Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Korupsi Kemenpora, Imam Nahrawi: Tidak Seperti Yang Dituduhkan | DKI Tetap Alokasikan Anggaran BPJS untuk Pemulung Bantargebang | Lisa Setiawati Rebut Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi | Menpora Imam Nahrawi Tersangka Korupsi, Pengurus Sambo Galau | Riau Belum Butuh Bantuan Anies, DPD RI: Jauhkan Sifat Sombong | KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Jadi Tersangka | Remisi Koruptor dan Teroris Dipermudah | Setahun Gempa Palu, Desa Bekas Likuifaksi Seperti Desa Mati | Putra Ahok Ulang Tahun, Netizen Fokus ke Kecantikan Veronica Tan | Rusia Kembangkan Drone Siluman Raksasa Berbobot 22 Ton | Alasan KPK Tak Tetapkan Boediono Tersangka Kasus Bank Century | Walhi Sindir Jokowi yang Tak Pakai Masker Pantau Karhutla Riau | Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Gempa dan Tsunami Palu | SUV Imut Suzuki Akan Lebih Boros dari Wagon R? | Korupsi Kemenpora, Imam Nahrawi: Tidak Seperti Yang Dituduhkan | DKI Tetap Alokasikan Anggaran BPJS untuk Pemulung Bantargebang | Lisa Setiawati Rebut Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi | Menpora Imam Nahrawi Tersangka Korupsi, Pengurus Sambo Galau | Adidas Luncurkan Sepatu Pulseboost HD, Ada QR Code Untuk Lagu | Bima Sakti Sempat Marahi Timnas U-16 di Ruang Ganti, Ini Sebabnya | Dibantai Timnas U-16, Ini Kata Pelatih Kepulauan Mariana Utara | Jadi Tersangka Korupsi, Ini Komentar Menpora Imam Nahrawi |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Habil Marati Bantah Beri Uang ke Kivlan Zen untuk Beli Senjata | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 11 September 2019 12:26 WIB

Habil Marati Bantah Beri Uang ke Kivlan Zen untuk Beli Senjata | Berita Tempo Hari Ini

Terdakwa kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Pusat, Jakarta, Selasa, 10 September 2019. Kivlan juga didakwa memberikan Rp 25 juta sebagai biaya operasional survei dan pemantauan guna memata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan. ANTARA

SUMUTkota.com, Jakarta - Tersangka kasus makar dan kepemilikan senjata api ilegal, Habil Marati, membantah memberikan uang sebesar Sing$ 15 ribu kepada Kivlan Zen untuk membeli senjata api. Politikus PPP itu menyebut apa yang disampaikan polisi dalam konferensi pers saat di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menyesatkan.

"Saya tidak pernah memberikan 15 ribu dolar kepada Kivlan. Norak itu, bohong itu," kata Habil saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 10 September 2019.

Polisi sebelumnya menggelar konferensi pers ihwal kepemilikan senjata api yang menyeret Kivlan pada 11 Juni 2019. Polisi juga mengungkap Kivlan mendapatkan dana dari Habil untuk membeli senjata api.

Habil membantah telah menyediakan dana untuk pembelian senjata api ilegal. "Salah, tidak benar, fitnah itu," ujarnya.

Politikus PPP ini menyebut hanya menyerahkan Sing$ 4 ribu dan Rp 50 juta secara bertahap. Uang dolar Singapura itu langsung diterima Kivlan. Sementara Rp 50 juta diambil oleh orang suruhan Kivlan bernama Helmi Kurniawan alias Iwan.

Menurut Habil, dirinya mengenal Kivlan di PPP. Kivlan meminta Rp 50 juta untuk survei bahaya bangkitnya komunis, kegiatan supersemar dan pengkajian kembali Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Habil pun memberikan bantuan dana senilai Sing$ 4 ribu dan Rp 50 juta. Namun, kata dia, uang yang diberikan kepada Helmi tak sampai di tangan Kivlan. "Ternyata uang yang saya kirimkan lewat Iwan itu tidak diberikan kepada Kivlan," ujarnya.

Pada Selasa, 10 September lalu, Kivlan, 73 tahun, didakwa menguasai senjata api ilegal. Dia disebut menguasai empat senjata dan 117 peluru tajam. Dia didakwa dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 atau juncto 56 ayat 1 KUHP.

Dalam dakwaan, Habil disebut memberi Sing$ 15 ribu atau sekitar Rp 151,5 juta, Rp 10 juta, dan Rp 50 juta secara bertahap. Kivlan menggunakan uang tersebut untuk pembelian senjata api ilegal dan mendanai operasional orang suruhannya.

Orang suruhan yang dimaksud adalah Helmi. Helmi lalu yang berperan memesan dan membeli senjata dari Asmaizulfi dan Adnil. Helmi juga yang menyerahkan senjata kepada Azwarni atas perintah Kivlan. Azwarni adalah supir pribadi Kivlan.

Tak hanya itu, Helmi memberikan uang Rp 25 juta kepada Tajudin sebagai biaya operasional survei dan pemantauan guna mengintai dua pejabat publik. Pejabat itu, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Dalam dakwaan Kivlan Zen, Habil Marati, Helmi Kurniawan, Tajudin, Azwarmi, Irfansyah, Adnil, dan Asmaizulfi dijadikan saksi. Keenamnya juga ditetapkan tersangka kepemilikan senjata api ilegal.



Habil Marati Bantah Beri Uang ke Kivlan Zen untuk Beli Senjata | Bang Naga | on Rabu, 11 September 2019 12:26 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Habil Marati Bantah Beri Uang ke Kivlan Zen untuk Beli Senjata
Description: Dalam keterangan yang sempat disampaikan kepolisian, Kivlan Zen disebut mendapatkan dana dari Habil Marati untuk membeli senjata api.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1246398/habil-marati-bantah-beri-uang-ke-kivlan-zen-untuk-beli-senjata.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» U2 Umumkan Bakal Konser di India Pertama Kali
» Hasil Liga Champions: Tottenham Ditahan Imbang Olympiakos 2-2
» Pendukung Jokowi Tuding Ada Agenda Oknum Bermain di KPK
» Oppo Klaim Ponsel Seri A Digunakan 160 Juta Pengguna
» Alex Marwata Sebut Dewan Pengawas KPK Jadi Penentu Sprindik
» Gudjohnsen: Ruang Ganti Chelsea Panas Usai Penalti Gagal
» Pembahasan Isu Uighur di Sidang PBB Tergantung Sikap AS-China

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds