Berita Terkini Nasional Dan Internasional 2020
Para Petinggi Sunda Empire Ini Jadi Tersangka, Ini Sangkaannya | 5 Fakta Sunda Empire: Perang Nuklir Berujung Tersangka | Dirjen Imigrasi Dicopot, Ini Kata Terakhirnya: Gak Ada Bohong | Asabri: Benny Tjokro dan Heru Sanggup Mengembalikan Rp 10,9 T | Sentil Menteri PUPR, Jokowi: Jangan Hanya Urus Jalan, Jalan Tol | Pegawai Imigrasi Pasang Logo Hitam Setelah Ronny Sompie Dicopot | Korban Virus Corona Bertambah, Amerika Minta Izin Kirim Bantuan | Ke Jawa Barat, Ini Rangkaian Kunjungan Kerja Jokowi | Garuda Indonesia Siapkan Tiket Pesawat Murah, Ini Strateginya | Hasil Bola Rabu Dinihari: Carabao Cup, Copa del Rey, Coppa Italia | Surya Paloh Angkat Bicara Soal Foto Lutfi Pegang Bendera NasDem | Pelesiran dengan Kapal Pesiar Sapphire Princess ke Negeri Jiran | PON 2020: Dinas Kesehatan Papua Bangun Pusat Antidoping | Pelindo I Antisipasi Penyebaran Virus Corona | Inilah Lawan Priska / Eala di Semifinal Australia Open Junior | Samsul Arif dan Ricky Kayame Bergabung ke Persita Tangerang | Wabah Virus Corona, Kota Huanggang Bakal Senasib Wuhan? | Valentino Rossi Masih Galau Soal Kiprahnya di MotoGP Pasca 2020 | Sri Mulyani: Omnibus Law Will Tax Netflix, E-commerce | Semifinal Australia Open: Djokovic Bertekad Kalahkan Federer |
Home jadwal bola Skor bola Zodiakmu Hari Ini dairi  

Rokok dan Audisi Bulu Tangkis | Berita Tempo Hari Ini

Oleh : Admin | on Rabu, 11 September 2019 07:00 WIB

Rokok dan Audisi Bulu Tangkis | Berita Tempo Hari Ini

Pebulutangkis PB Djarum Kudus, Lisa Ayu Kusumawati bersama Pramudya Kusuma Wardana saat berlaga di partai final ganda Campuran Djarum Sirkuit Nasional 2016 di Gor Sudiang, Makassar, Sulsel, 19 Maret 2016. TEMPO/Iqbal Lubis

DOWNLOAD APP sumutkota.com

Polemik yang berujung pada penghentian audisi beasiswa bulu tangkis Djarum seperti membuka hipokrisi dalam pengembangan olahraga di negeri ini. Institusi negara dan industri rokok terkesan ingin tampil sebagai pihak yang "paling berjasa", sembari sibuk menyamarkan kepentingan masing-masing.

Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum dan Djarum Foundation akhirnya menghentikan audisi menjaring bibit pemain bulu tangkis mulai tahun depan. Mereka memutuskan hal itu setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melarang penggunaan logo Djarum dalam ajang audisi tahunan yang telah berjalan sejak 2006 itu.

KPAI menganggap pemasangan logo Djarum itu sebagai eksploitasi terhadap anak-anak. Sebaliknya, pihak Djarum menganggap larangan KPAI merugikan mereka yang telah berkontribusi besar bagi cabang olahraga bulu tangkis Indonesia. Polemik ini seharusnya diselesaikan dengan kepala dingin, tanpa harus berujung pada keputusan yang merugikan masa depan bulu tangkis Indonesia.

Larangan KPAI bukan tanpa dasar. Komisi merujuk pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anakdan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012tentang Pengendalian Tembakau. Menurut aturan itu, pelibatan anak dalam kegiatan berbau promosi rokok memang dilarang. Begitu pula dengan promosi rokok secara terbuka dalam kegiatan olahraga. Larangan serupa telah berlaku di pelbagai negara dan menjadi standar pada semua perhelatan olahraga internasional.

Masalahnya, di Indonesia, urusan sponsorship rokok tidak semata menyangkut aspek legalitas. Sejauh ini pemerintah belum mampu membiayai pembinaan cabang olahraga tanpa melibatkan dunia usaha. Faktanya, perusahaan rokok seperti Djarum kerap menjadi sponsor utama perhelatan olahraga. Berdasarkan catatan Institute for Development of Economics and Finance, perusahaan rokok mengucurkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk kegiatan olahraga, kesenian, dan pendidikan yang jumlahnya hampir dua kali lipat angka yang diberikan perusahaan lain.

Fakta bahwa Djarum telah berperan besar dalam pengembangan bulu tangkis Indonesia memang tak bisa dimungkiri. Tapi hal itu seharusnya tak membuat mereka jemawa. Dengan keuntungan besar dari penjualan rokok-yang merugikan kesehatan masyarakat-Djarum sudah seharusnya memiliki tanggung jawab sosial yang besar pula. Memajukan pelbagai cabang olahraga merupakan salah satu wujud tanggung jawab itu.

Kesediaan Djarum untuk menurunkan semua logo mereka sembari tetap melanjutkan audisi tahun ini patut dihargai. Namun Djarum perlu melanjutkan pencarian bibit atlet bulu tangkis tanpa harus mempromosikan logo mereka secara telanjang, dan tidak menghentikan program ini tahun depan. Djarum bisa membentuk yayasan yang nama dan logonya tidak identik dengan nama perusahaan rokok itu.

Sayangnya, keputusan berkontribusi tanpa pamrih itu mungkin sulit diharapkan, lantaran terjadi polemik berkepanjangan. Tuduhan mengeksploitasi anak-anak mungkin menyakitkan PB Djarum. Karena itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga, KPAI, dan PB Djarum harus kembali duduk bersama. Dengan iktikad baik, mereka perlu merundingkan lagi cara berkontribusi dengan mengutamakan prestasi olahraga di satu sisi dan peraturan tentang larangan mempromosikan produk tembakau di dunia olahraga di sisi lain. Selama masih saling membutuhkan, kenapa harus ribut-ribut?



Rokok dan Audisi Bulu Tangkis | Bang Naga | on Rabu, 11 September 2019 07:00 WIB | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Rokok dan Audisi Bulu Tangkis
Description: Polemik yang berujung pada penghentian audisi beasiswa bulu tangkis Djarum seperti membuka hipokrisi dalam pengembangan olahraga di negeri ini.
Alamat: https://sumutkota.com/tempo/read/1246282/rokok-dan-audisi-bulu-tangkis.html
Artikel Terkait

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Server Pulsa Online
» Jadwal Bioskop Trans TV 27 Januari-2 Februari
» Kapten Liverpool Galang Dana untuk Pesepakbola yang Terbunuh
» Jokowi Terbitkan 11,2 Juta Sertifikat Tanah Gratis pada 2019
» Panglima TNI Minta Waspadai Gejolak Jelang Pilkada Serentak
» VIDEO: Warga Jepang dari Wuhan Tiba di Tokyo
» Anak Buah Eks Gubernur Kepri Akui Jadi Perantara Gratifikasi
» Rossi Galau Tentukan Masa Depan, Yamaha Ikut Bingung

Karir


Lirik


Nasional

» Gempa Bumi Hari Ini

menu


Tempo LIPUTAN DAIRI Contack Me Zodiak
© 2017 - 2020 sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

DMCA.com Protection Status

DOWNLOAD APP sumutkota.com




Page loads : seconds