Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Korupsi Kemenpora, Imam Nahrawi: Tidak Seperti Yang Dituduhkan | DKI Tetap Alokasikan Anggaran BPJS untuk Pemulung Bantargebang | Lisa Setiawati Rebut Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi | Menpora Imam Nahrawi Tersangka Korupsi, Pengurus Sambo Galau | Riau Belum Butuh Bantuan Anies, DPD RI: Jauhkan Sifat Sombong | KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Jadi Tersangka | Remisi Koruptor dan Teroris Dipermudah | Setahun Gempa Palu, Desa Bekas Likuifaksi Seperti Desa Mati | Putra Ahok Ulang Tahun, Netizen Fokus ke Kecantikan Veronica Tan | Rusia Kembangkan Drone Siluman Raksasa Berbobot 22 Ton | Alasan KPK Tak Tetapkan Boediono Tersangka Kasus Bank Century | Walhi Sindir Jokowi yang Tak Pakai Masker Pantau Karhutla Riau | Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Gempa dan Tsunami Palu | SUV Imut Suzuki Akan Lebih Boros dari Wagon R? | Korupsi Kemenpora, Imam Nahrawi: Tidak Seperti Yang Dituduhkan | DKI Tetap Alokasikan Anggaran BPJS untuk Pemulung Bantargebang | Lisa Setiawati Rebut Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi | Menpora Imam Nahrawi Tersangka Korupsi, Pengurus Sambo Galau | Adidas Luncurkan Sepatu Pulseboost HD, Ada QR Code Untuk Lagu | Bima Sakti Sempat Marahi Timnas U-16 di Ruang Ganti, Ini Sebabnya | Dibantai Timnas U-16, Ini Kata Pelatih Kepulauan Mariana Utara | Jadi Tersangka Korupsi, Ini Komentar Menpora Imam Nahrawi |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Kontainer Diduga Isi Sampah Plastik, KLHK Diminta Bertindak | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 11 September 2019 17:10 WIB

Kontainer Diduga Isi Sampah Plastik, KLHK Diminta Bertindak | Berita Tempo Hari Ini

Suasana bongkar-muat kontainer di New Priok Container Terminal 1 (NPCT-1) Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018. Terminal baru tersebut dapat melayani kapal peti kemas dengan kapasitas 13-15 ribu TEUs dengan bobot di atas 150 ribu DWT. TEMPO/Amston Probel

SUMUTkota.com, Jakarta - Indonesia Maritime Logistic Transportation Watch mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK segera melakukan pemeriksaan terhadap ratusan kontainer impor. Kontainer itu diduga berisi sampah plastik yang sampai kini menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sekretaris Jenderal Indonesia Maritime Logistic Transportation Watch atau IMLOW Achmad Ridwan Tentowi mengatakan menerima informasi di antara kontainer itu sudah ada yang mengendap lebih dari 60 hari di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu. 

"Apabila dibiarkan atau terlambat pemeriksaannya sehingga terlambat untuk di re-ekspor akan menyebabkan terganggunya kelancaran arus barang dan juga akan menyebabkan makin tingginya biaya penumpukan di pelabuhan sehingga akan menyulitkan proses re-ekspornya," ujarnya, Rabu, 11 September 2019.

Dia mengatakan berlarutnya penyelesaian masalah itu pada akhirnya berpotensi ratusan kontainer impor yang diduga berisi sampah atau limbah plastik tersebut ditelantarkan oleh importirnya seperti kejadian sebelumnya pada beberapa tahun lalu.

Oleh karena itu, dia meminta instansi berwenang tegas agar kontainer impor limbah itu bisa dire-ekspor. "Mengingat dari jumlah peti kemas impor berisi sampah itu sudah banyak mengendap di terminal peti kemas maupun fasililitas TPS di pabean Priok, bahkan sudah ada yang mengendap lebih dari 60 hari," ucap Ridwan.

Berdasarkan catatan IMLOW, imbuhnya, masuknya sampah plastik impor dalam jumlah besar tersebut bukan kejadian yang pertama kali. Juga telah terjadi beberapa kali abandon (kontainer impor tdk diurus lagi oleh importirnya) di Pelabuhan Tanjung Priok yang akhirnya menyulitkan semua pihak terkait dalam pengurusannya.

"Kalau kontainer impor itu sampai di-abandon akan menjadi kerugian besar buat kita semua lantaran tidak ada yang bertanggung jawab mengenai biaya-biaya di pelabuhannya seperti handling, storage dan lainnya," paparnya.

Ridwan mengatakan, menumpuknya ratusan kontainer yang terlalu lama di pelabuhan sangat berpotensi mempengaruhi kelancaran arus barang dan logistik dari dan ke pelabuhan Priok akibat kepadatan pada yard occupancy ratio (YOR) di terminal peti kemas maupun di TPS.

Saat ini, Pelabuhan Tanjung Priok terdapat lima fasilitas terminal peti kemas yang layani ekspor impor yakni: Jakarta International Container Terminal (JICT), Terminal Peti Kemas Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok.



Kontainer Diduga Isi Sampah Plastik, KLHK Diminta Bertindak | Bang Naga | on Rabu, 11 September 2019 17:10 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kontainer Diduga Isi Sampah Plastik, KLHK Diminta Bertindak
Description: Kontainer itu diduga berisi sampah plastik yang sampai kini menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1246583/kontainer-diduga-isi-sampah-plastik-klhk-diminta-bertindak.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» U2 Umumkan Bakal Konser di India Pertama Kali
» Hasil Liga Champions: Tottenham Ditahan Imbang Olympiakos 2-2
» Pendukung Jokowi Tuding Ada Agenda Oknum Bermain di KPK
» Oppo Klaim Ponsel Seri A Digunakan 160 Juta Pengguna
» Alex Marwata Sebut Dewan Pengawas KPK Jadi Penentu Sprindik
» Gudjohnsen: Ruang Ganti Chelsea Panas Usai Penalti Gagal
» Pembahasan Isu Uighur di Sidang PBB Tergantung Sikap AS-China

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds