Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Persiraja Banda Aceh Resmi Kontrak Dua Pemain Asing Asal Brasil | Razia di Sekitar Cafe Kayangan Diduga Bocor | Airnav Indonesia Operasikan Rute Domestik Berbasis Satelit | Para Petinggi Sunda Empire Ini Jadi Tersangka, Ini Sangkaannya | 5 Fakta Sunda Empire: Perang Nuklir Berujung Tersangka | Dirjen Imigrasi Dicopot, Ini Kata Terakhirnya: Gak Ada Bohong | Asabri: Benny Tjokro dan Heru Sanggup Mengembalikan Rp 10,9 T | Sentil Menteri PUPR, Jokowi: Jangan Hanya Urus Jalan, Jalan Tol | Pegawai Imigrasi Pasang Logo Hitam Setelah Ronny Sompie Dicopot | Korban Virus Corona Bertambah, Amerika Minta Izin Kirim Bantuan | Ke Jawa Barat, Ini Rangkaian Kunjungan Kerja Jokowi | Garuda Indonesia Siapkan Tiket Pesawat Murah, Ini Strateginya | Hasil Bola Rabu Dinihari: Carabao Cup, Copa del Rey, Coppa Italia | Persiraja Banda Aceh Resmi Kontrak Dua Pemain Asing Asal Brasil | Razia di Sekitar Cafe Kayangan Diduga Bocor | Airnav Indonesia Operasikan Rute Domestik Berbasis Satelit | Surya Paloh Angkat Bicara Soal Foto Lutfi Pegang Bendera NasDem | Pelesiran dengan Kapal Pesiar Sapphire Princess ke Negeri Jiran | PON 2020: Dinas Kesehatan Papua Bangun Pusat Antidoping | Pelindo I Antisipasi Penyebaran Virus Corona | Inilah Lawan Priska / Eala di Semifinal Australia Open Junior | Samsul Arif dan Ricky Kayame Bergabung ke Persita Tangerang | Wabah Virus Corona, Kota Huanggang Bakal Senasib Wuhan? |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Ibu Kota Baru Diprediksi Kerek Pertumbuhan Kalimantan 3,7 Persen | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 11 September 2019 15:21 WIB

Ibu Kota Baru Diprediksi Kerek Pertumbuhan Kalimantan 3,7 Persen | Berita Tempo Hari Ini

Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 28 Agustus 2019. Sepaku dan Samboja, Kutai Kartanegara akan menjadi lokasi ibu kota negara baru Indonesia. ANTARA

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan proyek pembangunan ibu kota baru bisa ikut mengerek pertumbuhan regional Kalimantan. Menurut dia, pemindahan ibu kota itu dapat mengungkit pertumbuhan Pulau Kalimantan dalam jangka panjang sebesar 3,7 persen.

"Dalam jangka panjang pemindahan ibu kota diperkirakan bisa memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan hingga 3,7 persen, sedangkan dalam jangka pendek diperkirakan bisa sampai 3,6 persen," kata Bambang saat berkunjung ke kantor Tempo, Jakarta Selatan, Selasa 10 September 2019.

Sedangkan, jika dihitung secara nasional, ibu kota baru bisa ikut mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 0,1 persen dalam jangka panjang dan 0,5 peren dalam jangka pendek. Dari sisi lapangan kerja, pembangunan ibu kota baru juga bisa menambah lapangan kerja hingga 0,9 persen di level nasional dan 10,5 persen di regional Kalimatan.

Bambang mengatakan, dari sisi investasi, tiga provinsi yang bakal menerima manfaat pemindahan ibu kota adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Menurut kajian Bappenas, pembangunan ibu kota, bisa membetot investasi sebesar masing-masing 5,1 persen, 0,5 persen dan 0,1 persen di ketiga provinsi tersebut.

"Sedangkan lokasi sekitar yang bakal mendapat manfaat investasi paling besar ada di Provinsi Sulawesi Tengah. Kenapa? Karena penghasil batu pasir banyak ada di wilayah tersebut," kata Bambang.

Secara terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara tak sepakat jika pembangunan ibu kota baru bisa menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi regional bahkan nasional. Hal in,i kata dia, berdasarkan studi yang telah dilakukan Indef baru-baru ini.

"Kami justru melihat pembangunan ibu kota itu hanya mendorong ekonomi Kalimantan Timur saja, artinya satu Pulau Kalimantan pun tak bergerak naik, apalagi nasional," kata Bhima ditemui di Universitas Pembangunan Nasional, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu 11 September 2019. 

Malahan, pemindahan ibu kota baru bisa berpotensi menambah beban pelaku usaha. Hal ini salah satunya lewat penambahan ongkos bagi koordinasi antara pelaku usaha di Jakarta dengan pemerintah baru di Kalimantan.

Bhima menuturkan, dengan adanya biaya baru tersebut, bisa dipastikan harus ditanggung pelaku usaha sehingga muncul sebagai salah satu beban usaha. Dengan adanya beban tersebut, maka pemindahan ibu kota bukan menjadi katalis positif, tetapi justru negatif.

DIAS PRASONGKO



Ibu Kota Baru Diprediksi Kerek Pertumbuhan Kalimantan 3,7 Persen | Bang Naga | on Rabu, 11 September 2019 15:21 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Ibu Kota Baru Diprediksi Kerek Pertumbuhan Kalimantan 3,7 Persen
Description: Pemindahan ibu kota diprediksi dapat mendorong pertumbuhan Pulau Kalimantan sebesar 3,7 persen dalam jangka panjang.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1246533/ibu-kota-baru-diprediksi-kerek-pertumbuhan-kalimantan-37-persen.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Capai Kesepakatan, MU Hampir Pasti Datangkan Bruno Fernandes
» Fokus ke Digital, BBC Akan PHK 450 Karyawan
» Jadwal Bioskop Trans TV 27 Januari-2 Februari
» Kapten Liverpool Galang Dana untuk Pesepakbola yang Terbunuh
» Jokowi Terbitkan 11,2 Juta Sertifikat Tanah Gratis pada 2019
» Panglima TNI Minta Waspadai Gejolak Jelang Pilkada Serentak
» VIDEO: Warga Jepang dari Wuhan Tiba di Tokyo

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds