Diskusi UGM, Polri Siap Turun Tangan | BMKG: Intrusi Udara Kering dari Utara Picu Hujan Lebat, Petir | Hendra Setiawan: Olimpiade 2016 Kenangan Terburuk | Era New Normal, Penggunaan Video Conference Diduga Tetap Tinggi | Polri Batalkan Perpanjangan Penutupan Layanan SIM, STNK, BPKB | Aturan Baru: Anak-anak dan Lansia Dilarang ke Rumah Ibadah | Waspadalah, Virus Corona Bisa Menyebar Supercepat di Satu Tempat | Jerinx SID Tantang Sosialita yang Ingin Jatuhkan Kredibilitasnya | Risma Marah Karena Lab PCR Tinggalkan Surabaya, Ini Kata Khofifah | Putra Mahkota Arab Saudi Bidik Eks Intelijen Top, Barat Khawatir | Salahkan Cina, Trump Perintahkan Amerika Keluar dari WHO | Anak Alami MIS-C Bisa Jadi Tanda Terinfeksi Covid-19 | PDIP Nilai Pemindahan Mobil PCR dari Surabaya Rivalitas Politik | Depok Klaim 7 Kelurahan Keluar dari Zona Merah, Pasien Covid-19? | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Penyebab Kisruh Sriwijaya Air-Garuda Versi Yusril Ihza Mahendra | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Jumat, 8 November 2019 06:44 WIB

Penyebab Kisruh Sriwijaya Air-Garuda Versi Yusril Ihza Mahendra | Berita Tempo Hari Ini

Pengacara sekaligus pemegang saham Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra selepas rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta. Kamis, 7 November 2019. Tempo/Caesar Akbar

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Pengacara sekaligus pemegang saham Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra menilai kisruh kerja sama antara kliennya dan Garuda Indonesia disebabkan oleh ketidakjelasan perjanjian awal yang dibuat lebih dari setahun yang lalu.

"Sehingga terjadi saling menyalahkan," ujar Yusril di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis, 7 November 2019.

Akibat sengkarut itu, pemerintah pun akhirnya memfasilitasi pertemuan antara dua belah pihak. Inti dari pertemuan itu, kata Yusril, adalah adanya perjanjian sementara yang akan memperpanjang kerja sama antara Garuda dan Sriwijaya selama tiga bulan ke depan. Sehingga pelayanan dapat perjalan seperti biasa.

Seiring dengan itu, dalam jangka waktu yang tidak begitu lama, Yusril mengatakan akan ada revisi dari perjanjian kerja sama tersebut. "Tentu saya akan bertanya juga, akan bertanya kepada pemegang saham mayoritas Sriwijaya apakah akan menerima proposal ini, meneruskan kerja sama ini, atau malah akan menghentikannya sama sekali, itu nanti akan diputuskan segera dalam sehari dua hari ini," tutur Yusril.

Sebelumnya, Yusril mengatakan salah satu hal yang memicu perselisihan dari Sriwijaya adalah lantaran kerja sama itu dinilai tidak efisien. "Sriwijaya merasa dominasi Garuda terlalu jauh intervensinya, sehingga menurut persepsi Sriwijaya kerjasama uang sebenarnya untuk meningkatkan kapabilitas membayar utang kepada beberapa BUMN malah tidak efisien," ujar Yusril.

Misalnya saja, setelah kerja sama diteken, Sriwijaya kini mesti melakukan perawatan di Garuda Maintenance Facility. Padahal, sebelumnya kerjaan itu bisa dilakukan sendiri. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan pun lebih mahal. Belum lagi kebijakan untuk menampung kru yang sebelumnya di asrama ke hotel. "Menurut persepsi Sriwijaya, utang bukannya berkurang malah membengkak selama dimanage oleh Garuda," kata Yusril.

Perkara makin memanas ketika perjanjian kerja sama operasi diubah menjadi perjanjian kerja sama manajemen. Dengan perjanjian KSM, Yusril mengatakan Garuda secara sepihak menerapkan management fee 50 persen dan profit sharing 65 persen dari Garuda. Besaran itu dihitung dari pendapatan kotor perusahaan. Akibatnya, perusahaan pun terancam ambruk. "Jadi ini sebenarnya mau menyelamatkan Sriwijaya atau malah menghancurkan Sriwijaya."

Kalau revisi telah selesai dilakukan, Yusril mengatakan bakal ada pergantian direksi. Sehingga tidak ada lagi konflik kepentingan seperti yang belakangan ini terjadi. Sebab, ia menilai akan sangat sulit jika Direksi Garuda mengatur Sriwijaya. Pasalnya, selama ini telah ada konflik kepentingan dan dua perseroan memang sama-sama ingin untung.

"Tapi ada proposal juga yang harus dipertimbangkan kalau memang itu kerja sama operasi atau managemen, itu harus diatur legalnya sangat rigid sehingga tidak terjadi konflik kepentingan antara manajemen yang berasal dari Garuda tetapi masuk ke Sriwijaya," ujar dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan akan melakukan evaluasi atas hubungan kerja sama antara Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

"Dengan dasar itu kami akan mengambil keputusan dan menetapkan ketentuan yang akan diberlakukan," ujar Budi. Evaluasi tersebut, tutur dia, akan dilakukan selama satu minggu kedepan.

Adapun pelibatan BPKP dalam evaluasi hubungan kerjasama tersebut, tutur dia, adalah lantaran adanya valuasi tertentu yang mesti dilakukan. Sementara, valuasi itu adalah wewenang BPKP untuk menetapkan. "Mulai dari saham, restrukturisasi, dan sebagainya."

Selepas Rapat, Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dan VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan bungkam. Mereka tidak mau menjawab pertanyaan wartawan soal kerja sama dengan Sriwijaya Air.

CAESAR AKBAR



Penyebab Kisruh Sriwijaya Air-Garuda Versi Yusril Ihza Mahendra | Bang Naga | on Jumat, 8 November 2019 06:44 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Penyebab Kisruh Sriwijaya Air-Garuda Versi Yusril Ihza Mahendra
Description: Pengacara Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra menilai kisruh kerja sama antara kliennya dan Garuda Indonesia disebabkan oleh...
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1269615/penyebab-kisruh-sriwijaya-air-garuda-versi-yusril-ihza-mahendra.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Peluang Duel Tyson Hingga Nasib Pembalap Italia di MotoGP
» WHO dan Pusaran Kontroversi
» Solidaritas untuk George Floyd dari Liga Jerman
» Satgas Waspada Investasi Akan Normalisasi 35 Koperasi
» Warga Jepang Kembali Datangi Tempat Pemandian Umum
» Mantan Kepala Mekanik Disebut Biang Masalah Performa Rossi
» Jadi Klaster Corona, Pasar Cileungsi Bogor Ditutup Sementara

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds