Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Liga Jerman: Dortmund Menang Besar, Jadon Sancho Torehkan 2 Rekor | Kemendagri Tegaskan Tak Ada Larangan ASN Naik Ojek Online | PBNU Terbitkan Protokol New Normal di Masjid, Simak Isinya | Risiko Kebiasaan Minum Teh saat Hamil, Awas Kelebihan Kafein | Ulang Tahun ke-50, Erick Thohir: Penuh Makna dan Istimewa | Ketua KOI Tuntut Kreativitas Pembinaan Atlet di Tengah New Normal | Pemerintah Sebut Belum Ada Rencana Buka Sekolah Sampai September | MotoGP: Jorge Lorenzo Juarai Balapan Virtual di Silverstone | Bersiap New Normal, Warga Jaksel Gotong Royong Bersihkan Masjid | Hingga H+5 Lebaran, 362 Ribu Kendaraan Bergerak ke Arah Jakarta | Apartemen Bintang Manchester City Kebobolan, 3 Arloji Mewah Raib | 3 Bintang Bundesliga Ikut Tuntut Keadilan Untuk George Floyd | Bundesliga: Jadon Sancho Hat-trick, Borussia Dortmund Menang 6-1 | Pemain Muda Fiorentina Ini Ungkap Alasannya Tolak Liverpool | Nilai Syahrini Pojokkan Luna Maya, Netizen Beri Dukungan | Terawan Copot Mantan Ketua MKEK IDI sebagai Dekan di UPN Veteran | Menghadapi Mike Tyson, Anthony Joshua: Menang Pun Akan Diejek | Awan Besar Berjajar Sepanjang Pantai Jawa, Ini Penjelasan BMKG | Toyota Fortuner 2020 Pakai Mesin Baru Tenaga Melonjak Signifikan | Ikatan Dokter Anak Anjurkan Sekolah Ditutup Hingga Desember 2020 | Dicopot Terawan, Masa Jabatan Dekan FK UPN Veteran Masih 2 Tahun | Politikus DPR Mulyadi Curiga Kasusnya Terkait Pilkada 2020 | 3 Jawaban WHO tentang Kebiasaan Merokok dan Infeksi Covid-19 | Syahrini dan Reino Barack akan Laporkan Akun Penggemar Luna Maya? | | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Pelarian Korea Utara Meninggal Kelaparan di Korea Selatan | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 22 September 2019 19:04 WIB

Pelarian Korea Utara Meninggal Kelaparan di Korea Selatan | Berita Tempo Hari Ini

Seorang pelarian Korea Utara dan putrinya memegang potret Han Sung-ok, sesama pengungsi, dan putranya yang berusia 6 tahun, Kim Dong-jin, selama pemakaman mereka di Seoul, Korea Selatan, pada hari Sabtu, 21 September 2019.[Kim Hong-Ji / Reuters]

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Seorang perempuan pelarian Korea Utara dan putranya diduga meninggal kelaparan di salah apartemen kecil di Korea Selatan.

Ratusan orang turun ke jalan di Kota Seoul pada Sabtu untuk mengenang korban dan menggelar aksi teatrikal membawa dua peti mati ke kantor kepresidenan Korea Selatan, Blue House.

"Bawa kembali Sung-ok kita!" mereka meneriakkan dan menuntut permintaan maaf dari Presiden Moon Jae-in, karena dianggap mengabaikan kesejahteraan para eksil Korut, dikutip dari CNN, 22 September 2019.

Seorang pelarian Korea Utara Han Sung-ok, 42 tahun, dan putranya yang berusia enam tahun Kim Dong-jin ditemukan tewas pada akhir Juli. Mereka ditemukan setelah seorang inspektur meteran air datang memeriksa karena Han menunggak tagihannya selama berbulan-bulan, dan melihat bau busuk datang dari apartemen, menurut polisi Korea Selatan.

Inspektur air memanggil polisi, yang menemukan dua mayat yang sudah membusuk dan sebuah kulkas kosong, yang membuat petugas polisi mencatat kelaparan sebagai dugaan penyebab kematian, menurut sebuah pernyataan dari kepolisian kabupaten Gwanak. Autopsi tidak dapat dilakukan karena mayat-mayat itu telah membusuk.

Kasus ini telah kecaman di Korea Selatan, di mana beberapa pihak menganggap bahwa pemerintah tidak berbuat banyak untuk ribuan orang yang telah melarikan diri dari rezim represif di Korea Utara. Mereka ingin penyelidikan menyeluruh terhadap kematian Han dan putranya serta perubahan kebijakan untuk mencegah tragedi di masa depan.

Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan Han di Korea. Tetapi dia tampaknya menjadi semakin terisolasi dan sedih dalam bulan-bulan terakhirnya, meskipun bantuan untuk dia dan putranya hanya beberapa ratus meter jauhnya di kantor pemerintah kabupaten.

Aksi simbolis membawa peti mati tiruan untuk mengenang Han dan putranya, 21 September 2019.[Kim Hong-Ji / Reuters]

New York Times melaporkan, dia pertama kali tiba di Korea Selatan pada 2009, menurut catatan pemerintah. Seperti semua pelarian dari Utara yang terisolasi, ia menjalani 12 minggu kelas wajib, mempelajari keterampilan dasar seperti menggunakan kartu kredit dan mengendarai mobil.

Pemerintah memberi para pengungsi Korea Utara sebuah apartemen sewa rendah, pembayaran kesejahteraan dan perawatan kesehatan gratis dan pelatihan kerja. Tetapi banyak yang berjuang untuk melakukan transisi dari sistem yang sangat ketat dari Korea Utara ke sistem yang cepat dan kapitalistik di Korea Selatan. Beberapa bahkan telah kembali ke Utara, mengeluh bahwa mereka diperlakukan seperti warga negara kelas dua di Korea Selatan.

Han memperoleh dana kesejahteraan dalam sembilan bulan, menunjukkan bahwa ia beradaptasi dengan cepat ke kehidupan barunya. Tetapi Kim Yong-hwa, kepala Asosiasi Hak Asasi Manusia Pengungsi Korea Utara, yang mengenal Han, mengatakan bahwa dia telah membawa beban emosional.

Dia awalnya melarikan diri ke Korea Utara setelah kelaparan yang menewaskan jutaan warga Korea Utara pada akhir 1990-an, menurut Kim. Dia mengatakan dia menjadi salah satu dari ribuan perempuan Korea Utara yang dijual oleh pedagang manusia untuk pria Cina pedesaan yang mencari istri.

Perempuan-perempuan seperti itu hidup dengan ketakutan terus-menerus untuk kembali ke Korea Utara dan dikirim ke kamp kerja paksa. Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa banyak suami Cina mereka mengeksploitasi kerentanan itu dan melakukan pelecehan seksual terhadap mereka.

Beberapa perempuan Korea Utara terpaksa ke Korea Selatan dengan anak-anak yang mereka miliki di Cina, hanya untuk menghadapi stigma menjadi seorang ibu tunggal di Korea Selatan, bersama dengan semua kesulitan lain untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di sana.



Pelarian Korea Utara Meninggal Kelaparan di Korea Selatan | Bang Naga | on Minggu, 22 September 2019 19:04 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Pelarian Korea Utara Meninggal Kelaparan di Korea Selatan
Description: Seorang perempuan pelarian Korea Utara dan putranya terlantar dan diduga meninggal kelaparan di salah apartemen kecil di Korea Selatan.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1250987/pelarian-korea-utara-meninggal-kelaparan-di-korea-selatan.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Sutradara Film 'Parasite' Gelar Bincang Online Pekan Depan
» Van Dijk Pernah Nyaris Meninggal Sebelum Gabung ke Liverpool
» Advokat Alumni UII Akan Pidanakan Peneror Guru Besar FH UII
» Buntut Aksi Rusuh, Trump Masukkan Antifa ke Daftar Teroris
» Ronaldo Brasil Tak Masukkan CR7 ke Daftar Lima Pemain Terbaik
» KAHGAMA Desak Polisi Usut Teror ke Mahasiswa UGM-Dosen UII
» Bagian Bangunan Taj Mahal Rusak karena Badai

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds