Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Ini Alasan Oktober Saat yang Tepat ke Papua Barat | Tunggakan Pajak Kendaraan DKI Rp 2,4 Triliun, Polda Turun Tangan | WWF Indonesia: Pola Pembakaran Hutan Sama dengan di Amazon | 4 Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Brebet hingga Mobil Mogok | Pamit, Begini Rencana Ketua BPK Setelah Pensiun | 4 Hal yang Mesti Dipahami untuk Investasi Emas Digital | Label Halal Daging Impor | Salah Kaprah Dewan Pengawas KPK | Ihwal Melawan Kebakaran Hutan | OPPO A9 2020 dan A5 2020 Dirilis, Fitur Kamera Jadi Andalannya | Barcelona Ditahan Dortmund, Valverde Bahas Tampilan Lionel Messi | Evaluasi Susi Pudjiastuti di Tahun Keempat Satgas Illegal Fishing | Toyota Land Cruiser Era 80 Masih Dijual di Afrika, Harganya Wah | Jadwal Liga Champions Rabu: Real Madrid, Man City, Juventus | Kabut Asap, 8 Bandara di Sumatera dan Kalimantan Tutup Layanan | Ini Alasan WWF Indonesia Usulkan Status Darurat Karhutla | Bendera Taiwan Diturunkan di Kepulauan Solomon | Rabu Malam, Jadwal Siaran Langsung Timnas U-16 Vs Mariana Utara | Di Balik Polemik Audisi Bulu Tangkis | Keraton Yogyakarta, Helat Jamas Kereta Pusaka Tertuanya | 5 Manfaat Kesehatan Minum Kopi Panas dan Dingin | Proses Kilat dalam 13 Hari Revisi UU KPK | Pelaku Pariwisata dan Logistik Waspadai Efek Panjang Kabut Asap | Prediksi Persib Bandung Vs Semen Padang FC di Liga 1 Rabu Ini | Rusia Kembangkan Drone Siluman Raksasa Berbobot 22 Ton | SUV Imut Suzuki Akan Lebih Boros dari Wagon R? | Liga Champions: Liverpool Ditekuk Napoli, Apa Kata Jurgen Klopp? | Per 17 Oktober, Produk Makanan Minuman Wajib Bersertifikat Halal | Kiat Menjaga Perasaan Wanita Hamil agar Tidak Stres | Kerusuhan 22 Mei: Vonis 4 Bulan Bui Disambut Sukacita Keluarga | Liga Champions: Erling Haaland Berharap Salzburg Ikuti Jejak Ajax | Bintang Liga Champions: Erling Haaland, Remaja Penoreh Hat-trick | Sebulan Perluasan Ganjil Genap, DKI Catat Penurunan Angka Polusi | China Open 2019: Anthony Ginting vs Nishimoto, Ini Rekor Mereka | Apa Dampak Ledakan Kilang Minyak Aramco ke Ekonomi Indonesia? | TAM Janjikan Toyota Prius PHEV Hadir Harga Dibawah Rp 1 M | PM Mahathir Jual Aset Properti Pemeritah untuk Bayar Utang Negara | Boteng Tunggul, Tradisi Ratusan Abad dari Desa Pringgasela | Evolusi Baru Burberry di London Fashion Week | Inter Milan Seri di Awal Liga Champions, Begini Kata Conte | Peneliti CIPS: Produksi Kakao dan Kopi Indonesia Turun | Klasemen Liga Champions Usai Laga Rabu Dinihari Penuh Kejutan | Ini Spesifikasi Drone CH-4 yang Digunakan TNI AU | Cara Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Minyak | Hasil Lengkap Liga Champions Rabu Dinihari: Penuh Kejutan | Sri Mulyani Sebut Teknologi Canggih Bisa Genjot Penerimaan Pajak | Usai Segel 2 Pabrik, Polisi Incar 23 Industri Arang di Cilincing | Istri Hamil, Suami Bisa Dukung dengan Gaya Hamil Berdua | Hasil Liga Champions: Ajax Amsterdam Vs Lille 3-0 | Hasil Liga Champions: Inter Milan Vs Slavia Praha 1-1 | Liga Champions: Dortmund Vs Barcelona 0-0, Messi Masuk Babak 2 | Ombudsman Evaluasi Kesiapaan Kebijakan Jaminan Produk Halal | Liga Champions: Napoli Vs Liverpool 2-0, Llorente Balas Dendam | Prediksi Liga 1 Rabu: Borneo FC Vs Madura United | Liga Champions: Valencia Permalukan Chelsea 1-0 | Jadwal China Open 2019 Rabu: Ada Juara Dunia Hendra - Ahsan | MMA: 10 Hal yang Perlu Diketahui dari Sosok Conor McGregor | Jadwal Liga 1 Rabu: Ada Persib Bandung dan Madura United | Daftar Pemilihan Wali Kota Tangsel, Adik Dinasihati Airin Begini | Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Menolak Bertemu Trump | Preview Timnas U-16 vs Kepulauan Mariana Utara Hari Ini | Balita Meninggal di Koja, Begini Menu Sehat SDN Diperiksa | LBH Papua: Polisi Tangkap Ketua KNPB Agus Kossay | Jadwal Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 Hari Ini, Timnas U-16 Main | China Open 2019: Main Rabu Ini, Anthony Ginting Diharapkan Fokus | Alasan KPK Tak Tetapkan Boediono Tersangka Kasus Bank Century | Negara Kucurkan Dana Darurat Rp 1,1 Triliun Atasi Kebakaran Hutan | Korban Kekerasan Seksual Kakek Alfa Romeo Trauma, Ini Sebabnya | Kebakaran Hutan, Polisi Tambah Satu Tersangka Korporasi | Pembobolan Bank Pakai KUDO, 2 Buron Terlacak Ada di ... | Polri Segera Umumkan Hasil Investigasi Peristiwa Blackout PLN | Polisi Gerebek Pabrik Mi Berformalin di Cianjur, Tangkap 7 Orang | TNI Tunjuk Putra Asli Papua Jadi Pangdam Cendrawasih | Revisi UU KPK Dicurigai Menyasar Novel Baswedan | Alasan Sopir Honda Mobilio Seret Bripka Eka di Kap Mobil | Hari Ini Revisi UU KPK Disahkan DPR, Kok Bisa? | TNI AU Punya Drone CH4, Bisa Mengebom dari Ketinggian 4,5 Km | Tanpa Masker, Jokowi ke Tengah Lokasi Karhutla Riau | Drone Serang Aramco Buatan Iran? Ini Sejarah Drone Negara Itu | Padamkan Karhutla, Jokowi: Segala Usaha Sudah Dilakukan | Serangan Drone di Saudi Ungkap Tingkat Kecanggihan Baru | Pemerintah Menang Rebutan Wewenang Mengangkat Dewan Pengawas KPK | Drone Penyerang Kilang Saudi Dimodifikasi dengan Mesin Jet | Ini Alasan Oktober Saat yang Tepat ke Papua Barat | Tunggakan Pajak Kendaraan DKI Rp 2,4 Triliun, Polda Turun Tangan | WWF Indonesia: Pola Pembakaran Hutan Sama dengan di Amazon | 4 Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Brebet hingga Mobil Mogok | Pamit, Begini Rencana Ketua BPK Setelah Pensiun | 4 Hal yang Mesti Dipahami untuk Investasi Emas Digital | Label Halal Daging Impor | Salah Kaprah Dewan Pengawas KPK | Ihwal Melawan Kebakaran Hutan | OPPO A9 2020 dan A5 2020 Dirilis, Fitur Kamera Jadi Andalannya |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Sok Ramah, Kebiasaan Buruk Ini pun Jadi Tidak Kita Sadari | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 11 September 2019 18:18 WIB

Sok Ramah, Kebiasaan Buruk Ini pun Jadi Tidak Kita Sadari | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi bergosip. shutterstock.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Kebanyakan orang pasti ingin dianggap ramah dan perhatian terhadap orang lain. Ketika bersikap positif, maka aura yang terpancar juga akan lebih baik dan menarik bagi orang lain.

Meski begitu, menyenangkan orang lain bisa dibilang gampang-gampang susah. Sering kali kita melakukan sesuatu yang bersifat negatif buat orang lain. Parahnya, kita sering tidak menyadari sampai akhirnya harus ada seseorang yang menegur.

Memiliki perangai yang dianggap buruk oleh orang lain dapat menyebabkan kita tak disukai atau bahkan dijauhi. Berikut beberapa kebiasaan buruk itu, dilansir dari Purewow.

#Mengucilkan orang lain ketika berdiskusi
Menolak ide orang lain dengan mengatakan bahwa ide mereka buruk tentu saja bukan hal baik untuk dilakukan. Namun, tanpa terang-terangan mengatakan tidak menyukai ide mereka, sering kali kita melakukan hal-hal nonverbal yang mengimplikasikan penolakan tersebut secara tidak sopan. Misalnya, ketika rekan kerja mengutarakan idenya, Anda malah menatap laptop dan sibuk dengan urusan sendiri atau malah memotong pembicaraannya di tengah.

Meski pun sepele, perilaku tersebut tidak baik dan dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai. Beri sedikit anggukan atau senyuman untuk membuat rekan menyadari bahwa Anda menghargai opininya, sehingga diskusi akan lebih produktif dan positif.

Ilustrasi pria melakukan presentasi. Shutterstock

#Terlalu banyak mengeluh
Curhat dengan sahabat memang mengasyikkan. Namun, kerap kali ketika bertemu, Anda malah menumpahkan segudang masalah kepada mereka dengan berbagai keluhan kantor, percintaan, atau malah tentang keluarga di rumah. Alih-alih melakukan temu kangen, Anda malah membuat mereka seakan-akan menjadi 'tong sampah' dari semua keluhan.

Kebiasaan ini bisa membuat Anda dicap sebagai tukang mengeluh dan dianggap egois karena pembicaraan hanya bekisar pada diri dan masalah sendiri. Daripada membuang 'sampah' kepada sahabat yang dapat menciptakan aura negatif, lebih baik rencanakan liburan bersama atau bahas hal-hal menarik lain.

#Menggosipkan orang lain
Mendengarkan gosip adalah salah satu rutinitas seru dan membuat penasaran, terutama bagi wanita. Apalagi, jika bahan gosip tersebut adalah orang yang Anda benci mengalami hal buruk, seperti si A yang baru putus dari kekasihnya atau si B yang gagal menikah. Merasa senang dengan penderitaan orang lain adalah hal manusiawi.

Perilaku yang disebut dengan istilah Schadenfreude ini dapat menjadi pengalihan dari masalah-masalah yang Anda alami. Kerena itu, menggosipkan tentang keburukan orang lain terasa melegakan dan menyenangkan. Namun, daripada menjelekkan orang lain, lebih baik fokuskan energi kepada diri sendiri untuk meningkatkan kualitas diri.

Ilustrasi wanita kesal dengan pasangannya yang asyik dengan telepon seluler. shutterstock.com

#Selalu mengatakan sibuk
Hampir semua orang memiliki kesibukan setiap waktu. Wajar jika Anda mengeluhkan sibuknya hidup pada teman atau keluarga. Namun, jika keseringan, keluhan tersebut malah dianggap sebagai kesombongan yang memperlihatkan betapa produktif dan suksesnya hidup Anda. Apalagi, jika menumpahkan keluhan kesibukan ini kepada teman atau keluarga yang jarang ditemui. Hal ini akan dilihat sebagai alasan untuk menghindari mereka. Simpan keluhan dan bicaralah tentang hal-hal lebih menyenangkan untuk dibahas dengan orang-orang yang Anda cintai.

#Mencampuradukkan karir dan kehidupan pribadi
Ketika mengalami hari buruk di kantor, pasti sulit untuk tidak menumpahkannya pada orang yang dicintai. Hasilnya, sepulang kerja, pasangan malah diteror dengan keluhan-keluhan tentang bos atau rekan kerja yang menyebalkan. Sebaliknya, ketika mengalami masalah di rumah, rekan kerja harus mendengarkan curhatan atau malah terkena imbas gara-gara suasana hati jelek Anda yang terbawa dari rumah.

Sering kali, kita tidak sadar telah mencampuradukkan urusan rumah dan pekerjaan. Belajar untuk memisahkan kedua hal tersebut dengan memfokuskan pikiran kepada hal-hal positif dan menyenangkan yang dialami di rumah atau kantor.

#Terlalu banyak bicara
Salah satu karakter orang yang ramah adalah senang berbicara. Banyak interaksi dengan orang lain akan membuat mereka menilai Anda sebagai orang yang supel atau mudah bergaul. Namun, terlalu banyak bicara dapat membuat orang lain merasa kesal, apalagi jika Anda tidak memberikan kesempatan mereka untuk berbicara. Alih-alih ramah, Anda malah akan dipandang narsis dan egois. Hargai mereka dengan memberi kesempatan untuk berbicara.



Sok Ramah, Kebiasaan Buruk Ini pun Jadi Tidak Kita Sadari | Bang Naga | on Rabu, 11 September 2019 18:18 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Sok Ramah, Kebiasaan Buruk Ini pun Jadi Tidak Kita Sadari
Description: Kita mungkin ingin dianggap ramah oleh orang lain sehingga banyak bicara. Namun ada kebiasaan buruk yang justru bikin orang lain kesal.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1246562/sok-ramah-kebiasaan-buruk-ini-pun-jadi-tidak-kita-sadari.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» Bupati Yahukimo: Mahasiswa Papua Pulang karena Dapat Tekanan
» Google Maps Tambah Fitur Kurangi Kecanduan Narkoba
» IHSG Diprediksi Kokoh Ditopang Sentimen Negosiasi AS-China
» Barcelona Terancam Sanksi karena Rekrut Griezmann
» Puluhan Jasad Termutilasi Ditemukan di Meksiko
» PBNU Sebut Film The Santri Ajarkan Semangat Kebinekaan
» Pasokan Arab Diklaim Pulih, Harga Minyak Jatuh 6 Persen

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds