Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Pertengahan 2020, Bendungan dan Jalan di Ibu Kota Baru Dibangun | Liga Champions: 5 Catatan dari Kemenangan Atletico atas Liverpool | Pesan Cinta Ayah Ashraf Sinclair Bikin BCL Menangis | Muhadjir Effendy Usulkan Fatwa Orang Kaya Nikahi Orang Miskin | Ahok: Sekarang Saya Berteman dengan yang Dulu Ikut Demo | Mimpi Ashraf Sinclair untuk Olahraga Golf yang Belum Tercapai | Lepas Wig, Lucinta Luna Saksikan Pemusnahan Narkoba | Final Persebaya Vs Persija, Panpel: Kami Harap The Jak Tak Hadir | Hasil Liga Champions Rabu Dinihari: Liverpool dan PSG Kalah | Ini Nama 50 Calon Kepala Daerah yang Diusung PDIP di Pilkada 2020 | Ashraf Sinclair Kirim Bunga untuk Ria Irawan, 44 Hari Kemudian.. | Ibunda: Ashraf Sinclair Bahagia Menikahi Wanita Cantik, Bunga | | | | | | | | | |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Emiten Dinilai Khawatir Penerbitan Saham Baru Tak Diserap Pasar | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 11 September 2019 11:55 WIB

Emiten Dinilai Khawatir Penerbitan Saham Baru Tak Diserap Pasar | Berita Tempo Hari Ini

Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham saat Public Expose Live 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019. Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau yang biasa disebut Self Regulatory Organization (SRO) menggelar Public Expose Live 2019 yang diikuti 42 emiten. TEMPO/Tony Hartawan

DOWNLOAD APP sumutkota.com

SUMUTkota.com, Jakarta - Direktur Utama Bahana Sekuritas Feb Sumandar menjelaskan, saat suku bunga turun biasanya penggalangan dana lewat pasar saham menjadi semakin menarik.

“Namun, hal itu belum maksimal terjadi di pasar keuangan domestik karena investor masih khawatir terhadap volatilitas yang ada, yang lebih banyak diakibatkan oleh faktor eksternal,’’ kata Feb melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu 11 September 2019.

Feb menuturkan beberapa emiten yang tadinya berencana menerbitkan saham ataupun obligasi kini masih menahan diri karena khawatir penerbitannya tidak mampu diserap pasar. 

Adapun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pada awal September, terdapat 33 perusahaan baru yang tercatat lewat penawaran umum saham perdana (initial public offering). Jumlah ini di bawah perolehan pada akhir September 2018 yang sebanyak 37 IPO.

Yang terbaru adalah PT Kencana Energi Lestari Tbk. (KEEN) melepas 733 juta saham seharga Rp396 per lembar saham dengan total perolehan dana mencapai Rp290 miliar.

Sementara dari penerbitan obligasi, pencatatan teranyar adalah obligasi berkelanjutan Indonesia Eximbank IV senilai Rp1,01 triliun dan sukuk Mudharabah berkelanjutan Indonesia Eximbank I 2019 senilai Rp150 miliar yang diterbitkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Dengan demikian, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat hingga awal bulan ini mencapai 73 emisi dari 41 emiten dengan total nilai emisi mencapai Rp86,1 triliun.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, per akhir September 2018 tercatat total emisi obligasi dan sukuk mencapai 63 emisi dari 41 perusahaan dengan total dana Rp77,71 triliun.

Padahal, pada tahun lalu bank sentral tengah melakukan pengetatan moneter secara bertahap demi menjaga defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman.

Namun, pada tahun ini BI mengambil langkah pelonggaran moneter dengan menurunkan suku bunga sebanyak 50 bps dalam 2 bulan terakhir. Suku bunga acuan 7-Day Reserve Repo Rate yang saat ini berada di level 5,5 persen diharapkan dapat mendorong pertumbuhan PDB.

Feb pun merekomendasikan instrumen alternatif di tengah kondisi saat ini untuk tetap meraih nilai pendanaan yang diinginkan, seperti penerbitan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) ataupun kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA).

‘’Dalam kondisi ini, sangat diperlukan adanya instrumen pembiayaan alternatif yang membuat investor yakin untuk berinvestasi, sehingga pada akhirnya diserap oleh pasar meski kondisi pasar keuangan sedang diliputi volatitlitas tapi tidak akan terkena dampaknya,’’ ujar Feb.

Adapun, pekan lalu, Bank Bukopin telah mencatatkan KIK—EBA Bahana Bukopin Kumpulan Tagihan Kredit Pensiunan yang Dialihkan Kelas A1, dengan nilai emisi mencapai Rp480,40 miliar dan tingkat bunga sebesar 9,25 persen.



Emiten Dinilai Khawatir Penerbitan Saham Baru Tak Diserap Pasar | Bang Naga | on Rabu, 11 September 2019 11:55 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Emiten Dinilai Khawatir Penerbitan Saham Baru Tak Diserap Pasar
Description: Feb Sumandar menjelaskan, saat suku bunga turun biasanya penggalangan dana lewat pasar saham menjadi semakin menarik.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1246437/emiten-dinilai-khawatir-penerbitan-saham-baru-tak-diserap-pasar.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Korpri Minta PNS Eselon 3-4 Level Daerah Tak Dipangkas
» ICW Sebut Hambatan Pencarian Harun Masiku Ada di Firli Cs
» Demokrat Soal AHY-Ibas di 2024: Semua Partai Arahnya ke Sana
» Polda Jateng Bentuk Satgas Anti Mafia Bola
» Hakim Ubah Status Jenis Kelamin Korban Salah Identifikasi
» Dosen Ditangkap Usai Buat Video Perkelahian demi 'Endorse'
» Harun Masiku Masih Belum Ditemukan, Hasto Irit Bicara

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds