Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Alasan Bogor Tak Bisa Aktif Mendata Bangunan Liar Kawasan Puncak | DPR dan Pemerintah Bakal Bawa Revisi UU KPK ke Paripurna | Indonesia Berpeluang Raih Medali di Kejuaraan Dunia Wushu | Laga Perdana Kualifikasi Piala AFC U-16, Pemain Timnas U-16 Gugup | Peringkat Empat di MotoGP San Marino, Ini Kata Valentino Rossi | Jadwal Timnas U-16: Senin Hari Ini Vs Filipina di Stadion Madya | Relawan Jokowi Konsultasi Soal Sampul Majalah Tempo ke Dewan Pers | Gerilya PDIP Pilih Lima Nama Capim KPK Sebelum Uji Kelayakan | Awas, Kebiasaan Buruk Ini Berbahaya buat Otak | Penjelasan Majalah Tempo Soal Sampul Bergambar Jokowi | Kebakaran Gudang Alfamidi di Tangerang, Bangunan Runtuh | Ini Daftar Juara Piala Dunia Basket FIBA dari Tahun ke Tahun | Gubernur Jenderal Australia Berpidato dalam Bahasa Indonesia | Bahaya 3 Pasal Revisi UU KPK yang Disepakati DPR - Pemerintah | Alasan Bogor Tak Bisa Aktif Mendata Bangunan Liar Kawasan Puncak | DPR dan Pemerintah Bakal Bawa Revisi UU KPK ke Paripurna | Indonesia Berpeluang Raih Medali di Kejuaraan Dunia Wushu | Laga Perdana Kualifikasi Piala AFC U-16, Pemain Timnas U-16 Gugup | Polisi Sebut Flyover Manggarai Favorit Transaksi Narkoba | Revisi UU KPK: DPR Sepakat Dewan Pengawas Diangkat Presiden | Menteri Rini Soemarno Rombak Direksi Bio Farma | DPR Setuju Usia Perkawinan 19 Tahun, BKKBN: Yang Ideal 21 Tahun | Sihir Danau Lotus di Dusun Pertanian Thailand | KPK Law Revisions Agreed upon Tonight, Soon to Be Ratified |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

BEI: Pengusaha Paham Pasar Modal Sebagai Pendanaan Masih Rendah | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 11 September 2019 18:59 WIB

BEI: Pengusaha Paham Pasar Modal Sebagai Pendanaan Masih Rendah | Berita Tempo Hari Ini

Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham saat Public Expose Live 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau yang biasa disebut Self Regulatory Organization (SRO) menggelar Public Expose Live 2019 yang diikuti 42 emiten. TEMPO/Tony Hartawan

SUMUTkota.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia atau BEI menilai bahwa pemahaman pengusaha mengenai pasar modal sebagai alternatif pendanaan selain perbankan relatif masih rendah.

"Ada pasar modal sebagai pendanaan jangka panjang, entrepreneur bisa menggalang dana selain dari sumber konvensional," kata Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PT BEI Fithri Hadi usai acara loka karya bertema "Road to Go Public" di Jakarta, Rabu, 11 September 2019.

Ia mengemukakan salah satu mekanisme untuk meraih pendanaan melalui pasar modal yakni dengan menawarkan sebagian sahamnya ke publik atau "initial public offering" atau IPO.

Ia mengatakan akan terus berupaya untuk melakukan edukasi mengenai IPO kepada perusahaan-perusahaan nasional. Dengan melaksanakan IPO maka perusahaan dapat meningkatkan modal kerja dalam rangka membiayai pertumbuhan perusahaan.

IPO, lanjut dia, juga dapat meningkatkan nilai ekuitas perusahaan sehingga perusahaan memiliki struktur pemodalan yang optimal. "Secara upaya kita juga sudah sering melakukan edukasi dan menyampaikan manfaat IPO," ucapnya.

Menurut data BEI per 6 September 2019, jumlah perusahaan yang telah mencatatkan saham di BEI mencapai 648 perusahaan.

Sementara itu, Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina mengatakan bahwa pihaknya juga terus berupa mendorong sejumlah perusahaan melakukan IPO, salah satunya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Yayasan Global CEO Indonesia (CEO Indonesia).

"Kami siap mendampingi perusahaan-perusahaan dengan menyediakan jasa penasihat keuangan maupun mempersiapkan rencana strategis, serta mendampingi persiapan IPO," katanya.

Di sisa tahun ini, lanjut dia, MNC Sekuritas akan mendampingi tiga perusahaan yang akan melaksanakan IPO. Perusahaan itu berasal dari sektor properti, perusahaan sektor jasa pengeboran minyak, dan perusahaan pupuk.

"Dana yang akan dihimpun perusahaan-perusahaan itu bervariasi, yakni Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar," katanya. Pada 2020, ia mengatakan, terdapat dua perusahaan yang telah merencanakan untuk melakukan IPO.


 



BEI: Pengusaha Paham Pasar Modal Sebagai Pendanaan Masih Rendah | Bang Naga | on Rabu, 11 September 2019 18:59 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: BEI: Pengusaha Paham Pasar Modal Sebagai Pendanaan Masih Rendah
Description: BEI menilai bahwa pemahaman pengusaha mengenai pasar modal sebagai alternatif pendanaan selain perbankan relatif masih rendah.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1246565/bei-pengusaha-paham-pasar-modal-sebagai-pendanaan-masih-rendah.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Ronaldo Akan Nikahi Georgina
» Kreator 'Friends' Tegaskan Tak Ada Reuni dan Produksi Ulang
» Polisikan Bos Kaskus, Pelapor Akui Transaksi Lewat Perantara
» Jokowi Sebut Pemerintah Perlu Turun Tangan Cetak Konglomerat
» Pemerintah Diminta Jangan 'Plinplan' Soal LCGC Jilid 2
» Timnas Indonesia U-16 Grogi Ditonton Banyak Orang
» Pemerintah-DPR Sepakat Dewan Pengawas KPK Dipilih Presiden

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds