Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Pejabat Militer Amerika Kecewa dengan Trump Soal Serangan Turki | Koridor Sempit Kebebasan | Koalisi Pengubur Oposisi | Suka Main Musik, Menhub Budi Karya Miliki Koleksi Gitar | MediaTek Kenalkan Chipset untuk Gaming Helio G90 Series | Dua Tahun Anies, Jumlah Penumpang Jak Lingko Lebak Bulus Naik | Ma'ruf Amin Mengaku Grogi Menjelang Dilantik Jadi Wakil Presiden | Fintech Percepat Penyediaan Sistem QR Code | Menangkal Propaganda soal Papua | Asap Karhutla Kembali Pekat, Pemerintah Palembang Bagikan Masker | Erdogan Abaikan Permintaan Trump, Terus Menyerang Milisi Kurdi | Pembaruan Substansi Hukum Kita | Zoe Kravitz Berjuang Melawan Bulimia dan Anoreksia saat Remaja | Mobil Listrik Pertama Mazda Debut di Tokyo Motor Show 2019 | OTT KPK di Kalimantan Timur, Diduga Ada Suap Rp 1,5 Miliar | Sibuk, Ini Cara Menteri Budi Karya Selipkan Waktu Untuk Keluarga | Suap Bupati Indramayu Diduga untuk Gelar Wayang Kulit | Jadwal Denmark Open 2019: Tommy Sugiarto Tantang Penakluk Ginting | Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Rabu Ini: Ada Persija, Arema FC | Hasil Denmark Open 2019: Jonatan Christie Lewati Jago Tuan Rumah | BPBD Sumatera Selatan Kerahkan Tujuh Helikopter Atasi Karhutla | Kabinet Jokowi Jilid II, Usulan Faisal Basri Ditolak | Empat Wali Kota Pro Kurdi Ditangkap Militer Turki | Tekuk Timnas Indonesia, Vietnam Diisi Jebolan Piala Dunia U-20 | Hasil Denmark Open 2019: Kevin / Marcus Melaju ke Babak Kedua | Perdana, Redmi Note 8 Pro Gunakan Chipset Helio G90T MediaTek | Tanpa Wagub, Anies Klaim Semua Tugas di DKI Bisa Dikerjakan | Denmark Open: Marcus / Kevin dan Jonatan Christie ke Babak Kedua | Mom Shaming pada Ibu Hamil Berdampak Negatif pada Kesehatan Janin | Yanto Basna Bicara Aksi Suporter dan Nasib Timnas Indonesia | Bomber H-6K Cina Disebut Salinan Tu-160 Rusia, Apa Bedanya? | Periode Kedua Jokowi, Ini Harapan Menteri Darmin | Pangeran William dan Kate Middleton Bertemu dengan PM Khan | OTT KPK Ungkap Kode Mangga Manis Suap Bupati Indramayu | Buntut Insiden Rasis Vs Inggris, Bos Sepak Bola Bulgaria Mundur | 2021, Toyota dan Lexus Akan Luncurkan 3 Mobil Listrik | Tim Bulu Tangkis Junior Peraih Piala Suhandinata Disambut Meriah | Ini Kata Pelatih Vietnam Usai Taklukkan Timnas Indonesia di Bali | Kiwi Kaya Nutrisi, Rasakan Manfaatnya untuk Asma dan Jantung | Bosan Miskin, Ini yang Dilakukan Moeldoko Untuk Mengubah Nasib | Begini Kondisi Balita Korban Aniaya PRT Remaja di Depok | Sekolah SMP dan SMA California Mulai Jam Belajar Lebih Siang | Yanto Basna Disorot Saat Timnas Keok, Simon McMenemy Membelanya | Indonesia Ditekuk Vietnam, Irfan Bachdim: Kami Harus Bercermin | Rilis Pekan Depan, Realme XT Dibekali Fitur Dark Mode? | Rumah DP 0 Rupiah Tak Dirasakan Manfaatnya, DPRD DKI Sarankan Ini | Teriakan 'Simon Out' Terus Bergema, Begini Reaksi Simon McMenemy | Hasil Kualifikasi Euro 2020: Spanyol Lolos, Italia Juara Grup | Tak Mau Rugi, Perempuan di Taiwan Goyang Mesin Capit Boneka | Ditahan KPK, Bupati Indramayu Minta Maaf | Faisal Basri: Performa Luhut dan Rini Tak Prima di Kabinet Jokowi | Riset: Polusi Udara di Cina Memicu Keguguran | Kesal Dimarahi Majikan, PRT Remaja Aniaya Balita di Kota Depok | Satu Rumah Sakit, Kivlan Zen Kirim Bunga dan Doa untuk Wiranto | Militer Rusia Mulai Duduki Suriah Utara Menyusul Invasi Turki | Kurangi Limbah, Perusahaan Bir Denmark Kembangkan Botol Kertas | Gerindra Bakal Kembalikan Posisi Sandiaga Sebagai Wakil Prabowo? | Selfie di Toilet, Pasangan Pengantin India Bisa Terima Rp 10 Juta | London Larang Aktivis Lingkungan Extinction Rebellion Berdemo | Pelecehan Seksual di KRL Depok: Korban Teriak, Pelaku Ditahan | OTT KPK di Kalimantan Timur, Kepala BPJN Balikpapan Dibekuk | Pejabat Militer AS Malu Trump Tidak Bela Kurdi dari Invasi Turki | 2 Tahun Pimpin Jakarta, Kata Anies Soal Gubernur Rasa Presiden | Volkswagen Tunda Investasi Rp 20 T karena Invasi Turki ke Suriah | Polri: Teroris Siap Aksi Bunuh Diri di Hari Pelantikan Presiden | Akbar Tandjung Bocorkan Calon Kabinet Jokowi Jilid II | Gerindra Siapkan Dua Calon Menteri Kabinet Jokowi | Disebut Anies Baswedan Giring Opini, PSI : Gubernur Anggap Receh | Kabinet Jokowi Jilid II, Menteri dari Profesional Dinilai Loyal | Tahapan Seleksi CPNS, MenpanRB: Mulai 25 Oktober | Kabinet Jokowi Jilid II: PKB Minta Gerindra Dipikirkan Belakangan | OTT KPK Bupati Indramayu: Februari Dilantik, Oktober Ditangkap | Cerita Puteri Komarudin, Anggota DPR Muda Berharta Rp 40,5 Miliar | Kapolda Sulsel Larang Demonstrasi Jelang Pelantikan Presiden | Waspada Bakar Modal Uang Elektronik | Pejabat Militer Amerika Kecewa dengan Trump Soal Serangan Turki | Koridor Sempit Kebebasan | Koalisi Pengubur Oposisi | Suka Main Musik, Menhub Budi Karya Miliki Koleksi Gitar | Anies Baswedan Claims Competent at Tackling Tasks without Deputy | MediaTek Kenalkan Chipset untuk Gaming Helio G90 Series | Dua Tahun Anies, Jumlah Penumpang Jak Lingko Lebak Bulus Naik | Sebab Pasien Kanker Alami Penurunan Berat Badan dan Cara Atasinya | Ma'ruf Amin Mengaku Grogi Menjelang Dilantik Jadi Wakil Presiden |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Potret Difabel Mandiri dengan Membatik, Omzet Rp 50 Juta Setahun | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Minggu, 22 September 2019 10:00 WIB

Potret Difabel Mandiri dengan Membatik, Omzet Rp 50 Juta Setahun | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi kain batik. Shutterstock

SUMUTkota.com, Boyolali - Selama 30 tahun, Tari, warga Desa Tawangsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tidak berani keluar rumah. Dia memilih mengurung diri karena tak mampu berjalan sejak duduk di kelas VI Sekolah Dasar. Tiada yang tahu apa sebab Tari menjadi difabel daksa.

"Sudah berulang kali ke dokter, tapi tak ada yang bisa menjawab kenapa saya lumpuh," kata Tari kepada Tempo dalam sebuah lokakarya batik Srikandri Patra di Desa Tawangsari, Jawa Tengah, Jumat, 20 September 2019. Saat itu kepercayaan diri Tari roboh. Dia menarik diri dari dunia luar.

Hingga sekitar setahun lalu, seorang difabel daksa bernama Yuni 'memaksa' Tari untuk keluar rumah. Yuni menunjukkan kalau kondisi fisik bukan halangan untuk berkarya. "Akhirnya saya mau keluar rumah. Dan saya kaget bukan main karena semua sudah berubah," ucap Tari.

Yuni mengajak Tari belajar membatik. Perlahan dia merasa cocok dengan pekerjaan membatik dan terus menekuninya. Kini, jemari Tari lihai menggoreskan malam sebagai motif pada selembar kain batik. Tari bernanung dalam kelompok Srikandi Patra di Boyolali, binaan Terminal Bahan Bakar Minyak PT Pertamina (persero) Boyolali.

Community Development Officer TBBM Boyolali PT Pertamina (Persero), Noor Azharul Fuad menuturkan, Yuni adalah pionir Srikandi Patra. "Dialah difabelpreneur dari program corporate social responsibility Pertamina," kata Azharul.

Difabel daksa, Tari (kiri) dan tunarungu, Sri, sedang menggambar pola batik di rumah sorang pengelola kelompok usaha batik Srikandi Patra di Desa Tawangsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat, 20 September 2019. TEMPO | Larissa Huda

Koordinator pengelola Srikandi Patra, Siti Fatimah, 41 tahun, mengatakan ada lima anggota difabel yang turut membatik. Mereka mendapat bimbingan membatik dari pengelola dan tidak ditarget berapa produksi batik untuk setiap orang. "Kami menyerahkan kepada mereka karena membatik juga tergantung mood (suasana hati)," kata Siti. Jika dirata-rata, satu orang bisa menyelesaikan selembar kain batik dalam tempo 10 sampai 15 hari.

Siti Fatimah merinci, selembar kain batik karya pembatik difabel dijual sekitar Rp 750 ribu. Dari angka itu, mereka yang mencanting dan menggambar batik, masing-masing mendapat upah Rp 100 ribu per lembar.

Sisa uang penjualan tadi digunakan untuk menambah kas, membeli kebutuhan anggota difabel, seperti kursi roda, dan lainnya. Tahun lalu, menurut Siti, kelompok Srikandi Patra mencatat penjualan sampai Rp 50 juta. "Dari Januari sampai Agustus 2019 ini, mereka sudah mendapatkan Rp 17 juta," ujar dia.



Potret Difabel Mandiri dengan Membatik, Omzet Rp 50 Juta Setahun | Bang Naga | on Minggu, 22 September 2019 10:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Potret Difabel Mandiri dengan Membatik, Omzet Rp 50 Juta Setahun
Description: Kelompok usaha batik Srikandi Patra memiliki lima anggota pembatik difabel. Mereka mampu mandiri dan membuktikan kondisi fisik bukan halangan bekarya.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1250651/potret-difabel-mandiri-dengan-membatik-omzet-rp-50-juta-setahun.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Daftar 15 Aplikasi Berbahaya di Android
» Elsam: Kebebasan Berekspresi Mundur sejak Jokowi Berkuasa
» Ditahan KPK, Bupati Indramayu Minta Maaf Tak Bawa Perubahan
» Demo Ricuh di Barcelona Sampai Skandal Keuangan Vatikan
» Dunia Usaha Merasa Berat Menaikkan Upah Minimum di 2020
» Hancur di Kualifikasi Piala Dunia, Indonesia Sejajar Guam
» Dua Penulis Berbagi Kemenangan The Booker Prizes 2019

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds