Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2019
Layangkan Mosi Tak Percaya ke DPR, Mahasiswa akan Unjuk Rasa Lagi | Mi 9 Pro 5G Diluncurkan Hari Ini, Smartphone 5G Termurah? | Di Forum Majelis Umum PBB, JK Pamer Atasi Sampah Plastik di Laut | Usai Temui Jokowi, DPR Batal Sahkan RKUHP Besok | Anak Jokowi, Gibran Rakabuming, Bergabung ke PDIP | Viral Reporter TV Minta Keterangan dari Pria yang Sudah Tewas | Cerita Timnas U-16 Seusai Ditahan Cina 0-0: Lesu Berganti Bahagia | Aksi Mahasiswa Yogyakarta Gejayan Memanggil Digembosi | Jayapura Memanas, Polisi Blokade Jalan Dekat Kampus Uncen | Kesatria Jedi Prabowo ke DPR, Caleg Gerindra Singgung Nepotisme | Keputusan Jonan Lantik Perwira TNI Jadi Pejabat di ESDM Dikecam | Demo Mahasiswa di Malang Akan Penuhi Depan DPRD | Jet Siluman Jepang F-3 Diklaim Lebih Canggih dari F-35 AS | Layangkan Mosi Tak Percaya ke DPR, Mahasiswa akan Unjuk Rasa Lagi | Mi 9 Pro 5G Diluncurkan Hari Ini, Smartphone 5G Termurah? | Di Forum Majelis Umum PBB, JK Pamer Atasi Sampah Plastik di Laut | OTT Perum Perindo, KPK Sita Sekitar Rp 400 Juta | Moeldoko: KPK Pakai UU Lama, Potensi Hambat Investasi | Jokowi Lempar Bola Panas Alasan Tak Tunda Revisi UU KPK ke DPR | Jalur Rel Ganda Kereta Api Madiun - Ngawi Segera Dioperasikan | Belasan Mahasiswa Paksa Masuk DPR, Ratusan Lainnya Tetap Anteng | POMNAS: Kania Ratih Pecahkan Rekornas Renang 50 Meter Gaya Bebas | Moeldoko Luruskan Pernyataan yang Sebut KPK Hambat Investasi |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Alasan Tak Boleh Menyebut Anak Gemuk, Ini Kata Peneliti | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 11 September 2019 10:15 WIB

Alasan Tak Boleh Menyebut Anak Gemuk, Ini Kata Peneliti | Berita Tempo Hari Ini

Ilustrasi anak obesitas berolahraga. Kevin Frayer/Getty Images

SUMUTkota.com, Jakarta - Penelitian menemukan menyebut anak gemuk dapat menimbulkan luka psikologis dan mereka punya kemungkinan jadi lebih gemuk di masa depan. Anak yang disebut terlalu gendut oleh orang tuanya menjadi lebih gemuk saat dewasa dibanding anak dengan berat serupa yang tidak dijuluki gendut oleh orang tuanya.

Disebut kegemukan juga membuat usaha anak untuk diet jadi gagal. Eric Robinson dari Universitas Liverpool di Inggris dan Angelina Sutin dari Universitas negeri Florida di Amerika Serikat menganalisis dua studi di mana mereka memantau perkembangan anak. Studi pertama, Longitudinal Study of Australian Children, melacak berat badan anak dari 4.983 keluarga dari usia empat atau lima hingga 14 atau 15 tahun.

Selama penelitian berlangsung, orang tua ditanya apakah mereka menganggap anak mereka terlalu kurus, berat badan normal, sedikit gemuk, dan kegemukan. Penulis itu mengungkapkan, "Anak yang disebut kegemukan pada usia 4 atau 5 menjadi lebih gemuk pada dekade berikutnya karena mereka menganggap anak memang terlalu gemuk.

Anak-anak itu juga berusaha mengurangi berat badan lebih sering lewat diet pada usia 12 atau 13 dibanding yang dianggap punya berat badan normal saat kecil. Satu dari lima anak dalam penelitian termasuk kategori kegemukan atau obesitas, meski 86 persen dari orang tua mereka menganggap anak punya berat badan normal.

Pada studi kedua pada 8.568 keluarga di Irlandia, perkembangan anak dilacak pada usia 9 dan 13 tahun. Saat berusia 9 dan 13 tahun, orang tua diwawancara dan ditanyai apakah mereka menganggap anaknya punya berat badan normal, terlalu kurus atau terlalu gemuk. Studi kedua punya hasil serupa dengan studi di Australia. Dibandingkan dengan anak yang dianggap punya berat badan normal oleh orang tuanya, anak yang dianggap kegemukan pada usia 9 tahun punya berat badan lebih berat pada usia 13 tahun.

Seperti studi pertama, anak-anak yang dijuluki gemuk juga lebih sering berusaha diet, seperti dilansir Daily Mail. Banyak dari orangtua yang tidak menganggap anaknya gemuk, meski indeks massa tubuh sepertiga anak-anak menunjukkan mereka kegemukan atau obesitas. Dari anak-anak yang kegemukan, lebih dari setengah (55 persen) dianggap punya berat badan normal oleh orang tuanya, sementara 44 persen dianggap kegemukan.



Alasan Tak Boleh Menyebut Anak Gemuk, Ini Kata Peneliti | Bang Naga | on Rabu, 11 September 2019 10:15 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Alasan Tak Boleh Menyebut Anak Gemuk, Ini Kata Peneliti
Description: Orang tua diimbau untuk tidak menyebut anaknya gemuk karena akan menyebabkannya kelak semakin gendut.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1246373/alasan-tak-boleh-menyebut-anak-gemuk-ini-kata-peneliti.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

» MU Harus Bayar Harga Lepas Lukaku ke Inter
» Mulan Jameela, Biduan Kafe yang Melenggang ke Senayan
» Pejabat Perum Perindo sedang Rapat Saat Ditangkap KPK
» Ronaldo Mungkin Absen di Laga Brescia vs Juventus
» Membedah Kelebihan Smart SIM
» Kemenkominfo Ungkap Alasan Blokir Internet Wamena
» OTT Direksi Perum Perindo, KPK Sita Uang Rp400 Juta

Karir


Lirik

  • AYDI – Kita Indonesia
  • The Virgin – Diakah Jodohku
  • Abiel Jatnika – Kapalang Nyaah
  • Michiel Eduard – Kau Telah Pergi (OST ROMPIS 2018)
  • Hary – Biarkan Ku Pergi
  • Anggun – Siapa Bilang Gak Bisa
  • Smash – Fenomena
  • Adipati – Lempar Batu Sembunyi Tangan
  • LaoNeis Band – Insya Allah
  • Michael Mario – Jangan Menolak

  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI QUICK COUNT PILPRES Zodiak
    © 2017 - 2019 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds