Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Pembaruan Substansi Hukum Kita | Zoe Kravitz Berjuang Melawan Bulimia dan Anoreksia saat Remaja | Mobil Listrik Pertama Mazda Debut di Tokyo Motor Show 2019 | Sibuk, Ini Cara Menteri Budi Karya Selipkan Waktu Untuk Keluarga | Suap Bupati Indramayu Diduga untuk Gelar Wayang Kulit | Jadwal Denmark Open 2019: Tommy Sugiarto Tantang Penakluk Ginting | Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Rabu Ini: Ada Persija, Arema FC | Hasil Denmark Open 2019: Jonatan Christie Lewati Jago Tuan Rumah | BPBD Sumatera Selatan Kerahkan Tujuh Helikopter Atasi Karhutla | Kabinet Jokowi Jilid II, Usulan Faisal Basri Ditolak | Empat Wali Kota Pro Kurdi Ditangkap Militer Turki | Tekuk Timnas Indonesia, Vietnam Diisi Jebolan Piala Dunia U-20 | Hasil Denmark Open 2019: Kevin / Marcus Melaju ke Babak Kedua | Perdana, Redmi Note 8 Pro Gunakan Chipset Helio G90T MediaTek | Tanpa Wagub, Anies Klaim Semua Tugas di DKI Bisa Dikerjakan | Denmark Open: Marcus / Kevin dan Jonatan Christie ke Babak Kedua | Mom Shaming pada Ibu Hamil Berdampak Negatif pada Kesehatan Janin | Yanto Basna Bicara Aksi Suporter dan Nasib Timnas Indonesia | Bomber H-6K Cina Disebut Salinan Tu-160 Rusia, Apa Bedanya? | Periode Kedua Jokowi, Ini Harapan Menteri Darmin | Pangeran William dan Kate Middleton Bertemu dengan PM Khan | OTT KPK Ungkap Kode Mangga Manis Suap Bupati Indramayu | Buntut Insiden Rasis Vs Inggris, Bos Sepak Bola Bulgaria Mundur | 2021, Toyota dan Lexus Akan Luncurkan 3 Mobil Listrik | Tim Bulu Tangkis Junior Peraih Piala Suhandinata Disambut Meriah | Ini Kata Pelatih Vietnam Usai Taklukkan Timnas Indonesia di Bali | Kiwi Kaya Nutrisi, Rasakan Manfaatnya untuk Asma dan Jantung | Bosan Miskin, Ini yang Dilakukan Moeldoko Untuk Mengubah Nasib | Begini Kondisi Balita Korban Aniaya PRT Remaja di Depok | Sekolah SMP dan SMA California Mulai Jam Belajar Lebih Siang | Yanto Basna Disorot Saat Timnas Keok, Simon McMenemy Membelanya | Indonesia Ditekuk Vietnam, Irfan Bachdim: Kami Harus Bercermin | Rilis Pekan Depan, Realme XT Dibekali Fitur Dark Mode? | Rumah DP 0 Rupiah Tak Dirasakan Manfaatnya, DPRD DKI Sarankan Ini | Teriakan 'Simon Out' Terus Bergema, Begini Reaksi Simon McMenemy | Hasil Kualifikasi Euro 2020: Spanyol Lolos, Italia Juara Grup | Tak Mau Rugi, Perempuan di Taiwan Goyang Mesin Capit Boneka | Ditahan KPK, Bupati Indramayu Minta Maaf | Faisal Basri: Performa Luhut dan Rini Tak Prima di Kabinet Jokowi | Riset: Polusi Udara di Cina Memicu Keguguran | Kesal Dimarahi Majikan, PRT Remaja Aniaya Balita di Kota Depok | Satu Rumah Sakit, Kivlan Zen Kirim Bunga dan Doa untuk Wiranto | Militer Rusia Mulai Duduki Suriah Utara Menyusul Invasi Turki | Kurangi Limbah, Perusahaan Bir Denmark Kembangkan Botol Kertas | Gerindra Bakal Kembalikan Posisi Sandiaga Sebagai Wakil Prabowo? | Selfie di Toilet, Pasangan Pengantin India Bisa Terima Rp 10 Juta | London Larang Aktivis Lingkungan Extinction Rebellion Berdemo | Pelecehan Seksual di KRL Depok: Korban Teriak, Pelaku Ditahan | OTT KPK di Kalimantan Timur, Kepala BPJN Balikpapan Dibekuk | Pejabat Militer AS Malu Trump Tidak Bela Kurdi dari Invasi Turki | 2 Tahun Pimpin Jakarta, Kata Anies Soal Gubernur Rasa Presiden | Volkswagen Tunda Investasi Rp 20 T karena Invasi Turki ke Suriah | Polri: Teroris Siap Aksi Bunuh Diri di Hari Pelantikan Presiden | Adik Hanum Rais Sebut Penusukan Wiranto Tak Sesuai Ajaran Islam | Akbar Tandjung Bocorkan Calon Kabinet Jokowi Jilid II | Gerindra Siapkan Dua Calon Menteri Kabinet Jokowi | Disebut Anies Baswedan Giring Opini, PSI : Gubernur Anggap Receh | Kabinet Jokowi Jilid II, Menteri dari Profesional Dinilai Loyal | 2 Tahun Anies Pimpin Jakarta, Survei: Rumah DP Nol Tak Bermanfaat | Tahapan Seleksi CPNS, MenpanRB: Mulai 25 Oktober | Kabinet Jokowi Jilid II: PKB Minta Gerindra Dipikirkan Belakangan | OTT KPK Bupati Indramayu: Februari Dilantik, Oktober Ditangkap | Waspada Bakar Modal Uang Elektronik | Pembaruan Substansi Hukum Kita | Zoe Kravitz Berjuang Melawan Bulimia dan Anoreksia saat Remaja | Mobil Listrik Pertama Mazda Debut di Tokyo Motor Show 2019 | Sandiaga Uno May Serve as Prabowo's Deputy: Gerindra | Sibuk, Ini Cara Menteri Budi Karya Selipkan Waktu Untuk Keluarga | Suap Bupati Indramayu Diduga untuk Gelar Wayang Kulit | Jadwal Denmark Open 2019: Tommy Sugiarto Tantang Penakluk Ginting | Jadwal Siaran Langsung Liga 1 Rabu Ini: Ada Persija, Arema FC | Hasil Denmark Open 2019: Jonatan Christie Lewati Jago Tuan Rumah |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Susi Pudjiastuti Ungkap Modus Baru Illegal Fishing di Indonesia | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Selasa, 17 September 2019 12:01 WIB

Susi Pudjiastuti Ungkap Modus Baru Illegal Fishing di Indonesia | Berita Tempo Hari Ini

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menggelar operasi pengawasan untuk memberantas illegal fishing di perairan perbatasan Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau dengan menggunakan KRI Usman Harun, pada 14-15 April 2019. Menteri Susi didampingi Komandan KRI Usman Harun Letkol Laut Himawan. KKP

SUMUTkota.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menemukan modus baru penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing). Dalam dua tahun terakhir, kata Susi, pihak asing yang sudah dilarang menangkap ikan di perairan Indonesia, ternyata membangun dan membeli langsung kapal di dalam negeri.

“Ini sebuah indikasi yang harus diwaspadai,” kata Susi dalam dalam Rapat Koordinasi Nasional Satuan Tugas Pemberantasan Illegal Fishing di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa, 17 September 2019.  Rapat ini dihadiri oleh aparat TNI, Polri, Kejaksaan, dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang menjadi anggota Satgas.

Susi bercerita, kapal-kapal asing penangkap ikan yang dulu beroperasi di tanah air, kini telah menyebar ke negara lain setelah adanya larangan di pemerintah Indonesia. Mereka menyebar ke Amerika Selatan hingga Afrika. Di Ghana contohnya, kapal asing ini ternyata tak hanya mengurus registrasi di sana, namun juga membeli kapal milik orang Ghana. “Untuk lebih memastikan mereka bisa beroperasi dengan mapan dengan benar,” kata dia.

Nah, modus ini menurut Susi juga telah terjadi di Indonesia. Pembangunan kapal-kapal baru dengan ukuran dan jumlah yang besar sangat masif. Bahkan, kata Susi, beberapa kapal ini bahwa juga dilengkapi dengan alat tangkap trawl yang dilarang.

“Bapak ibu semua para penegak hukum, kapal-kapal trawl baru ini terkonsentrasi masuk di Sibolga, Kuala Tanjung, (Sumatera Utara), Lampung, Batam, Selat Malaka, dan Pantai Utara Jawa,” kata Susi.

Menurut Susi, kapal-kapal ini biasanya hanya mengeksploitasi sumber daya kelautan Indonesia, tidak memikirkan aspek keberlanjutan. Salah satu praktik yang marak terjadi yaitu mengambil bibit lobster di laut untuk dijual langsung. “Ini tidak dirasakan keuntungannya bagi kita, jadi saya mohon ke bapak semua yang ada di sini,” kata dia.

Sejak 2016, pemerintah memang telah membatasi investasi bagi pihak asing di sejumlah sektor perikanan. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Salah satu poin yang diatur yaitu mengenai bidang usaha perikanan tangkap dengan menggunakan kapal penangkap ikan di wilayah perairan Indonesia dan laut lepas. Dalam Perpres tersebut, penanaman modal di bidang usaha ini hanya diperbolehkan dengan syarat modal dalam negeri 100 persen dan izin khusus dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai alokasi sumber daya ikan dan titik koordinat daerah penangkapan ikan.

Sementara itu, Kepala Bakamla Laksamana Madya Achmad Taufiequrrochman mengatakan keberadaan kapal baru ini sebenarnya merupakan masalah perizinan dan penegakan hukum di darat, yang kemudian berdampak ke laut. “Kan kita tahu, STNK nya satu, mobilnya ada empat. Ya kita tangkap yang 3, selesai, sederhana,” kata dia di acara yang sama.

Persoalannya, kata dia, hanya pada kemauan penegak hukum atau tidak dalam menangani pencurian ikan ini. Namun, Bakamla tidak bisa masuk jauh ke urusan perizinan karena tak memiliki wewenang sejauh itu. “Kalau perizinan ke KKP, jangan ke saya,” ucap Taufiequrrochman.



Susi Pudjiastuti Ungkap Modus Baru Illegal Fishing di Indonesia | Bang Naga | on Selasa, 17 September 2019 12:01 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Susi Pudjiastuti Ungkap Modus Baru Illegal Fishing di Indonesia
Description: Susi Pudjiastuti bercerita, kapal-kapal asing penangkap ikan yang dulu beroperasi di tanah air, kini telah menyebar ke negara lain.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1248815/susi-pudjiastuti-ungkap-modus-baru-illegal-fishing-di-indonesia.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Macet Pelebaran Trotoar, Anies Sarankan Naik Angkutan Umum
» Belasan Polisi Meksiko Tewas Dibantai Anggota Geng
» Prabowo Akan Umumkan Sandiaga Uno dan Sikap Partai Hari Ini
» Sentimen Negosiasi Dagang AS-China Bakal Kerek IHSG
» McMenemy Buat Indonesia Lupa Cara Main Bola
» Alpukat Hawaii Pecahkan Rekor Terberat di Dunia
» Spanyol Lolos ke Piala Eropa 2020 Secara Dramatis

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds